Beranda » Pendidikan » Profil: Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni dan Konsep Wasathiyah

Senin, 23 Januari 2023 - 22:34:33 WIB
Profil: Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni dan Konsep Wasathiyah
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 46 kali

Konsep Wasathiyah: Inspirasi Dunia Masa Depan Oleh Masud HMN *) Konsep Washatiyah identik dengan moderat, inspiratif dan rational. Hal ini Menjadi konsep bersama masa depan. Perlu kita pahami Ketika ramai pembicaraan tentang wasathiyah yang berasal dari Bahasa Arab yang maknanya moderat dalam beragama, maka orang lalu menemukan aktvis yang terkemuka. Bukan karena ia orang pertama meperkenalkan konsep itu melainkan karena serius atau sungguh sungguh dalam aspek itu. Dalam bidang bidang tersebut memang beragam orang yang ikut berpartipasi. Hal inilah yang menjadikan Abdul Syafiq Mughni yang dikenal orang Hingga tidak salah kalau dari tahun 2015 sampai sekarang ia dipercaya menjadi bagian dalam forum Dialog Antar umat beragama yang bernas dan didukung oleh orang orang yang mumpuni pengetahuannya. Profesor Dien Syamsudin mantan ketua umum PP Muhamadiyah, belakangan menjadi Ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), juga ikut menggagas konsep tersebut, yang kini dilanjutkan oleh Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni. Putera kelahiran Lamongan, Jawa Timur 25 Juni l954 ini berasal dari sekolah Ibtidaiyah Muhammadiyah, meneruskan ke Pesantren PERSIS Bangil dan tamat tahun l985’ Syafiq A. Mughni yang dipercaya oleh kampusnya menjadi guru besar dalam bidang .kebudayaan Islam di almamaternya UIN Sunan Ampel Surabaya, menjadi harapan banyak orang. Hemat penulis, sekurang kurangnya ada poin penting yang terkandung didalamnya, untuk bisa melaksanakan konsep Washatiyah itu, yaitu Meneguhkan persaudaraan dengan nama ukhuwah wathaniyah ( persaudaraan sebangsa), selain tentunya ukhuwah Islamiyah ( persaudaraan sesama islam), yang tercermin dalam pergaulan antar sesama bangsa. Kemudian pergaulan yang sifatnya Islamiyah yakni menjaga kata kata diksi dan narasi yang baik dan benar. Misalnya: dalam pergaulan Islamiyah dengan orientasi perencanaan peradaban. Istilahnya dalam Alquran ada qaulan shadidan (kata yang benar), qaulan makrufan (kata yang baik) dan qaulan laiyyinan ( ksta yang tepat makna) dan sebagainya.Tanpa itu maka nilai nilai pergaulan menjadi tak baik, kacau serta tidak punya nilai apapun alias sia sia. Merevitalisasi lembaga bersama yang terbentuk untuk berdialog. Maka antara sesama umat bersama, antar agama yang berbeda beda, antar suku dan antar umat beragama dan Pemerintah. Hal ini menjadi penting, umpamanya forum semua umat, Dapat memahami semua problema dan dapat pula solusi. Pokoknya tak ada persoalan yang tidak Bisa diselesaikan. Kemudian partipasi semua pihak berdasarkan komitmen dan inspirasi konsep yang disepkati’ Poin ini satu sama lain dilaksanakn dengan benar dan transparan, Sehigga terjalin hubungan yang setara dalam kebersamaan dan adil. Lebih jauh dari konsep washatiyah itu adalah sikap moderat , yang mengandung unsur lurus, unsur ber-keadaban. Tujuannya agar bekerjasama dalam hal yang muncul di tengah masyarkat yang ada dengan moderat, menjauhkan diri dari sikap- sikap ekstrem. Berkenaan dengan itu. Apa lagi kita lihat bagaimana sikap seorang Syafiq A. Mughni baru baru ini terpilih menjadi salah seorang pengurus Pimpinan Pusat Muhmadiyah pada Muktamar Solo Nopember 2022 lalu, yakni menjadi Koordinator hubungan internasianal. Dengan mengetahui Syafiq A. Mughni yang alumni UIN Sunan Ampel dan melanjutkan ke Universitas di Amerika, dan pernah jadi Guru besar Tamu (Guru Besar ) di Universitas MC GILL University. Kita yakin beliau akan sukses menangani hal itu..Mudah mudahan ! Jakarta 12 Januari 2023 *) Masud HMN Doktor Dosen Paskasarjana Uniersitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta.
BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)