Beranda » Pendidikan » Budaya Transformatif

Senin, 23 Mei 2022 - 11:17:39 WIB
Budaya Transformatif
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 69 kali

Budaya Transformatif 
 
Oleh Masud HMN*)
 
Apa Dibenarkan budaya politik transformative ? Kalau bisa dibenarkan bagaimana caranya? Bagaimana menjawabnya? jadi persoalan tentunyaUngkapan budaya baru itu disebut adalah ungkapan budaya transformative. Atau dilabelkan juga budaya 
alternative. Lantaran istilah itu agak belakangan ditemukan ketimbang budya lain. Artinya atau maksudnya budaya transformative itu adalah penyesuaian dari perkembangan dari 
satu konsep budaya.Misalnya istiqamah prinsip baku ,tetap dan permanent. Tidak berubah ubah, seperti apa adanya.
 
Memimjam pepatah adat dibubut layu di pindan anjak mati. Takrifnya tidak dapat berubah dan di pindahkan. Karena akan rusak dan matiYang demikian digolongkan adat yang usalli yang asli orginil. Yaitu seperti utang berbayar atau dosa disembah. Utang lunas harus berbayar dosa hapus kalau diminta ampun atau disembah.Lain tidak bisa Adat terjolli adalah adat yang disesuaikan,lain negeri lain adatnya.Lain lubuk lain ikannya. Beda padang beda belalangnya.Terhgantung keadaan dimana situasi itu. Bukan problem bila diganti dengan yang baru Itulah defenisi adat,ada usaly dan terjoli.atau berubah. Dapat di konversi istilah lainnya,atau disamakan. Ungkapan adat yang mengatakan buliah bakisa duduak asal dilapik sahalai. Buliah bakisa tagak 
asal ditanah nan sabingkah. ( boleh berkisar duduk asal ditikar yang sehelai atau sama beleh berpindah tegak asal ditanah yang sebingkah atau sama) Itu adalah adat terjoli ( aliran) bukan usolli 
(asli).
 
Ungkapan tersebut identik istilah budaya alternative. Sama itu tetapi berbeda.Kata ketua partai pembangkang Malaysia sering 
kata itu berubah jadi penipuan. Ia mengutip ungkapan salah seorang budayawan Malaysia mendakap kepalsuan atau menajisi kebenaran.Menurut dia. Sering kita mengatakn kalau pejabat 
menerima uang jutaan kita namakan itu komisi. Sementara sopir dijalan dikutip polisi sepuluh ringgit kita namakan korupsi.Kita katakan adanya korupsi tidak boleh. Artinya mendakap memeluk ketidak adilan dan menajisi kebenaran adalah membusukkan 
kebenaran. Satu perbuatan yan g dilarang. Untuk pejabat atau yang lain. Begitu kata Anwar Ibrahim.
 
Akhirnya kebenaran harus ditegakkan. Kata atau budaya transformative harus diukur dengan tujuannya.Tidak sekadar melihat budaya itu sendiri Dibolehkan kalau budaya tersebut punya esensi Berguna dan tidak prisip dasar. Tidak dibolehkan 
atau dilarang kalau untuk akal akalan. Hanya akan mendakap kepalsuan dan menajisi kebenaran. Kita harus tentang.

Jakarta 21 May 2022
 
*) Masud HMN adalah Doktor Dosen Universitas 
Muhammadiyah Prof Dr Hamka Jakarta

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)