Connect with us


Tokoh

Profil Tokoh: Mozaik Kehidupan Sofyan DJalil

Mozaik Pegalaman Hidup Oleh Masud HMN*) Bukan mudah uintuk mencapai jabatan Menteri. Apa lagi jabatan Menteri yang berubah ubah Lantaran koordinasi dan bidang pokok tugas berbeda, Yang sama hanya posisi sebagai pembantu Presiden Sofyan Abdul Djalil, putra Aceh Barat yang lahir di Aceh Timur Langsa mengalami hal itu.

Ia berhenti jadi Menteri ke 5 yang dijabatnya sampai 15 Juni 2022. Pernah lima (5) Kementerian dimulainya dalam era Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) dan Presiden Jokowi.

Itu dalam era tahun pertana dan era Presiden SBY, tahun pertama dan kedua Prsiden Jokowi Lima Menteri yaitu (1) Menteri Komunikasi dan Infomatika (2) Menteri Negara BUMN, (3) Menteri Perencanaan Pembangunan (BAPENNAS) (4) Menteri Koordinator bidang Ekonomi dan (5) Menteri BPN dan Tata Ruang. Demikianlah Sofyan Djalil berbagai Menteri penah dijabatanya .

Luar biasa, Seorang pernah memegang lima jabatan Menteri dalam sepuluh tahun dua orang presiden. Ya itulah hikmah Lama hidup banyak dirasa Panjang umur banyak dialami. Ungkapan pepatah kuno ini adalah pantas diterima. Karena apa.

Lantaran yang dikatakan pepatah tersebut benar adanya. Hal demikan seperti dialami Sofyan Abdul DJalil mantan Meneteri Badan Pertanahan ( BPN ) dan Tata Ruang Republik Indonesia, Dari pengalaman tingakat bawah. Yang miskin dan sengsara. Sebagai james saya mengalami katanya, Satu waktu kepada penulis.

Apa itu james. Pekerjaan apa pula itu ? James adalah kata singkatan dari jaga masjid. Yaitu menjadi pegawai masjid, tukang pembersih, tukang azan.

Demikianlah uraian kerja , khusus dan menjaga masjid itulah pokoknya . Pengalaman lelaki yang kini berusia tujuh puluh (70) tahun yang lahir 23 September 1953 ini dikenang sebagai mozaik hidup awal yang dialami. Dengan modal ijazah Pendidikan Guru Agama ( PGA) Islam berangkat merantau dari Aceh ke Jakarta, Tujuan untuk merobah nasib.

Utamanya adalah mencari pekerjaan apa saja, Atas pertolongan seseorang menjadi pegawai Kejaksaan Agung Republik Indonesia bertugas dibidang kerohanian dan menjadi penjaga masjid tersebut seperti dimuka. Kemudian masuk untuk melanjutkan ke Universitas Indonesia (UI) didahului dengan ujian ekternal SMA swasta di Jakarta.

Gelar sarjana hukum UI di perolehnya kemudian melanjutkan ke Amerika Serikat Program Doktor Ph.D The Pether School Tuffs Massacchuset Amerika. Mempunyai dua putra hasil pernikahan dengan ibu Dr Megawangi. Pada catatan akhir, Sofyan Djalil adalah seorang yang hidupnya menangani masalah yang beragam.

Inilah yang kita namakan mozaik pengalaman hidup, lantaran berbeda bidang. Terutama dalam bidang ekomomi investasi dan pembangunan, Kecuali penerangan dan energy dan keuangan dan bursa keuangan. Sebagai politician tokoh asal Provinsi Aceh ini juga telah memberi kontribusi yang penting untuk Indonesia.

Ini ditunjukkan dalam perannya sebagai warga Negara Aceh menjabat di Repulik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM ). Di tahun 2005 Soyan Djalil bersama Hamid Awaladdin jadi perunding yang sukses nenengahi pertentangan Republik Indonesia dengan GAM di Provinsi Aceh.

Beberapa waktu muncul pertentangan terjadi tetapi dapat diakhiri dengan perjanjian Helsinki ( Nowegia ) tahun 2005 dengan saling pengertian damai antara Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kemudian masaah ini selesai dengan baik.

Hingga berkelanjutan sampai sekarang Amat jelas adalah kontribusi Sofyan dan Hamid Awaluddin (dulu Menteri Kehakiman ) Republik Indonesia,Tidak muncul sengketa lagi. Padahal saling salah pengertian sudah cukup lama terjadi.

Dalam hal ini Kita ingin melihat di negeri ini lahirnya banyak tokoh yang berkarakter seperti figure Sofyan Djalil yang lemah lembut, Perkerja keras, perlu kita contoh. Cara berkontribusi ada Negara yang cukup signifikan Tanpa banyak bicara yang tidak perlu.

Namun produktif, memberi solusi pada pernasalahan yang timbul. Meski beragam tantangan yang dihadapi Sebagai kawan, teman akrab saya berdoa semoga selalu bugar. Amiin yarabbal alamiin ! Jakarta, 11 Januari 2023 *) Masud HMN Doktor Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

More in Tokoh