Beranda » Opini » Demokrasi Pancasila

Rabu, 26 Oktober 2022 - 09:13:52 WIB
Demokrasi Pancasila
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Opini - Dibaca: 62 kali
Demokrasi Pancasila

Oleh Masud HMN*)

Tahun l985 Burhanudin Harahap, mantan perdana menteri Republik Indonesia pada awal  Indonesia merdeka mengatakan bahwa Indonesia ini perlu persatuan, Oleh karena itu kita jaga persatuan dengan 
menghalangi pertikaian dan perpecahan. Meski tidak ideal persatuan yang kita laksanakan tetapi itulah sambil kita cari Sepakat apa yang ada. Kata dan makna persatuan kini masih tampak dan terasa keperluannya.

Dalam berbagai hal untuk pembangunan kitamemerlukan persatuan Sebagai mana kita lihat dalam sila ketiga dari Pancasila tertorehkanlah kalimat Persatuan Indonesia.Tak ada persatuan tak ada Indonesia.
 
Demikianlah pentingnya bagi kita Sesuai juga dengan Bhinneka tiunggal ika bersatu dan berbeda tapi bersatu. Berbeda beda suku, agama dan asal usul. Berlainan warna kulit dan beragam pula bahasa yang dipakai.Bagi yang berminat dalam bahasa Indonesia mengetahui esensi persatuan/antara lain Frasa  yaitu ungkapan yang mempunyai makna tunggal umpamanya, bersatu dan ada diksi atau pilihan kata makna ganda semisal manis dari seorang gadis yaitu cantik dan kata manis dari gula. Meski begitu antara frasa dan diksi mempunyai relasi hubungan yang jelas.

Artinya perbedaan frasa dan diksi yang dipakai dalam memahami persatuan lain tidak beda melainkan sama. Berbeda seiring jalan Satu makna satu tujuan. Sekarang menjadi jelas dan terang benderang mencari hubungan frasa dengan diksi dan mengenai esensi nya persatuan.
 
Pertanyaannya apakah persatuan itu frasa atau diksi ? 
Hemat kita dua duanya boleh kita gunakan dalam memandang realitas yang dihadapi. Sebab tujuannya adalah sama dalam persatuan. Yaitu segala berakibat atau menghasilkan positif untuk bangsa boleh 
kita gunakan. Sebaliknya yang negatif untuk Indonesia kita hindari atau kita buang.

Jakarta 19 September 2022

*) Masud HMN Dosen Pascasarjana 
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) 
Jakarta.

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)