Connect with us


Budaya

Dato Nia Wulandari Bagus, S.I.M.B, : Kembalikan SDA diolah Sendiri oleh Warga Siak- Riau

 

 

 

Siak, Riau, Melayutoday.com, – Pembahasan di acara Simposium yang Bertajuk: ” Siak Sebagai Pusat Kebudayaan Melayu ”  berlangsung seru, para pejabat, tokoh, dan pakar sejarah dari universitas hadir berbicara tentang peradaban melayu masa lalu dan proyeksinya kedepan dalam perspektif sejarah.

Dengan adanya simposium siak sebagai pusat kebudayaan melayu ini sagat bagus ya, karena kita ingin memberikan masukan kepada pemerintah Prabowo Subianto beserta jajaran menteri dan juga Gubernur Propinsi Riau bahwa sejarah lahir dan terbentuknya NKRI tidak terlepas dari peran besar dari kesultanan/ kerajaan Siak Sri Indrapura.

Demikian diungkapkan Dato Nia Wulandari Bagus, S.I.M.B, selaku warga Siak usai pembukaan Simposium Siak sebagai Pusat Kebudayaan Melayu pada  (10/2/2026) di Balairung Datuk Empat Suku,   Siak Propinsi Riau.

Lebih lanjut Nia menyatakan, Sejarah mencatat saat awal kemerdekaan Indonesia hampir satu triliun rupiah disumbangkan kepada bangsa ini untuk membangun NKRI adalah berasal dari Siak.

“Oleh sebab itu saya berharap warga masyarakat Siak khususnya dan Riau pada umumnya harus bergandengan tangan mempertahankan haknya, mempertahankan daerahnya dan mempertahankan hak tanah ulayatnya dan mempertahankan Siak sebagai peradaban melayu dan memang  sudah seharusnya Siak- lah yang harus berkontribusi karena Siak bagian dari fonding father untuk kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.

 

Dia mengungkapkan, Kita ini sudah sewajarnya mengucapkan kata terima kasih kepada Siak dengan memberikan rasa keadilan bagi warga Siak khususnya dan masyarakat RIAU pada umumnya. Rasa keadilan itu harus diterima oleh Siak dan Riau secara proporsional baik dari Pemerintah Riau sendiri maupun pemerintah pusat, terutama memberikan hak proporsi pengelolaan kekayaan sumberdaya alam yang ada di bumi Siak dan Riau seperti: Hutan, pertanian, migas dan sumberdaya mineral lainnya.

“Saya meminta kepada pemerintah untuk fokus memberikan hak olah sumber kekayaan alam kepada Riau dan Siak yang bukan semata2 mengenang nostalgia sejarah kejayaan Siak dan Riau, namun mereka selaku tuan rumah tidak diberi hak mengolah dan mengelola kekayaan alam secara adil,” harap Dato Nia.

“Kami meminta kepada pemerintah mensuport supaya pengelolaan sumber daya alam dikembalikan pada Siak dan Riau, tidak hanya dieksploitasi bagi kepentingan pengusaha2 besar. Minyak gas dan hutan dan uang semuanya telah disumbangkan untuk NKRI,” imbuhnya.

Apalagi saat ini  tambah Dato Nia pemerintah Riau dan pemerintah pusat telah menengok Siak dan Riau lewat khazanah kebudayaan dan sejarah warisan kebudayaan melayu. Tapi janganlah hanya semata fokus pada itu saja. Tapi saatnya sekarang, serahkan hak mengolah sumberdaya alam itu kepada Siak dan Riau, pemerintah jangan serakah dan membela oligarki.

“Sudah waktunya kita fokus membangun masyarakat yang adil. Mereka lahir dan tumbuh bessr di daerahnya namun mereka tidak bisa mengolah sumber kekayaan alamnya sendiri. Sejarah jangan dilupakan bahwa Siak punya kontribusi besar bagi kemerdekaan Indonesia,  ” pungkasnya.  ( M. Nur).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

More in Budaya