Beranda » Budaya » Yayasan Haji Kariem Oei dan Dakwah Muslim Tionghoa

Minggu, 24 April 2022 - 10:00:35 WIB
Yayasan Haji Kariem Oei dan Dakwah Muslim Tionghoa
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Budaya - Dibaca: 62 kali

Yayasan Haji Kariem Oei dan Dakwah Muslim Tionghoa

Jakarta, Melayutoday.com,- Perkembangan dakwah Islam di kalangan muslim Tionghoa di Indonesia menjadi sorotan menarik. H. Kariem Oei merupakan, seorang Muslim keturunan Tionghoa, nasionalis dan cinta tanah air. Dia terkemuka di tahun 1930 an, sebagai pengusaha dan sahabat dekat Bung Karno dan Buya Hamka.

" Karena menganut Islam yang taat dan benar, ayah saya pernah menjadi Konsul ( perwakilan) Muhammadiyah di Bengkulu. Bahkan, ayah juga berperan  menikahkan Bung Karno dengan Ibu Fatmawati," ungkap  Ketua Yayasan Haji Kariem Oei,  H. Ali Kariem Oei, kepada sejumlah media, Sabtu (23/4/2022) malam.

Ditanya prihal lahirnya Yayasan yang membawahi Masjid Lautze ini, putera Haji Kariem Oei mengisahkan bahwa berdirinya Yayasan tersebut atas ide dari H. Yunus Yahya, tokoh muslim Tionghoa pada tahun 1991. Menurut Ali, Selama beberapa tahun ide H. Yunus Yahya kami tolak.

 " Awalnya kami tolak, khawatir menjadi yayasan keluarga, padahal tidak. Setelah itu, kami setuju'lalu berkumpullah tokoh tokoh, maka jadilah yayasan itu," jelas Ali.

Diceritakan oleh Ali Kariem, kenapa diberi nama masjid Lautze,  karena berada di jalan Lautze Jakarta Pusat. Masjid berada dibawah naungannya Yayasan tersebut. Menurut Ali,  Nama nama tokoh pendiri yayasan tercatat: Drs. H. Lukman Harun ( Muhammadiyah), H. Yunus Yahya, KH Alie Yafie ( NU/ MUI), Yunan Helmi Nasution ( Alwasliyah), Fahmi Idris ( KAHMI) dll.

Ditempat yang sama, Pengacara, Dr. Drs. H.M. Anda Hakim, S.H. MH. MBL memandangnya dari segi penyebutan perbedaan istilah Cina dan Tionghoa. Menurutnya, lebih tepat disebut Tionghoa saja karena kalau disebut Cina, kata ini artinya kasar. " Kata Cina diartikan negara asing sedangkan Tionghoa adalah warga Indonesia yang loyal kepada bangsa Indonesia, jangan dianggap kita tidak loyal kepada bangsa ini," jelas pengacara nasional ini di depan pengurus Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia.

Ditambahkan oleh Ali Kariem, bahwa dirinya pernah mengenyam pendidikan di sekolah dan universitas Muhammadiyah.

 " Anehnya saya tidak pernah menjadi anggota Muhammadiyah. Kami mengikuti faham ahlussunnah wal jamaah. Tidak meributkan perbedaan masalah fiqih.Tapi memperkuat perkara Tauhid," tambahnya saat bersilaturrahim bersama DPP IJMI, tadi malam.

Visi utama Yayasan Haji Kariem Oei adalah memberikan informasi Islam kepada keturunan Cina/ Tionghoa.

Anda Hakim, menambahkan bahwa konsep kami adalah konsep dakwah, tidak ada berpolitik. " Mari kita punya konsep berbisnis yang untungnya untuk sosial, keagamaan dan kemanusiaan demi peningkatan kesejahteraan umat dan rakyat Indonesia," pungkas Anda Hakim. ( Hrn).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)