Beranda » Budaya » Jangan Terlantarkan Situs Keraton dan Kerajaan Madura

Rabu, 25 Mei 2022 - 00:12:30 WIB
Jangan Terlantarkan Situs Keraton dan Kerajaan Madura
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Budaya - Dibaca: 172 kali

Kiyai Miftah: Jangan Terlantarkan Situs Keraton dan Kerajaan Madura

Jakarta, Melayutoday.com,- Simposium Nasional Raja dan Sultan pada 18-20 Mei 2022 lalu, banyak menguak keberadaan sejarah dan situs situs penting  dari berbagai daerah, salah satunya adalah ungkapan Kiyai Miftah dari keturunan Kerajaan Parupuh di Pamekasan Madura.

Kepada melayutoday.com, trah Kerajaan Parupuh ke-18 ini mengungkapkan, harapan kami pasca mengikuti simposium Nasional tersebut, situs situs peninggalan kerajaan Madura agar mendapatkan perhatian dan pemeliharaan dari Pemerintah sehingga terjadi keberlangsungan sejarah. " Sebenarnya sebagian situs situs itu masih ada, hanya diterkantarkan, jika kita tidak memelihara maka semakin lama semakin hilang," ungkap Kiyai Miftah.
 
Menurut penuturan Kiyai Miftah, dulu di Kerajaan Madura terdapat dua buah Peningggalan Kitab Daun Lontar Kuno. Yakni; satu Kitab Yang Berisikan Prasasti Kerajaan Dan Keris Pusaka Kraton yang berasal Dari Majapahit Di Ambil Oleh Presiden Sukarno. Sedangkan yang satu lagi, Daun lontar berisikan Cerita Para Nabi Dan Syariat Islam Sebagai Metode Penyebaran Islam Yg Dilakukan Oleh Raja Aryo Menak Senoyo Di Madura. Lontar yang kedua ini Berada Di museum Kota Pamekasan hingga saat ini.

"Kami Berharap Benda benda Pusaka Tersebut dan Pusaka pusaka Kerajaan Parupuh Lainya yang Ada di Berbagai Pihak agar Senantiasa Bisa Dikembalikan Ke Tempat Kami Kembali," pinta Kiyai Miftah.
 
Kiyai Miftah berharap mendapatkan Perhatian Dari Pemerintah Untuk selanjutnya dapat Didirikan Semacam Museum Pendidikan bagi Anak-anak Muda, Pelajar guna Lebih Memudahkan edukasi dan Penelusuran Sejarah Kerajaan Parupuh Madura Ini Secara Lebih Jelas,  Lengkap Dan Lebih Akurat Sehingga Menjadi Tempat Wisata Sejarah Dan Reliji Yang Layak bagi masyarakat.
 
"Kalau tidak diupayakan pengenalan serta edukasi lewat museum maka anak anak kita akhirnya sudah tidak mengenal sejarah leluhurnya dan mereka menjadi asing,"ungkap Miftah.

Ditambahkan oleh Miftah, kerajaan parupuh Pamekasan Madura berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya para pinisepuh. Dala Dalam Bahasa Madura Proppo Sebagai Tempat Para Seppo yang  bersusur Galur Dari Brawijaya V Raja Majapahit, Arya Damar/Arya Dilah Sultan Palembang,  Aryo Menak Senoyo Raja Parupuh Pamekasan Madura Yang Menurunkan Raja Raja Di Madura. Parupuh Pamekasan bersilsilah ke kerajaan Majapahit di saat detik detik keruntuhannya. Berikut ada irisan dengan kerajaan Sriwijaya di Palembang Sumatera Selatan. Dari Aryo Menak Senoyo inilah menurunkan raja'raja'di Madura.

Menurut Prof.  KH. Agus Sunyoto Pakar Sejarah,  Saat Silaturrohmi 5 Tahun Yang Lalu, Bahwa Semua Keturunan Arya Damar/Arya Abdillah/Arya Dilah Beragama Islam,  Dan Beliaulah Yang Berhasil Mensyiarkan Islam Di Sumatra Karena Beliau Mengenal Budaya , Sehingga Islam Mudah Diterima Oleh Masyarakat Setempat Dan Berkembang Pesat. Menurut Alkisah Leluhur Perjalanannya Aryo Menak Senoyo dari Palembang Ke Madura Menaiki Ikan Mondung ( Ikan Hiu).

"Kami Sudah Membuat Yayasan Bujuk Gayam "Aryo Menak Senoyo" Desa Proppo Kec Proppo Kab Pamekasan Madura Sebagai Wadah untuk Menaungi Seluruh Keturunan Raja Aryo Menak Senoyo dimanapun Berada," kata Miftah.

Menurut Kiyai Miftah, Agenda Rutin Tahunan kami harapkan dapat Menjadi Sarana Silaturrohim Setiap Tanggal 24 malam 25 bulan Rajab yang Merupakan Haul Bujuk Gayam ini dalam Rangka Mengenang Dan Meneladani Perjuangan Leluhur dalam  Mengayomi Masyarakatnya baik dalam melakukan Syi'ar Islam Dan Juga Pemerintahan Serta Sebagai Ungkapan rasa Terma kasih Dan Rasa Syukur Kami hingga Kami Dapat Menikmati Kehidupan Seperti Sekarang Ini dalam Keadaan Memeluk Agama Islam.
 
"Selain Itu Juga Ada Kegiatan Rokad Sumur Keraton,  Sumur Keputren Dan Sumur Tempat Minumnya Kuda.  Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW,  Tadarus Dan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha,"pungkas Miftah.( Harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)