Beranda » Pendidikan » Bila Amal Kita Tertolak

Senin, 04 Juli 2022 - 06:42:18 WIB
Bila Amal Kita Tertolak
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 218 kali

Bila Amal Kita Tertolak

Oleh Masud HMN*)
 
Amal diterima dan tertolak kiranya amat penting disadari. Lantaran tak jarang amal sia sia belaka. Banyak bermal tetapi tidak sukses. Karena itu apa yang menjadi sebab amal tertolak.Kajian yang menghubungkan amal yang diterima dan amal yang ditolak amatlah perlu menjadi perhatian agar amal itu maksmal dalam pelaksanaan. Agar tercapai sesuai apa yang diinginkan dan yang 
dikerjakan. Bukan sebakiknya apa yang diusahakan lain yang didapat. Bila yang diupaykan tak berhasil. Berarti gagal dalam bekerja.
 
Oleh sebab itu berusahalah dengan baik dan cermatlah dalam berkerja. Hal itu sangat sesuai dengan anjuran agama yaitu senantiasa menjaga dan mengawal usaha. Apa pun pekerjaan yang dilakukan. Anda lakukanlah 
dengan benar.
 
Ada tanda tanda bahwa amal yang ditolak, mekipun amalnya banyak.Oleh karena itu seharusnya amal yang kita buat memenuhi syarat yang ditentukan. Agar amal yang dilakukan mendapat imbalan yang diharapkan.

Seperti yang terdapat dalam aquran suarat yang menyebutkan amallusshalihat yaitu perbuatan amal yang baik, Yang dibalas oleh Allah dengan yang baik pula, Bukan sebaliknya, Bukankah kita beramal mengharapkan balasan?  Tentu sejalan dengan amal yang dibuat. Yang baik dibalasi (diijabah) dengan baik. Sejalan dengan janji Allah tak akan memungkirinya. Jangan lupa ada syarat syaratnya yang Harus dipenuhi.Hal itu dan tidak boleh dilupakan maksudnya jangan ditinggalkan.
 
Dijelaskan ada tiga hal. Yaitu (1) yang beramal dengan ridha Allah ikhlas (2) yang ada aturannya menurut apa petunjuk dari nabi (3)  yang berkelanjutan terus menerus Ketiga syarat itu adalah simultan,terikat satu dengan yang lainnya.
 
Pertama, syarat amal yang diijabah yang dikabulkan adalah mencari ridha Allah. Bukan karena hal lain semisal ingin dihormati lantaran suka memberi menyumbang, Suka atau senang dibilang baik hati. Pokoknya diiringi dengan niat selain dari ridha Allah
Soal ini terkait dengan nawaitu atau niat seseorang.Amal haruslah dengan nawaitu mengharpkan imbalan dari Allah semata- mata. Seperti dijelaskan oleh agama amal sesuatu tergantung niat atau nawitunya. "innamal A'malu binniat", itu sesuai niat atau nawaitunya, Amal ditolak karena nawaitunya.
 
Kedua, amal yang tiada ilmunya, Ditolak tak sesuai apa yang diajarkan. Jadi ada hukum yang harus diikuti dari Nabi Muhammad Saw, Umpamanya, sholat harus ikut yang diajarkan oleh Nabi. Kata nabi 'sollu raaitu Muni ushalli, Sholatlah kamu seperti Melihat aku sholat. (Hadits dari riwayat Malik bin Huwairis . Nomor hadits 346).Oleh Imam Bukhari disahihkan dalam kitab bernama Bhulughul Maram. Mengutip hadits Rasullah diatas. Demikian Imam Bukhari.
 
Maka menjadi jelas, artinya hukum yang harus ditegakkan.Tidak boleh diluar hukum hukum yang berlaku. Beramal yang menurut hukum itu wajib dilakukan Beramal itu harus berilmu.
 
Ketiga, terus menerus atau continyu.Bermal itu harus berkelanjutan. Maksudnya, tidak boleh setengah setenagah hati. Seperti kadang kadang mau kadang tidak mau.Dengan meminjam ungkapan filsafat yaitu forenstan berkelanjutan. Tidak berupaya untuk berkelanjutantan, atau kontinuitas. Maksudnya, jangan hanya bila ada kesempatan.
 
Demkianlah seharusnya jika amal ingin diijabah atau dikabulkan. Syarat dan rukunnya dipenuhi.Kalau tidak, maka amal tidak akan dikabulkan karena tidak memenuihi kriteria.Karenanya kita tidak ingin amal ditolak. Beramallah sesuai dengan niat, rukun dan berkelanjutan. Inilah kriteria amal yang sukses dan 
berhasil.Baik berbentuk fi'il (perbuatan), bacaan, niat rukun tertib dan seterusanya, Telah komplit dan sempurna demikian itu berarti telah dilakukan dengan baik. Kemudian baru kita berdo'a agar amal dikabulkan.
Akhirnya, marilah setiap amal perbuatan ikuti syarat dan rukun, ikhlas, Dan berkalanjutan. Demikialah syarat yang harus ditunaikan. Berniat yang benar, berilmu sungguh sungguh. Sukses akan datang.Insha Allah !
 
Jakarta 1 Juli 2022
 

*) Penulis, adalah Dosen Pascasarjana Univ. Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta.
Email: masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)