Beranda » Opini » Frontal dan Vokal

Minggu, 08 Mei 2022 - 17:53:42 WIB
Frontal dan Vokal
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Opini - Dibaca: 42 kali
Frontal dan Vokal

Oleh Masud HMN

Fenomena peranan umat Islam Indonesia ada urgennya.Khususnya 
hubungan dengan pemerintah Indonesia dibanyak bidang. Baik politik ekonomi dan lain lain. Seperti politik dengan sikap pemerintah dengan MUI.Terutama fenomena dalam intolensi dan terorisme. Karena itulah muncul orientasi pemerintah terhadap umat islam serta sebaliknya.

Ada orang yang menyamakan makna frontal dengan vocal.
Apakah makna kata frontal dengan vokal identik atau sama, jelas tidak 
sama, Yang jelas kata frontal sama dengan nakna berhadapan langsung. Ibarat orang berbicara tidak ada antara. Terbuka dan atau nyata adanya.
Sementara makna vocal adalah bicara demgam suara.Vokalnya jelas atau suaranya jelas.
 
Dalam konteks definisi politik, arti frotal dan vocal mirip sama Yakni sama sama berhadapan dalam lawan. Seperti itulah dalam silaturahmi Majelis ulama Indonesia (MUI) di aual Fakultas Pendidikan (FIP) Universitas Muhamadiyah Jakarta, Cireunde, frontal dan vocal itu banyak diungkapkan. Sebenarnya bisa dimengerti. Ini diperbincangkan dalam silaturahmI MUI dengan Muhammadiyah , tanggal 22/4/20222 . Kata atau maknanya 
dihubungkan dengan konteks relasi MUI dan pemerintah.
 
Persoalannya apa itu adalah MUI yang Frontal dan MUI yang Vocal tehadap pemerintah.Sama tujuanya baik, Yang ingin berbuat terbaik untuk bangsa. Hal ini terkesan dari personal Muhammadiyah berposisi Wakil Ketua Umum MUI yang menjabat Ketua PP Muhammadiayah; Ia bernama Dr Buya Anwar Abbas .

Yang sering blak blakan terhadap Pemerintah. Anwar Abbas setuju kalau dikaregorikan Muballigh Indonesia yang anti Pancasila sebagai teroris. Namun ia menolak hal itu ditujukan pada umat Islam saja.Melainkanseluruh yang anti Pancasila berkategori tororis. Baru adil dan benar adanya.
  
Pernyataan Badan Penanggulangan Anti teror (BPNT); Intinya semua sama adil,terhadap siapa saja tanpa kecuali. Menarik yang dikatakan oleh Amirsjah Tambunan, Sekertaris Jenderal (Sekjen) MUI yaitu MUI dan
pemerintah menjaga agar persatuan itu terjaga dengan baik. Jangan 
sampai dirusak. Dalam pikiran Amirsyah Indonesia adalah yang terbaik hubungan dengan masyarakat Islamnya.,` Ada organisasi besar yakni NU dan Muhammadiyah berada dalam satu organisasi ditambah oleh organisasi PUI dan Alwashliyah seta Ittihadiah.Ini sejalan dengan opini Makmun Murad Rektor Universitas Muhamadiah Jakarta ( UMJ) bahwa yang mengatakan keberadaan Muhamadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) dalam MUI amat penting.
 
Selain organisasi yang lain.Apa pula MUI kini adalah menjadi dinamisator umat islam ”Kita menjaga MUI menjadi tetap membantu pemerintah”. Demikian Makmun Murad. Mungkin pendapat Makmun Murad benar yakni upaya menjaga urgensi terutama dengan Muhamadiyah dan NU. Ini symbol, bila rusak apa yang akan terjadi, Singkatnya besar risikonya.
 
Kesimpulannya adalah perlu MUI dan pemerintah yang berkmounikasi 
dengan baik. Hilangkan salah pengertian yang tidak perlu.Sehingga 
hubungan harmonis. Saling pengertian. Semoga !


Jakarta 1 May 2022
 
*) Masud HMN adalah Doktor Dosen Uni.Muhamadiyah Prof Dr 
Hamka (UHAMKA) Jakarta. Email masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)