Connect with us


Budaya

Menengok Lebih Jauh Majelis GAZA Pimpinan Diki Candra Subang Jawa Barat

Jakarta, Melayutoday.com – Majelis GAZA bukan berarti nama tempat yaitu Gaza Yang berada di Palestina, tapi ini merupakan singkatan dari (Gerakan Akhir Zaman). Lembaga ini didirikan oleh Kang Diki Candra bersama kawan- kawannya yang terdiri dari beberapa daerah di Indonesia yang meyakini mimpi Muhammad Qasim ibn Abdul Karim dari Pakistan sebagai Ar-Ru’yah Ash-Shadiqah (mimpi yang benar) terutama yang dikaitkan dengan tanda- tanda akhir jaman.

Menurut rilis yang dikirimkan ke pihak media oleh Kang Diki Candra selaku Founder Majelis GAZA, memang kegiatannya Fokus sebagai lembaga kajian dan diskusi tentang akhir zaman, serta mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan menghadapi tanda-tanda akhir zaman. Yaitu memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Menutut kang Diki Chandra, begitu kerap dia dipanggil mengingatkan bahwa tanda tanda akhir zaman sudah mulai muncul, khususnya bagi mereka yang menerima petunjuk melalui mimpi (mubasyirat) yang diyakini sebagai salah satu cara Allah memberikan informasi kepada manusia tentang banyak hal.

“Maka Majelis Gaza aktif melakukan counter terhadap informasi yang dianggap menyesatkan dan mengajak masyarakat untuk lebih fokus pada kebenaran berlandaskan AlQuran dan As-sunah,” ungkapnya

Terkait dengan mimpi mubasyirat ini, Diki Candra menyitir sebuah hadits Nabi, apa yang harus dilakukan bila bermimpi baik atau bermimpi buruk yaitu:

“Mimpi yang baik berasal dari Allah, maka apabila salah seorang di antara kalian bermimpi hal yang disukainya, janganlah dia menceritakannya kecuali kepada orang yang disukainya dan bila dia bermimpi buruk, maka mintalah perlindungan dari kejahatannya dan dari kejahatan setan dan janganlah  menceritakannya kepada siapapun, niscaya mimpi tersebut tidak akan mencelakakannya”. Muttafaq ’alaih.

Dengan nada hampir sama Kang Diki panggilan akrabnya mengutip Juga ada hadits yang menyatakan: “Apabila salah seorang kamu bermimpi hal yang disukainya, sesungguhnya itu berasal dari Allah, ucapkan Alhamdulillah dan ceritakanlah”. H.R. Bukhari.

“Bila salah seorang kamu bermimpi buruk maka meludahlah ke kiri 3x dan ucapkan: “Aku berlindung kepada Allah dari syaitan” 3x, lalu ubahlah posisi tidurmu semula”. Dalam riwayat lain: Bila salah seorang kamu bermimpi buruk maka bangkitlah dan shalat “. HR. Muslim.

Merasa gembira dengan mimpi yang baik. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai manusia tidak tersisa dari tanda kenabian kecuali al-mubasyirot”, “Apakah mubasyirot itu wahai Rasulullah?, beliau bersabda: “Mimpi yang benar.” HR Bukhari.

Lewat penelusuran tentang Profil Majelis GAZA, lembaga ini memiliki Maksud dan Tujuan :
– Menyampaikan informasi ke semua pihak, bahwa kita sudah memasuki fase ujung akhir zaman. Fase sangat berat yang akan dialami umat manusia.

– Menyampaikan informasi bahwa nubuwwah nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم tentang
mimpi-mimpi yang dialami umat di ujung akhir zaman, sudah terjadi saat ini.

– Melakukan langkah-langkah yang diperlukan dalam antisipasi untuk menghadapi fase sangat berat yang sudah hampir tiba.

Organisasi :
– Hanya berbentuk forum atau kumpulan yang tidak mengikat, tidak ada Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangganya. Dan tidak diformalkan. Namun Sudah memiliki perwakilan atau jamaah diseluruh daerah di Indonesia.

– Bersifat terbuka. Netral dengan berbagai perbedaan. Sehingga menerima semua pihak dari kelompok manapun untuk bergabung. Tidak berafiliasi dengan pihak, kelompok atau kekuatan manapun.

Sementara Sumber keuangan lembaga Tidak ada sumber keuangan tetap atau mengikat. Sumber keuangan hanya bersifat spontan dari infaq untuk membantu operasional dakwah dan pergerakannya.

Majelis Gaza memiliki sebuah perpustakaan yang disebut “Perpustakaan Dibawah Langit” yang berlokasi di Bukit Lebah Ciater; Kampung Sukahurip, RT.16/RW.07, Desa Nagrak, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang yang menjadi tempat diskusi dan kajian tentang akhir zaman. ( red.).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

More in Budaya