Beranda » Opini » Cinta Diatas Cinta

Selasa, 12 Juli 2022 - 22:57:07 WIB
Cinta Diatas Cinta
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Opini - Dibaca: 210 kali

Cinta Diatas Cinta

Oleh Masud HMN*)
 
Seketika Nabi Muhammad Shallahu waalihi wassalam akan menghembuskan nafas yang terachir tersiarlah kabar dar mulut ke mulut, bahwa Nabi SAW sudah meninggal. Timbul ketidak percayaan berita itu, sebelum pengumuman resmi. Banyak yang ketakutan pada seorang sahabat Nabi yang terkenal Umar bin Khatab, pasalnya ia akan marah, bila mengatakan kabar itu kalau salah.
 
Alkisah datanglah sahabat yang paling dekat membuat 
pengumuman. Bahwa Nabi sudah wafat. Pengmuman itu diiringi dengan kata : “ Barang siapa cinta kepada Muhmmad , saat ini Muhammad sudah meninggalkan kita untuk selamanya. Tetapi kalau cinta kepada Allah, Allah akan tetap hidup selamanya “ Umar bin Khatab pun termenung dan memasukkan pedang kedalam sarungnya seraya badannya terkulai lemah.
 
Seperti kita mnegetahui orang takut atau khawatir jika Sahabat Umar bin Khatab mengamuk.Tiada orang yang bisa melarangnya.Hanya Abu Bakar Shiddiq saja yang punya wibawa terhadap Sahabat Umar bin Khatab tersebut. Syukurlah itu terjadi Mengalami kepanikan diluar anggapan ; Mendadak dan tidak diduga. Hingga bingung dan tidak tahu apa yang harus segera dilakukan.
 
Begitulah kisah yang diceritakan guru penulis waktu disekolah Dasar  dahulu.Teringat cerita itu. Cinta diatas segala cinta kepada Allah. Intinya betapapun cinta kepada Allah yang Maha kuasa diatas segalanya, Nabi Muhmmad sekalipun. Intinya tiada cinta paling tinggi 
kecuali cinta kepada Allah SWT semata. Kata Buya Hamka aku hidup karena engkau dan aku mati adalah
mengenang engkau. Itu ditulis dalam bukunya berjudul Tenggelanya Kapal Vanderwyck, buku yang terkenal pada jamannya.
 
Kata itu dari Zainuddin kepada Hayati dua tokoh diangkat darl roman cinta, dua insan yang diamuk rasa cinta yang berakhir dengan tenggelamnya kapal vanderwyc di laut Jawa tersebut.
 
Kisah cinta dua insan tersebut oleh Buya Hamka alm. Sangat menarik dan religius. Hingga kita jadi termenung menung apa sebenarnya yang terjadi, Cinta diatas cinta.
Ada hubungannya dengan chabar dua insan yang berbeda. Kisah cinta yang tidak tercapai kejenjang lebih tinggi. Meski cinta kasih hangat menyala dalam dua lubuk hati Dua makhluk manusia tapi (Qullu man ' alaiha  faan wayabqa wajhu rabbika zuljalaali walikraam ( semua yang ada di bumi ini adalah fana (tidak kekal) dan yang kekal ialah zat yang abadi ). Surat cinta menampilkan makna cinta manusia ada fana yakni tidak kekal.
 
Dari Zainuddin kepada Hayati dalam buku berjudul Tengggelamyna kapal vanderwyc yang kesohor itu,
Rasanya tidak sekadar itu roman Hamka tersebut. Cerita kisah roman tersebut menimbulkan inspirasi kita semua. Yakni tidak terbatas pada sosok duniawi, tetapi pada sisi religius yang mendalam. Tuhan dan manusia, Yang berlatar belakang duniawi, dan religiusitas yang dalam 
Apakah manusia akan mencintai dunia dengan melupakan ukhrawi ? Pertanyaan yang muncul. Apa sebenarnya cinta diatas cinta itu? Kemana diarahkan cinta yang sejati, pada duniawikah atu ada yang lain dari itu yaitu ukhrawi.
 
Sampailah kita pada kesimpulan, kata Abubakar Shiddiq diawal artikel ini.Yaitu kalau cinta kepada yang lain akan fanaa dan cinta kepada Allah akan baqaa abadi dan kekal selamanya, Wallahu a'lam bissawab.
 
Jakarta 7 Juli 2022
 
*)Penulis adalah Doktor dan Dosen Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka Jakarta.                      Email: masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)