Beranda » Nasional » Kongres Perempuan Indonesia IV Dibuka Mantan Menkes Fadhilah Supari

Rabu, 07 September 2022 - 18:46:44 WIB
Kongres Perempuan Indonesia IV Dibuka Mantan Menkes Fadhilah Supari
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Nasional - Dibaca: 205 kali

Kongres Perempuan Indonesia IV Dibuka Mantan Menkes
Dr Siti Fadilah Supari

Jakarta, Melayutoday.com,-Kongres Perempuan Indonesia tahun 2022 dibuka secara resmi oleh mantan Menkes Siti Fadhilah Supari, Rabu (7/8/2022) pagi di Gedung Teater Besar, Taman Ismail Marzuki ( TIM) Cikini Jakarta Pusat.

Menurutnya, Mengapa kita  kaum perempuannya yang mempunyai chemistry yang sama dalam mencintai negeriku ini beradaptasi namanya aja kendaraan ayo pak turun pak disini?
 
"Saya tahu Anda berasal dari seluruh daerah di negeri ini meluangkan waktunya, untuk menyatukan pemikiran dan tekad untuk bersama sama berjuang memperbaiki nasib bangsa ini kedepan. Karena masa depan negeri ini adalah milik anak cucu yang kita dilahirkan dari rahim kita  semua," ungkapnya.

Sementara itu, Eva Susanti H. Bande, S.Sos sebagai pejuang Hak Asasi Manusia yang kental dengan masalah hak agraria mengatakan kepada pihak media bahwa Produksi Pangan Oleh Perempuan hanya tersisa 40% akibat  Langkanya Tanah Garapan.

 " Saya berharap dengan 250 orang peserta dari 34 propinsi seluruh Indonesia tersebut akan menghasilkan rekomendasi atas isu isu yang aspiratif dalam segala bidang," jelasnya.

"Kongres Perempuan yang  dihadiri oleh para aktifis perempuan yang bekerja diberbagai bidang, mudah- mudahan sebagai langkah awal pergerakan perempuan di Indonesia. Ini adalah kongres yang ke IV sebagai
Pernyataan sikap ( manifesto), karena berawal dari kegelisahan yang panjang kaum perempuan akibat berbagai problematika di berbagai sektor," katanya sembari membeberkan Tujuan kongres untuk merajut beragam isu yang melahirkan sikap bersama.

Diketahui bahwa Kongres perempuan  didukung oleh Women's Cultural Network dengan membahas tentang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, sumber daya alam, agraria dll.

"Terkait Pelaku produk pangan perempuan, kini hanya sisa 40%  yang mampu bertahan, akibat langkanya tanah garapan akibat tergusur oleh perkembangan industri dan pertambangan," pungkasnya. ( Harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)