Beranda » PROFIL » Macan Asia

Minggu, 15 Mei 2022 - 20:30:35 WIB
Macan Asia
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: PROFIL - Dibaca: 59 kali

Macan Asia

Oleh Masud HMN*)

Dulu di era Presiden Soeharto sebutan macan Asia ada di tangan Indonesia. Namun Seketika pertumbuhan ekonomi Malaysia kini meningkat tajam, maka sebutan macan Asia disandang Malaysia. Indikasinya  adalah Negara yang galak dan kuat .Siap memakan atau mengalahkan negara mana saja di Asia.
 
Perdana Menteri dibawah Perdana Menteri (PM) Mahathir Muhammad dan tidak suka dengan istilah Macan Asia itu.Sebabnya adalah macan itu adalah binatang, predator suka memangsa. Apakah Malaysia suka memangsa bangsa lain? Tanya Mahathir dalam suatu kesempatan.

Makna yang benar ialah ekonomi yang bertumbuh dan pertumbuhan itu kuat dibandingkan dengan negara lain. Pertumbuhan  ekonomi yang dapat dibanggakan. Era itulah masa keemasan Malaysia’ dimanaPertumbuhan ekonomi yang cukup baik, namun saat ini hal itu sudah selesai, dan kini Malaysia menghadapi masa baru yang tidak sama.Situasi politik yang tidak stabil ganti berganti pemimpin kini berubah membuat negeri yang dulu dikenal dengan negeri Semenanjung Malaka itu sama kini dengan Negara lain, Tidak kuat seperti dahulu.

Itulah masa yang beralih dan waktu yang berubah.Era pandemic, konflik politik, bencana banjir mengganggu Malaysia. Sehingga memBikin Perdana Menteri (PM) Ismail Sabri Jakob pusing memikirkan jalan keluarnya. 

Hingga sekarang dia tidak dapat berbuat banyak,Yaitu masa penghkidmatan menjelang Pilihan Raya Umum (PRU) setahun lagi terdapat situasi politik pandemic, bencana banjir yang luar biasa. Satu masalah dengan yang lain saling berhubungan.
 
Menjadi beban PM Ismail Sabri Yakob.Kondisi politik dengan leluasanya lompat partai, kerajaan jatuh sewaktu waktu bila suara pindah ke partai lain. Sehingga hilang mayoritas pemerintah jatuh dan berganti. Problem tetap terbengkalai Pandemi yang belum selesai masalah baru ditangani. Disamping ada bencana banjr yang luar biasa. Penting diusahakan jalan keluar bai orang supaya dapat berkerja. Sebab bila tidak,  akan merontokkan ekonomi Negara lantaran pengangguran meningkat tajam. Persoalan semacam ini tidak dijumpai di masa Mahathir Muhammad
menjadi PM. Masa damai dan tenteram berlaku pada masa itu. Sehingga wajarlah konsentrasi pada bidang ekonomi saja.

Pada masa itu PM Mahathir  sebenarnya menolak Malaysia digelari “ Macan Asia”. Namun, Sekarang diulang lagi  ketidak sukaan itu, Inilah yang membuat orang heran. Kenapa tidak dari dulu, Sekarang ia ucapkan tak relevant lagikita berpendapat hanya berlaku pada masanya. TIdak berlaku pada masa sekarang. Wallahu a'lam bissawab.

Jakarta 10 May 2022

*) Masud HMN adalah Doktor dan dosen Pascasarjana 
Univ. Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta.Email :
masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)