Beranda » Hukum » Kampanye dan Literasi Tentang Gerakan Anti Islamofobia Harus Menyasar Kaum Milenial

Sabtu, 16 Juli 2022 - 08:14:16 WIB
Kampanye dan Literasi Tentang Gerakan Anti Islamofobia Harus Menyasar Kaum Milenial
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Hukum - Dibaca: 274 kali

Eky Pitung: Deklarasi Gerakan Anti Islamofobia dan Representasi Ummat

Sebelum Ada Resolusi PBB Melawan Islamophobia, Saya Sudah Bersuara.

"Saya mengapresiasi deklarasi gerakan nasional anti islamofobia ( GNAI ). Sebagai aktifis ke- Betawian- saya mengamati bahwa islamofobia dimulai dengan pelemahan terhadap Islam dan tokoh tokohnya, misalnya pelemahan terhadap ulama, dan suatu gerakan kepada pesantren pesantren yang seolah olah membunuh karakter keislamannya dengan menganggap Islam teroris, radikal dan seterusnya, padahal ini sejatinya itu suatu gerakan islamophobia," tegas Aktifis Bamus Betawi, Jum'at (15/7/2022).

Pernyataan Bang Eky Pitung tersebut menanggapi Deklarasi GNAI yang berlangsung di aula Buya Hamka, Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Menurut Eky, Sebelum PBB mengeluarkan resolusi dan UU melawan islamophobia, tahun tahun sebelumnya, saya telah menyatakan menolak terhadap apa yang disebut islamophobia. Lalu ketika ormas Syarikat Islam ( SI) menyuarakan, setelah itu terbentuklah desk Anti Islamophobia dan sayapun bagian yang terus menyuarakan anti islamofobia itu.

"Miris ya Islam di Indonesia itu mayoritas tapi ghiroh, paham, nafas dan jiwanya seperti minoritas. Padahal fisiknya mayoritas. seharusnya kita menjaga Islam," ungkapnya kepada sejumlah media usai deklarasi.

Ditambahkan olehnya, Gerakan Anti islamophobia itu sebenarnya merupakan bentuk rasa tanggung jawab kita sebagai mayoritas. Memang ada narasi narasi atau faham faham yang sengaja mendeskriditkan agama tetentu( Islam). Tapi kenapa di agama yang lain tidak pernah ada, bahkan nyaris tidak ada hal seperti itu. Juga kenapa ada pembiaran, Islam agama kita yang mayoritas ini seolah olah menjadi penghalang pemerintah, seolah olah biang keonaran. Setelah dilihat kemaren ada gerakan 212, yang ini sebenarnya merupakan bentuk rasa tanggung jawab kita sebagai umat Islam untuk menjaga aqidah dan ajaran ajaran syariat syariat Islam. 

"Sebenarnya umat Islam tidak pernah mengganggu' agama lain dan juga tidak pernah memulai membikin rusuh, namun bila dilihatnya ada sesuatu sudah diambang batas kesabaran umat Islam, baru umat Islam itu melakukan gerakan moral," tandas pria yang kerap berpeci merah ini.

Prihal bicara ukhuwah Islamiyyah dan persatuan umat Islam dikaitkan dengan gerakan anti islamofobia, Eky Pitung berpendapat, Allah menciptakan manusia itu bersuku suku dan berbangsa bangsa serta berfirqah firqah, berkontak kotak, namun memang  perlu kita sadari bahwa gerakan seperti ini harus ditumbuhkan dari sekarang.

"Gerakan ini harus dipulikasikan dan disuarakan terus menerus, karena kita saat ini sudah generasi tik tok. Dalam kondisi era serba digital dan medsos ini, edukasi Tentang keislaman perlu ditingkatkan, perlu literasi  yang mencerahkan sehingga dengan kemajuan digital ini juga narasi tentang Islam, Islamofobia dan Anti Islamophobia dipahami dengan benar oleh kaum milenial dan generasi tik tok, yang kemudian menjadi kekuatan dakwah menuju masa depan yang lebih beradab," pungkas Bang Eky. ( Harun ).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)