Beranda » Teknologi » Pandangan Tokoh Rencana Pembangunan PLTA di Kabupaten Lahat

Selasa, 21 Juni 2022 - 09:21:55 WIB
Pandangan Tokoh Rencana Pembangunan PLTA di Kabupaten Lahat
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Teknologi - Dibaca: 27 kali

Pandangan Tokoh Setempat Tentang Rencana Pembangunan PLTA di Kabupaten Lahat

Jakarta, Melayutoday.com,- Gayung bersambut atas rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air ( PLTA) di kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

Wan Al- Kadri, tokoh masyarakat Kim Kim Area Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, menanggapi rencana pembangunan PLTA dengan komentar positif dan setuju.

Menurut Wan Al- Kadri ada nama seorang yang ahli tentang pengembangan PLTA di daerah Kim Kim area, Sumsel adalah Prof. Burhan Junaedi. Saya melihatnya begini, bahwa potensi sumber daya air dikirim sepanjang hari sepanjang tahun, baik musim kemarau Musim hujan airnya itu masih mengalir konstan, ini  sudah dihitung oleh Profesor Junaidi, maka untuk keberlanjutan perlu dibuatkan energi power ( hydropower ), yakni energi yang terbarukan. 

Menurut Wan Alkadri, selama ini air dari Bukit Barisan tetap mengalir setiap tahun sampai ke sungai Musi. Hal ini merupakan nilai tambah sedikit untuk air minum manusia untuk air minum ternak dan  ikan lalu untuk mengairi sawah.

"Maka tepatlah jika ini dimanfaatkan nanti menjadi pusat listrik tenaga air yang nanti bisa connect dengan jaringan Sutet yang dibangun atau PLN sekarang," ungkap mantan pejabat di Kementerian Kesehatan ini.

Perlu diketahui bahwa PLN selama ini masih mengandalkan tenaga batubara padahal sudah mulai harus dibatasi tenaga fosil itu karena punya pengaruh terhadap perubahan iklim ( climate change).

"Jadi secara bertahap tetap dipakai kemudian nantinya dibangun  tenaga air. Dan hingga kini  Sumatera Selatan tetap menjadi lumbung energi nasional. Bahkan, tenaga uap yang berkapasitas 140 MW sangat cukup  untuk membantu listrik di wilayah Sumatera Selatan. Listrik dulu kita memakai tenaga diesel dimana tenaga diesel dari batubara tidak lagi dipakai untuk PLTA tapi batubara itu tetap dipakai dirubah menjadi bahan kimia jadi gas," tambah Alkadri.

"Maka saya setuju ide membangun PLTA adalah potensial sekali. Kabupaten Lahat  dikatakan mengalir 7 anak sungai yang muaranya ada di sungai Kikim," ungkapnya lagi.

Alkadri menguraikan jika nanti terealisasi  pembangunan PLTA atas kerjasama dengan investor Malaysia, hal ini bisa terjadi perluasan areal persawahan sehingga bisa meningkatkan pertanian, perikanan, begitu juga dapat meningkatkan sektor pariwisata. Apalagi nanti jalan tol dari Muara Enim sampai ke Linggau Palembang  yang berjarak 120 kilo meter dapat yang tadinya ditempuh 5 jam, nanti paling tidak dua jam dari Muara Enim lewat Kabupaten Lahat. 

Lewat kabupaten lahat 40 kilo meter sehingga produksi dikirim bisa diangkut lewat Jalan Trans Sumatera bagian tengah namun bisa juga diangkut dengan kereta api.

Jadi, produksinya nanti akan meningkat, harga bersaing karena biaya transport murah. Sementara potensi SDM kita masih perlu ditingkatkan mungkin karena daerah itu susah,   tidak sekolah di Dusun tapi sekolah di Lahat, Palembang dan Jakarta.

"Mereka para perantau banyak yang berhasil karena tahan banting, sukses sekolah tapi masih jalan dewe-dewe, makanya kita upayakan ada organisasi-organisasi untuk saling memberikan informasi yang bermanfaat. Misalnya, rektor Universitas Islam di Jogja lalu Universitas Trisakti ternyata orang Kim Kim area," kata Alkadri usai menghadiri acara halal bihalal keluarga Kim Kim di gedung Slog Polri, Jakarta timur, Minggu (19/6/2022) siang'.

" Saya cukup  sebagai motivator agar Kim Kim terus berkembang lebih maju dan sejahtera," pungkas Wan Alkadri. ( Harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)