Connect with us


Budaya

Suhaili Datuk Mudo Akan Melantik DPW Lemtari Propinsi Bali

Ketua Umum LEMTARI Suhaili Datuk Mudo Akan Lantik DPW LEMTARI Propinsi Bali

Jakarta, Melayutoday.com,- Ketua Umum DPP Lembaga Tinggi Masyarakat Adat Republik Indonesia ( LEMTARI) Suhaili Datuk Mudo menyatakan tidak pernah letih mensosialisasikan diterapkannya peraturan hukum adat ( Perdat ) di seantero Nusantara.

Karena itu dengan melaksanakan peraturan hukum adat kita akan terhindar dari praktek budaya budaya barat yang negatif. Lemtari harus mengambil peran terdepan guna memfilter budaya barat itu dengan melaksanakan peraturan hukum adat di daerahnya masing- masing.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum DPP LEMTARi pada sejumlah awak media sesaat sebelum bertolak ke pulau Dewata, Selasa (9/7/2024) untuk melantuk pengurus wilayah Lemtari Propinsi Bali pada hari kamis 11 Juli 2024.

Menurut Suhaili Datuk Mudo menyebutkan bahwa pulau Bali merupakan pulau yang ketat menggunakan budaya asli daerahnya. Sekarang ini diperkuat dengan kehadiran LEMTARI karena Bali tempat gerbang masuknya para wisman

” Dengan kehadiran LEMTARI di pulau dewata akan menguatkan peraturan hukum adat disana sebagai benteng dari pengaruh budaya asing. Misalnya pengaruh budaya LGBT tokoh2 adat di Bali pasti menolak kehadiran budaya LGBT karena bertentangan dengan peraturan hukum adat di Bali ” jelas Ketum.

Diketahui bahwa Kepengurusan LEMTARI hingga kini telah berjumlah 28 propinsi dan 150 an kabupaten kota seluruh Indonesia.

Ditambahkan oleh Suhaili, bahwa dengan diterapkannya peraturan hukum adat di masing2 daerah akan membantu tugas- tugas dari aparat keamanan.

” Saya akan memberi contoh ya, di Minangkabau mempunyai adat-istiadat yang  kuat.  Adatnya sangat memuliakan kaum perempuan. Sebab Perempuan Minang tidak boleh sembarangan tampil di depan umum tanpa menutup aurat,” kata Suhaili.

Filosofi adat orang Minang adalah “Adat  basandi syarak, syarak basandi kitabullah” (Adat bersendi syariah (agama Islam), syariah bersendi Al Quran dan Hadis). / Harun

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

More in Budaya