Connect with us


Nasional

HM Jusuf Rizal, Ketua Umum Presiden Center: Kami Berada di Barisan Perubahan

Ketua Presiden Center HM Jusuf Rizal Dukung Koalisi AMIN

Jakarta, Melayutoday.com,- Momentum politik sekarang merupakan momentum perubahan, karena ada kejenuhan dari masyarakat terhadap kondisi saat ini seperti: Harga-harga naik, korupsi dimana mana, penggusuran, TKA, penegakan hukum lemah, kemiskinan serta pengangguran. Ini terakumulasi menjadi sebuah tekanan yang alami, sehingga rakyat merindukan perubahan. Hal ini diungkapkan Ketua Umum President Center, HM. Jusuf Rizal di Gedung Juang 45, Jum’at (27/10/23).

Menurut Jusuf Rizal, menghadapi Pilpres 2024 ada Kemiripan dengan Pilpres 2004. Saat itu pasangan Mega- Hasyim menguasai hampir semua lini kekuatan misalnya: birokrat, uang, partai politik, media massa dll. Akan tetapi ketika Sby bersama JK waktu itu membawa icon perubahan, maka ibarat air yang sudah matang lalu ditekan seketika itu meledak.

“Kondisi 2023 saat ini lebih parah ketimbang 2004, tekanannya luar biasa. Fenomena ini menurut saya hampir sama dengan 2004, ini adalah alami. Jadi kalau ada dukungan misalnya gerak jalan satu juta orang datang yang tidak dimobilisasi, itu luar biasa, itu artinya sudah ada kejenuhan dan greget orang untuk melakukan perubahan,”cerita Jusuf.

Dia tegaskan, bahwa pilpres 2024 nanti Tinggal ada dua pilihan pasangan, AMIN yang mewakili perubahan, Prabowo- Gibran dan Ganjar- Mahfud yang membawa keberlanjutan. Siapa yang menang?

Kata Jusuf, Kembali ke Fenomena 2004 dimana survei- survei menyatakan SBY tak akan menang, sama juga dengan kondisi sekarang dimana survei- survei menempatkan pasangan AMIN di momor buncit dengan angka dikisaran 15-20 persen.

“Namun Fakta berbicara lain, pada pilpres 2004 ternyata Pasangan SBY- JK menang dengan angka 63 persen. Sehingga saya katakan bahwa masyarakat kurang percaya terhadap survei,- survei tersebut, karena seringkali itu diduga bisa dibeli,” jelas Jusuf Rizal.

Kadang angkanya ditinggikan, lanjut Jusuf, dan bila saatnya nanti terjadi kecurangan maka mereka seolah melegitimasi hasil survei- survei itu. “Kan hasil surveynya tinggi wajar dong menang. Survei dijadikan legitimasi. Padahal legitimasi adanya kecurangan itu tidak boleh,” jelas Jusuf.

Untuk itu President Center yang mewadahi civil society ada Serikat Pekerja, LSM perubahan, Cultural NU, Driver, Biker dan lainnya bergabung. Kita wadahi termasuk misalnya Partai Politik yang kardusnya mendukung tertentu tetapi dibawahnya kan tidak tertampung nah President Center menampungnya. Presiden Center sudah bergerak selama 18 tahun dengan jaringan yang sudah ada di 38 Propinsi, 514 kabupaten kota.

“President Center sendiri mengusung perubahan, karena kami menilai saatnya masyarakat harus Cerdas. Apakah masyarakat mau bertahan dengan kondisi sekarang ini. Kita ingin berubah sekarang ini dan masyarakat memang harus cerdas dengan memilih pilihan cerdas kepada perubahan,” tandas aktivis organisasi berbasis kerakyatan ini.

Sorotan Terkait Milenial dan Penegakan Hukum

HM Jusuf Rizal tetap kritis menyoroti dua persoalan yang kini dijadikan narasi daya tarik politik bagi para Capres yaitu: Milenial dan penegakan hukum.

Menurut dia, Milineal sekarang ini tidak diukur oleh simbol simbol seseorang, termasuk usia. Karena kaum Milineal sekarang sudah cerdas memilih dan memilah serta memandang dan menilai pemimpin milenial dikarenakan pemikiran dan visinya yang brilian tentang bangsa ini.

“Kita harus melihat juga milineal yang bisa dijadikan figur itu adalah yang memiliki potensi dan kompetensi bukan hanya sekedar milineal karbitan atau milineal yang hanya sekedar omdo tapi implementasinya nol artinya tidak bisa ditiru dan diguguk. Jadi milineal sekarang harus cerdas dan gampang dicari dari rekam jejaknya,” kata Jusuf Rizal.

Sedangkan terkait Penegakan hukum, Rizal memberi contoh misalnya ada yang ngomong anti korupsi. “Nah pertanyaannya berapa banyak yang diproses hukum dan penjarakan orang,” tanya Rizal.

Ada beberaoa Harapan dari President Center menghadapi Pilpres 2024:

  1. Kita minta seluruh rakyat Indonesia menggunakan hak pilihnya secara benar jangan golput.
  2. Kita ingin masyarakat membangun kondusifitas sebab perbedaan dalam demokrasi sebagai hal biasa dan jangan jadikan permusuhan.
  3. Perangi gerakan yang mengkhianati demokrasi antaranya hoax, money politics dan kevurangan.
  4. Kita harus ikut membangun negeri ini untuk kesejahteraan masyarakat.
  5. Pilihlah pasangan Capres yang diyakini mampu membawa perubahan. “Presiden Center melihat hanya pasangan AMIN yang bisa membawakan perubahan dan mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya. ( harun).
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Advertisement

More in Nasional