Beranda » Budaya » Reog Ponorogo Budaya Asli Siapa?

Selasa, 19 April 2022 - 16:08:09 WIB
Reog Ponorogo Budaya Asli Siapa?
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Budaya - Dibaca: 62 kali

Reog Ponorogo Milik Siapa?

Oleh Dr. Mas'ud HMN, Dosen Uniiversitas Muhamadiyah (UHMKA) Jakarta

Judul diatas terkait ramai dibicarakan baru baru ini terkait soal Reog yang merupakan asal muasal seni yang berasal dan bernuansa Jawa. Yaitu: kesenian Ponorogo ada di negeri Jiran Malaysia.
 
Pada dasarnya mereka yang asli berasal dari Jawa yang dinisbatkan atau diberi simbol kesenian milik Malaysia. Mestinya kesenian reog itu memang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur Indonesia. Artinya itu kesenian milik Ponorogo. Namun akhir akhir ini seni reog Menjadi problem saat ini, diprotes oleh kesatuan seni Reog Jawa timur. Yaitu Bambang asal Ponorogo yang menyatakan, sebenarnya seni reog itu adalah milik Indonesia, jadi tidak bisa diatas namakan milik Malaysia.Tidak dapat bisa dikalaim oleh Malaysia. Bahkan, Bambang meminta pada Ibu Puan Maharani untuk menyelesaikan hal itu.
 
Sebagai ketua DPRRI hendaknya ibu Puan bisa menyampaikn hal tersebut pada Pemerintah Malaysia.Tidak sekadar itu bahkan Presiden Joko Widodo harus turun tangan membela kesenianIndonesia tersebut, katanya. Kedua Pejabat Indonesia Baik Presiden Joko Widodo maupun Puan Maharani hingga kini belum merespon apa apa.

Sebagai mana kita ketahui, bahwa media Malaysia lewat situs Malaysia, di Kuala Lumpur baru baru ini bahwa akan menyelenggarakan pertunjukan Reog Ponorogo di Malaysia. Hal ini ditanggapi dan didukung oleh Menteri Koordinator Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendi.  “itu menjadi kebanggaan masyarakat, ”katanya. Demikian Muhadjir Effendi setelah mendapat info dari Bupati Ponorogo.

Menurut catatan situs Malaysia yang memberitakan rencana tersebut sudah tidak aktif lagi sejak lebih tiga tahun yang lalu. Dipertanyakan sekonyong- konyong muncul,( Imalaysia-oficcial) 7April 2022, Seorang pejabat Malaysia di Kuala lumpur saat diminnta pendapatnya 
menyatakan bahwa kita tidak bisa menanggapi hal dimaksud. Biarlah yang bersangkutan mengclearkan persoalan yang dimaksud, katanya.

Kita bependapat, hubungan baik itu lebih penting dari pada hal sepele seperti itu. Karena Yang terbaik bagi Indonesia adalah yang terbaik untuk Malaysa. Itu saja. Semoga ! Mudah2an.

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)