Beranda » Megapolitan » Cut Aviyanti, SE, MM, Wabendum DPW Partai Berkarya DKI: Fokus Pemberdayaan UMKM

Rabu, 25 Mei 2022 - 21:48:44 WIB
Cut Aviyanti, SE, MM, Wabendum DPW Partai Berkarya DKI: Fokus Pemberdayaan UMKM
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Megapolitan - Dibaca: 162 kali

Cut Aviyanti, SE, MM, Wakil Bendahara DPW Partai Berkarya DKI Fokus Pemberdayaan UMKM

Jakarta-, Melayutoday.com,- Ditengah Bimbingan Teknis ( Bimtek) dan Munaslub Partai 'berkarya, Rabu (25)5/2022) di hotel Sahid Jaya, Jakarta. Sejumlah media hadir mewancarai para pengurus dan anggota DPRD dari partai dibawah komando Mayjen Purn. TNI Muchdi PR tersebut.

Wakil Bendahara Umum DPW Partai Berkarya DKI Jakarta, Cut Aviyanti, SE, MM mengatakan bahwa dirinya fokus dalam memberdayakan UMKM di wilayah DKI Jakarta, yang bergerak  Dalam Bidang Usaha Legalitas Mudah Indonesia, fashion  serta restoran. 
 
" Partai Berkarya DKI saat ini sedang menggalakkan tumbuh kembangnya UMKM. Mereka kami berdayakan bidang usahanya dengan memberikan pelatihan, mensurvey tempat usaha, membuatkan website dan memberikan kiat kiat pemasaran serta diakseskan ke permodalan,. Ini menyangkut Pemulihan ekonomi kita yang saat ini banyak dikontribusi oleh kaum perempuan. Mereka bergerak di UMKM dalam membangkitkan ekonomi keluarga dan bangsa,” ujar Cut Aviyanti.

"Dan sebagai bangsa  bagi saya NKRI adalah harga mati, tidak ada kata lain, saya ulangi lagi bahwa bangsa Indonesia, NKRI adalah harga mati."

Cut Aviyanti mengharapkan pasca Munaslub seluruh pengurus dan warga Partai Berkarya harus taat pada konstitusi Partai yang tercantum dalam Anggaran Dasar ( AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART)  yang telah direvisi  pada  Rapimnas 1 dan Rapimnas 2 Partai. "Jika kita tidak taat pada konstitusi Partai maka Partai Berkarya akan diterpa konflik dan sulit bersatu," pungkasnya .   ( Harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)