Beranda » Pendidikan » Bahasa Persatuan

Kamis, 02 Juni 2022 - 18:54:01 WIB
Bahasa Persatuan
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 42 kali

Bahasa Persatuan

Oleh Masud HMN*)
 
Bahasa sebagai alat komunikasi akan meningkatkan persatuan. Ia menjadi alat saling pengertian dan penyampai gagasan ( Comunication idea among them). Bagaimana Asean sudahkah memiliki bahasa persatuan
itu ? Semakin relevan perlumya persatuan Asean
diantara problem yang ada. Hal itu sebagai penting daya ikat antar negara Misalnya yang membuat Negara itu saling mempertimbangkan kepentingan.Kita bayangkan hampir empat ratus juta totalitas penduduk bermukim di wilayah ini . Semuanya bekas jajahan asing. Terkecuali 
Thailand yang tak pernah dijajah. Tentu ada tangan tangan asing tersebut masih berpengaruh.Sebab lazimnya penjajah itu meninggalkan bom waktu. Yang sewaktu waktu menimbulkan masalah. Kalau tidak kita memikirkannya , siapa lagi. Apakah ada orang lain yang memikirkan nasib masa depan Indonesia. Mustahil itu.
Misalnya menjadi orang yang mana saja, berlagak seorang yang taat Berpakain jubah dan berjeggot. Menjadi pengkhotbah memeberi fatwa agama Sana sini.
Tetapi perangainya tidak sama orang alim. Pembohong dan munafik. Yang ia ( Buya ) menyebutnya “preman berjubah”. Yang tidak sesuai lahir dengan batin.Alangkah pahit memang ucapan Buya Syafii Maarif demikian.
Tertuju kepada umat muslim yang moral ethiknya lancing lain diluar lain di dalam. Lancung pepat diluar dan runcing didalam. Moral teologis beragama sesuai dengan nilai yang diajarkan (norma ethic) sama dengan prilaku ethic yang dilaksanakan. Itulah pandangan hidup yang dianut Buya.
 
Ulil Abshar Abdalla, Lapensdam Nahdatul Ulama mengistilahkan “moral etik”.Yaitu sikap Buya Syafii Maarif dalam beragama. Maksudnya selaras antara nilai dan perbuatan. Demikian kata Uli Abshar. Menarik sikap atau pandangan Buya menurut penulis ada tiga hal yaitu: 
Pertama, soal kegundahan beliau tentang dasar Negara 
Pancasila berkaitan dengan keadilan sesama. Terdapat 
penerapan yang timpang . Harus diterapkan azas yang 
seimbang, sulit tanpa bahasa yang resmi terbentuknya 
perpaduan bila tiada bahasa pengikatnya.Tujuannya yaitu mengikat persatuan untuk mencapai masa depan. Asean menjadi perkumpulan bangsa bangsa yang maju . Tidak sekadar perhimpunan biasa.Demikian inti dari gagasan Ismail Jakob, Perdana Menteri Malaysia yang Disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara. Dalam posisi jumlah penduduk  terbesar dalam perhimpunan bangsa Asean, Saya menganggap usul itu bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi Asean, simpatik dan urgent. Oleh karena itu perlu didukung oleh Indonesia. Apatah lagi bahasa Indonesia 
berdasar dari Sumpah Pemuda. Bahasa Indonesa berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Melayu adalah bahasa yang kuat didunia. Disamping itu bahasa Melayu adalah asal muasal Bahasa Indonesia dan adanya Malaysia tidak hanya jiran tetapi keluarga.
 
Jakarta I Juni 2022
 
Masud HMN adala Doktor dan Dosen Pascasarjana Univ Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta. Email:  masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)