Beranda » Teknologi » Dr Ir. Abdul Hafid Paronda Optimis Perguruan Tinggi Islam Akan Cerah

Minggu, 12 Juni 2022 - 11:32:43 WIB
Dr Ir. Abdul Hafid Paronda Optimis Perguruan Tinggi Islam Akan Cerah
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Teknologi - Dibaca: 57 kali

Dr. Ir. Abdul Hafid Paronda: Masa Depan Perguruan Tinggi Islam Cerah

Jakarta,- Melayutoday.com,- Berbicara tentang perguruan tinggi Islam di Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk hebat. Hal ini bisa terwujud jika sumberdaya yang ada betul betul dikerahkan secara optimal. Maka akan menghasilkan kinerja kinerja yang luar biasa.
Dr. Ir. Abdul Hafid Paronda, pria asli Bugis ini adalah seorang akademisi yang kini menjadi dosen di universitas Islam "45" ( UNISMA) Bekasi. Ia berbicara agak detail tentang kondisi perguruan tinggi Islam yang ada di negeri ini.

Kepada melayutoday.com, mantan dosen di Universitas Muslim Indonesia ( UMI) Sulawesi Selatan ini dalam
Menjawab pertanyaan tentang proyeksi masa depan perguruan tinggi Islam  menghadapi tantangan jaman, Hafid berkisah seputar pengalaman mengajar di Universitas Muslim Indonesia ( UMI). Ia bercerita, meskipun bukan menjadi alumni umi, tapi saya lihat dari dekat bagaimana perkembangan UMI yang sejak dulu sudah terkenal dengan perguruan tinggi Islam terbesar di Indonesia timur hingga saat ini.

"Kami dengar bahwa UMI sudah memiliki lebih 55 jurusan bidang studi, jumlah  guru besar ( Profesor) sudah lebih dari 50 orang dan alumni nya telah menyebar ke seluruh Indonesia dengan berbagai profesi sebagian ada yang berperan sebagai pemegang tata kelola negara di negeri ini," ungkap dosen jebolan ITB ini saat ditemui pada Halal bihalal Idul Fitri 1443 H IKA UMI, Sabtu ( 4/6/2022) di hotel Grand Cempaka Jakarta.
 
Menurutnya, Kami melihat prospek UMI akan lebih maju kedepan dan punya daya saing yang baik, termasuk juga perguruan tinggi Islam lainnya, asalkan mampu mengembangkan secara optimal potensi sumberdaya yang ada. Di universitas yang berdiri pada tahun 1954 ini, saya pernah menjadi pengajar di sana yakni di fakultas teknik elektro karena kebetulan itu adalah spesialisasi saya. Saya pernah juga dekat dengan beberapa orang yang pernah menjabat sebagai rektor . Karena saya kerap berkomunikasi dengan mereka. Saya asli kelahiran Bugis.  kini menjadi dosen di UNISMA "45" Bekasi.

Kembali ke persoalan substansi yaitu tentang bagaimana Seharusnya perguruan tinggi Islam di Indonesia itu bisa menjadi hebat, kalau semua sumber daya dikelola dan dikerahkan dengan baik, maka akan tampil dengan kinerja kinerja yang luar biasa. Termasuk universitas Muslim Indonesia.

Kenapa belum sehebat apa yang kita impikan? karena mungkin ada kondisi tertentu yang belum terlalu optimal yang disebabkan belum seluruh sumberdaya kita kerahkan. "Tapi perguruan tinggi Islam di negeri ini saya nilai telah banyak mengalami lompatan kedepan," aku Hafid pada melayutoday.com.

Namun begitu, tambahnya,  kita perlu melakukan apa yang dinamakan sustainable development ( merawat keberlanjutan dan mengembangkan) dengan cara mengevaluasi setiap proses yang sudah  dilakukan.

Lantas bagaimana  Kedepan nasib perguruan tinggi Islam termasuk umi dalam sistem pendidikan seperti sekarang ini? Menurut Hafiz, disini sangat terbuka untuk maju. Di era kebijakan Mendikbud saat ini yakni merdeka belajar dan kampus merdeka  ( MBKM) ini, maka orang semakin mendapat kesempatan ruang terbuka untuk mengembangkan diri. 

"Jadi skill yang ada bisa dikuatkan dan dikembangkan menjadi kompetensi, dan kemampuan itu betul betul bisa dikuasai dan sebagai modal untuk mengisi kegiatan pembangunan di setiap sektor," jelas Hafid.

Apalagi, sambung Hafid, di era teknologi informasi saat ini, semua orang bisa mengembangkan dibidang digital, sekarang peluang terbuka sudah ada lewat aplikasi internet asalkan kita mau dan tekun menjalankan peran profesinya dan selalu kreatif merespon tantangan tantangan yang ada apalagi dengan penguatan sinergi jaringan ( networking ), jika ini dilakukan dengan optimal.

"Maka umi dan perguruan tinggi swasta Islam lainnya dapat melakukan hal itu asalkan tekun, kreatif merespon tantangan yang ada serta memperkuat sinergi melalui networking yang baik," pungkas Abdul Hafid Paronda. ( Harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)