Connect with us


Budaya

Panglima Punggawa Melayu Riau, Afrizal Anjo M.Si: Sudah Tepat Siak Dijadikan Pusat Kebudayaan Melayu

Kab. Siak, Riau,- Melayutoday.com, – Moment “Simposium Siak sebagai Pusat Kebudayaan Melayu” yang digelar atas kerjasama Perhimpunan Keluarga Siak Riau (PKSR) dan Pemerintah Kabupaten Siak berlangsung di Balairung Datuk Empat Suku, Siak Riau.

Laporan Melayutoday.com biro Riau memantau bahwa simposium ini berlangsung cukup semarak dan kondusif karena banyak tokoh- tokoh Melayu dan pejabat pemerintah hadir diantaranya: Bupati Siak Dr. Afni Z. M.si dan Wakil Bupati Siak, Anggota DPRD kab. Siak dan Anggota DPRD Propinsi Riau, sedangkan Plt. Gubernur Riau hadir diwakili oleh Asisten Gubernur bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Zulkifli serta pemangku adat dan laskar Melayu Riau.

Sementara itu jurnalis Melayutoday.com biro Riau sempat meminta komentar seorang aktivis lasykar yaitu Afrizal Anjo.MSi selaku Panglima Tinggi DPP Penggawa Melayu Riau. Ia menjelaskan Penggawa Melayu Riau (PMR) adalah organisasi kemasyarakatan yang dibentuk untuk menjaga marwah, adat, dan kebudayaan Melayu di Provinsi Riau, dideklarasikan pada tahun 2021.

Lebih lanjut, Afrizal mengungkapkan Organisasi ini menghimpun berbagai ormas dan kepemudaan Melayu untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah, menjaga harga diri negeri, dan mengawal kepentingan masyarakat lokal.

Afrizal membeberkan poin-poin penting terkait Penggawa Melayu Riau yaitu: Tujuan Utama: Menjaga marwah (kehormatan) negeri, adat istiadat, dan budaya Melayu, serta menjadi poros pemersatu organisasi pemuda Melayu.

Struktur dan Anggota: Terdiri dari gabungan 17 organisasi kemasyarakatan (ormas) dan organisasi kepemudaan Melayu di Riau.

Peran: Aktif dalam isu sosial-kemasyarakatan, termasuk menuntut perusahaan untuk taat aturan dan menghormati hak masyarakat lokal.
Pengukuhan: Dideklarasikan dan dikukuhkan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Kota Pekanbaru.

Kepemimpinan: Organisasi ini berkomitmen menjaga keharmonisan dan mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Riau.

Menurutnya, Dengan adanya simposium siak sebagai pusat kebudayaan Melayu bahwa kita bisa mengetahui siak merupakan cikal bakal dari budaya melayu. Sedangkan simposium yang dihadiri oleh para tokoh2 dan para sejarawan merupakan wujud kolaborasi yang cukup positif.

“Relevansinya untuk generasi muda, kami memandang sejauh mana kaum muda menjadikan kebudayaan melayu sebagai aset bagi masa depan masyarakat melayu, terutama bagi kaum muda milenial dan bagi bangsa ini. ( MNur).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

More in Budaya