Beranda » Ekonomi » Moh. Jumhur Hidayat: Demokrasi Kita Belum Ideal

Senin, 04 Juli 2022 - 08:20:42 WIB
Moh. Jumhur Hidayat: Demokrasi Kita Belum Ideal
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 229 kali

Moh. Jumhur Hidayat: Demokrasi Kita Belum IDEAL

Jakarta, Melayutoday.com,-Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Moh. Jumhur Hidayat mengatakan,
Demokrasi Indonesia saat ini belum menghasilkan keadilan sosial karena demokrasi yang ideal harus menghasilkan keadilan sosial. Dengan demikian  pendapatan perkapita rakyat Indonesia juga belum ideal, yakni Rp 8 juta per orang per bulan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Moh. Jumhur Hidayat saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Kebangsaan bertema "Demokrasi dan Keadilan Sosial" yang diselenggarakan oleh Syarikat Islam ( SI) di Markas Syarikat Islam, Jalan Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Minggu sore (3/7/2022) siang'.

Menurutnya, demokrasi di Indonesia saat ini tidak menghasilkan keadilan sosial karena orang yang berkuasa tidak mau secara subjektif memastikan terjadinya keadilan sosial. "Kalau kita bicara kualitas demokrasi Indonesia hari ini, jauh sekali dari sesuatu yang dianggap ideal," ujar Jumhur.

Dia menambahkan,  adanya sebuah studi yang menjelaskan bahwa demokrasi bisa jalan agak bagus jika pendapatan perkapita rakyatnya sekitar 6.600 dolar AS atau sekitar Rp 8 juta per orang per bulan.

"Jadi kalau bapak-bapak punya anak empat, istri, suami, berarti enam. Berarti per bulannya Rp 48 juta. Nah, kalau Rp 48 juta, kira-kira rakyat Indonesia mirip-mirip segitu penghasilannya, maka demokrasi akan ideal," kata Jumhur.

"Ketika pendapatan rakyat Indonesia per bulan sebesar itu, maka tidak akan mempan lagi dengan money politic atau politik uang," tegas mantan Kepala BNP2TKI ini.

"Nah sekarang ini, kita jauh dari itu. Rakyat kita, sekarang kita baru 4 ribu dolar AS itu artinya sekitar Rp 5 juta per orang per bulan, kalau kita berempat penghasilan kita Rp 20 juta," terangnya.

"Buruh saja, buruh di Jakarta Rp 4,7 juta, atau di Jabodetabek sekitar katakanlah hampir Rp 5 juta, punya anak delapan. Harusnya kalau kita baca income kita hari ini, setiap orang tuh dapat Rp 5 juta, jadi betul-betul kita masih jauh dari demokrasi yang ideal," pungkasnya. ( Harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)