
Jakarta, Melayutoday.com, – Sektor kosmetik terus bertumbuh dari tahun ke tahun, terbukti Kita kembali lagi ke pertumbuhan di kisaran 5,12 persen tapi sektor kosmetik potensinya MASIH sangat besar karena kita melihat beberapa faktor antaranya: Kita mengalami bonus demografi, Kita bisa menjadi produsen sekaligus konsumen.
Hal ini diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan Asosiasi Kosmetika ( PPAK) Indonesia, Solhin Sofyan pada Melayutoday.com dan Nusantarabicara usai pembukaan Indo Beauty 2025 di JIExpo Kemayoran Jakarta, Kamis ( 7/8/2025) pagi.
Menurutnya, Hari ini kita bisa lihat antusias masyarakat yang mau ikut pameran itu artinya begitu banyak chain pengunjung dari generasi muda yang ingin mewujudkan kreativitas dan ide2 mereka yang menjadi potensi bagi sektor kosmetika Indonesia.
“Tadi saya sudah berbicara banyak dengan teman2 bahwa tahun depan kita punya satu hall yang akan digunakan full untuk kosmetik yakni hall kosmetik Indonesia,” kata Solihin.
Terkait Kosmetika yang berbasis herbal saat ini, menut dia, Soal herbal itu sudah menjadi konsen kita bersama, saya mengatakan satu istilah yaitu: Tematik Kosmetik dimana kita mengolah bahan alam yang ada di sekitar kita dan kita manfaatkan atau kita inset kedalam kosmetik kita sehingga menjadi produk unggulan dari setiap daerah di Indonesia,
Kenapa hal ini penting? Dia menjawab: karena logistik costnya pasti rendah. Kalau kita bisa melakukan seperti perang gerilya, behaviour kita jaga lebih dekat pasti kita bisa memiliki daya juang lebih besar.
“Artinya, kalau kita ke Bali misalnya ke pulau kimani ekspose keluar dan daerah lain gk punya dan siapapun yang berkunjung ke Bali maka pulau kimani akan menjadi icon-nya, maka mereka membelilah disana yang tak ada di daerah lain. Begitu juga NTB yang kaya akan rumput laut yang dipakai untuk bahan kosmetik. Kalau semua itu sudah dikenal orang maka ini bisa menjadi area area eksport produknya ke luar negeri dengan memakai yang namanya tematik kosmetik,” tambahnya.
Dia melanjutkan kisahnya, Tapi Sejak setelah masa pandemi masyarakat atau orang sudah mulai konsen terhadap apa yang namanya back to nature atau kembali ke alam. Ini menjadi titik point yang sangat baik untuk kosmetik karena kita harus kuat di level bahan baku kita di alam kita.
“Sehingga sekarang ini tingkat TKDN kita masih mencapai 20 persen , mudah2an kedepan kita bisa mencapai 40 persen dengan cara mengolah potensi yang ada di kita setidaknya bahan baku itu dari kita misalnya minyak serih, minyak benkoang dll, itu bahan baku potensial termasuk kemenyan merupakan bahan dasar untuk perfum yang mendunia, itu bahan dasar alam kita sendiri, kita harus jeli melihat peluang dan semuanya dapat bekerjasama untuk kita kelola dan kita kembangkan, ” jelas Solihin.
“Harapan terhadap pemerintah khususnya untuk dunia kosmetik, tentu sebagai regulator disamping juga berfungsi sebagai Pembina dari industri baik dari kementerian perindustrian, juga Badan POM yang kini telah banyak membina pelaku industri , Kemenlu , Kemendag, Kadin dll sudah sama2 melakukan kolaborasi bersama,” imbuhnya.
“Khusus untuk industri kosmetik saya sangat berharap adanya kekuatan di industri hulu supaya kita mempunyai ketahanan bahan baku nasional. Ini yang kita insentif kepada investor yang akan melakukan investasi di industri hulu khusus untuk bahan baku kosmetik Indonesia,” harap Solihin.
Sementara itu, tambah Solihin, perlu ada regulasi yang betul2 menjadi penunjang atau pengembangan dari industri tapi jangan menjadi kontra produktif misalkan simplifikasi perizinan itu tetap harus diperhatikan, jangan terlalu banyak peraturan yang akhirnya mengekang inovasi kita sendiri.
“Menurut saya Secara bertahap dan melalui percepatan serta lompatan yang signifikan kita tidak lagi bisa pelan2 karena kuncinya di percepatan, dan kita tahu bahwa perkembangan dunia ini sangat cepat kalau kita pelan kita kalah bersaing. Pameran hari ini saya kira akan terbentuk suatu kolaborasi. Kita akui memang kita, agak terlambat dalam proses digitalisasi , plat form2 digital ini sudah diisi dari awal oleh negara2 lain tapi kita tak boleh berkecil hati, orang lain bisa kenapa kita tidak bisa?,” kata Solihin sembari bertanya.
“Organisasi PPAK terus mendorong dan Kami bekerjasama dengan beberapa Kementerian kita katakan bahwa kita tidak ingin membangun pabrik kosmetik tapi kita ingin membangun ekosistem dari industri kosmetik seperti Autorized nya, pemasarannya baik offline maupun online, kita bisa eksport, be to be, kita kerjasama dengan platform seperti tokopedia, lazada, shopee dll, dan untuk masuk ke platform itu kita perlu ada pelatihan, dari kementerian,BP POM, BPJPH, semua terintegrasi menjadi satu bagian dan kita bekerjasama dengan dunia pendidikan sehingga kita betul2 mencoba ekosistem baru yang lebih baik dan PPAK sudah mengembangkan ini dengan harapan pemerintah tetap mensuport supaya bangsa ini memiliki kemampuan yang lebih besar,” pungkasnya. ( Harun).