Connect with us


Budaya

LEMTARI Usulkan kepada PresidenTerpilih Prabowo Subianto Adanya Kementerian Adat Istiadat dan Budaya

Bali, Melayutoday.com,- Pengukuhann Pengurus DPW Lemtari Propinsi Bali berjalan dengan sukses yang berlangsung pada Kamis ( 11/7/2024) di Kabupaten Buleleng Bali. Hadir dalam pengukuhan tersebut Ketua Umum DPP Lemtari Suhsili Datuk Mudo.

Dalam kata sambutannya Suhaili mengatakan rasa bangganya atas pengukuhan ini karena terlihat masyarakat disana cukup antusias.

” Saya merasa bangga dengan pelaksanaan pengukuhan DPW lemtari provinsi Bali, luar biasa sukses antusias masyarakat,” kata Suhaili

Selain itu sambung Suhaili, saya melihat antusiasme pengurus juga cukup tinggi beserta dukungan dari pemerintahnya.

“Saya yakin lemtari di pulau Dewata ini akan cepat berjalan dan berkembang sesuai apa yang diharapkan dan saya berhadap di Bali inilah sebagai pilot proyek rencana pembuatan peraturan adat itu, yang nantinya sesuai akan kita susun sesuai dengan karekter masyarakat Bali karena masyarakat Bali sangat luar biasa dalam menjunjung adat istiadatnya,” tambah Suhaili.

Menurut Suhaili, sesuai hasil kesepakatan kami malam ini dengan Ketua DPW Lemtari Bali dan DPD Lemtari kabupaten Buleleng bahwa sudah sepakat kita akan melaksanakan acara Rakerdatmlnas masyarakat adat se nusantara/ rakerdatrnas Lemtari se nusantara yang direncanakan akan kita selenggarakat pada tanggal 10 Oktober 2024 di kabupaten Buleleng Bali.

“INSYA ALLAH kita meminta kehadiran Presiden terpilih Bapak Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Penasehat Lemtari Bapak Prof.Dr. Jimly Asshidiqi dan Ketua Dewan Pembina Lemtari Bapak Dr. Bambang Soesatyo ( Ketua MPR RI) untuk bisa hadir pada acara tersebut,” jelas Suhaili.

Pada acara tersebut tambah Suhaili, nanti akan diagendakan Lemtari se- nusantara termasuk DPW Lemtari propinsi Bali untuk menyampaikan usulan kepada Bapak Presiden Prabowo agar kedepannya perlu dibentuk Kementerian Adat istiadat dan budaya Republik Indonesia..( Harun).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

More in Budaya