Beranda » Hukum » Dillema Pemerintah Indonesia

Minggu, 08 Mei 2022 - 15:14:57 WIB
Dillema Pemerintah Indonesia
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Hukum - Dibaca: 69 kali
Dilemma Pemerintah Indonesia

Oleh Masud HMN*)
 
Persoalan terbununya lasykar FPI masih diungkit. Dikaitkan dengan 
Konperensi G 20. Celakanya hajat besar Indonesia tidak tercapai;Karena Amerika memeperoalkannya Pristiwa itu telah terjadi yaitu tahun 2020; Peristiwa pembunuhan dua tahun lalu. Peristiwa sudah berlalu. Namun masih dalam persoalan sampai sekarang Terbunuhnya 5 (lima) lasykar Pembela Islam (FPI) di kilometer 50 tahun 2020 yang lalu dianggap oleh pemerintah Amerika (AS) melanggar hak azazi manusia (HAM).

Dengan menyebut un lover killing Indonesia sudah melakukan pembunuhan yang tidak adil.Pelakunya tanpa diadili dan dihukum atau yang melakukannya dengan cara yang benar dan adil. Itu permasalahannya kejadian belum dan tak pernah tuntas. Sampai kapan ? Tidak ada yang tahu 

Yang pasti adalah menjadi duri dalam daging.Pada waktu terentu membuat kita meradang. Karena sakit. Satu statemen menyakitkan itu berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika itu menyudutkan pemerintah Indonesia. Sebab Indonesia adalah sebuah negara yang menyetujui hak azazi manusia (HAM) Yang seharusnya satu negara menaati hukum internasional, Salah satu nya adalah hak azazi manusia.
 
Disamping yang lain Negara Asing dapat menyalahkan, negara Indonesia adalah pelanggar HAM. Dapat mnenyebabkan Indonesia dikucilkan dalam 
peragaulan dunia.Sangat merugikan Indonesia.

Hal itu sejalan dengan un lover killing yang dituduhkan. Ditambah lagi dengan situasi terakhir Indonesi akan menjadi tuan rumah konperensi internasional G 20,Yang menjadi soal adalah terjadinya pergolakan Ukraina. Yaitu Putin dari Rusia menyerang Ukraina. Amerika dengan blok NATO membela Amerika minta Indonesia menolak Putin dari Rusia agar tidak 
diundang dalam konperensi dunia G 20,Jika diundang maka Amerika 
akan mmblokir konperensi tersebut.Salah satunya adalah Amerika 
tidak akan hadir dalam konperensi inter nasional tersebut, Hal berat 
untuk melakukannya.
 
Karena sangat dilematisnya posisi Indonesia. Betapa dilematisnya Kalau tidak mengundang Vladimir Putin dari Rusia.Bila Putin dari Rusia sampai tak diundang, maka konperensi tidak berhasil,Rusia dan Amerika adalah dua negara penting didalamnya. Dua duanya penting bagi Indonesia; Yang bagus adalah dua Negara raksasa itu yaitu Rusa dan Amerika hadir.
 
Memang konperensi G20 berlansung tahun ini juga akhir Oktober sampai dengan November 2022 di Bali. Pemantauan akhir permasalahan yaitu Indonesia terlibat un lover killing ( pembunuhan kejam) dan hendak mengundang Rusia dan Amerika pada konprensi internasional hingga bulan Januari 2023 di Bali. 
 
Negara tersebut mempunyai masalah berkaitan Rusia menyerang Ukraina dan Amerika membelanya.Dua persoalan tersebut membawa problem bagi Indanesia. Jika tanpa kehadiran salah satu negara besar tersebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak berhasil dengan konperensi G 20 di Bali. Dilema bagi indonesia Sayang sekali sudah susah mempersiapkanya, Minyak habis sambal tak enak . Kata pepatah Melayu’.
 
Jakarta 6 May 2022
 
*)Masud HMN Doktor dan Dosen Pascasarjana Universitas 
Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta. Email :
masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)