Connect with us


Megapollitan

Layak Jika PKS Usung Sohibul Iman Jadi Cagub Jakarta

Oleh: M. Harun*)

Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) membikin kejutan politik dengan mengusung Sohibul Iman, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS untuk bertarung menjadi Calon Gubernur (Cagub) Jakarta di Pilkada 2024 mendatang. Padahal, banyak pihak menilai PKS tak mungkin bergeser dari Anies Badwedan yang juga maju di Pilkada Jakarta.

Politik itu memang dinamis tergantung para politisi dan kita semua membaca arah Peta Politik dan mengkalkulasi kemungkinan- kemungkinan. PKS hanya membutuhkan 4 kursi tambahan untuk berkoalisi agar bisa melaju di Pilkada 2024. Yang paling ideal adalah PKS berkoalisi dengan PDIP, karena sama- sama partai politik yang punya komitmen berada di luar pemerintahan saat ini.

Analis politik Universitas nasional (UNAS) Irfan Fawzi Arif menilai langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung Mohamad Sohibul Iman sebagai bakal calon gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) cukup mengejutkan.

Pasalnya, kata dia, selama ini nama  Anies Baswedan yang disebut menjadi calon PKS.
“Apalagi DPW PKS Jakarta sudah menyampaikan nama Anies kepada DPP PKS sebagai calon gubernur. Anies memang lebih menjanjikan di beberapa lembaga survei, dibanding Sohibul Iman,” katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Minggu (23/6/2024).

Diketahui bahwa kepercayaan diri PKS yang memiliki kursi 18 hasil Pileg Jakarta 2024 merupakan terobosan baru untuk tidak bergantung pada satu figur tokoh. Sikap Percaya Diri PKS ini perlu kita acungi jempol. Artinya, PKS hanya tinggal butuh tambahan 4 kursi untuk memenuhi syarat 22 kursi yang bisa mengajuklan Cagub dan Cawagub.

Jika kita di kalkulasi PKS 18 kursi, PDIP 15 kursi, PPP 1 kursi, dan Perindo 1 kursi. Apabila mereka berkoalisi total mengantongi tiket 35 kursi, Sohibul Iman lebih dari cukup untuk melaju cepat bertarung melawan para pesaing- pesaingnya.

Atau PKS kemungkinan bisa berkoalisi dengan Gerndra (14) juga sudah cukup melaju cepat bertarung di pilkada Jakarta. Bisa juga dengan Partai Golkar (10), PAN (10), PSI (8). Kemungkinan- kemungkinan kalkulasi diatas sangat mungkin terwujud jika PKS ( Sohibul Iman) menemukan sosok jodoh Cawagub yang tepat dan bisa dipastikan dapat menambah elektabilitas untuk meraih kemenangan bagi Jakarta.

Isu perubahan dan keberlanjutan di pilkada Jakarta dipastikan tak sama dengan isu pilpres kemarin. Sebab, keberadaan antar partai politik yang akan bertarung di pilkada seluruh Indonesia nantinya, sudah mencair. Tak bisa lagi berhadap- hadapan antara pengusung calon/ kandidat yang pro perubahan atau pro keberlanjutan seperti saat pilpres.

Sebab nantinya di suatu daerah propinsi kota atau kabupaten, Partai pro perubahan bisa saja berkoalisi dengan yang pro keberlanjutan. Realitas pilkada ini jauh berbeda dengan pilpres. Karena sistem politik pilkada kita masih satu kesatuan dengan sistem pemilu nasional. Politik realistis ini memaksa kita tidak lagi fanatik terhadap satu sosok figur tertentu.

M. Harun *) Penulis, Wartawan melayutoday.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

More in Megapollitan