Beranda » Opini » Politik dengan Bingkai Moral

Selasa, 12 April 2022 - 01:36:59 WIB
Politik dengan Bingkai Moral
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Opini - Dibaca: 82 kali

Politik Dengan Bingkai Moral

Oleh Dr.Masud HMN*)
  
Sering kata politik disamakan dengan kala akal akalan. Sangat dekat artinya dengan priLaku tidak punya moral ‘Sementara itu arti politik menurut kamus tidak demakian artinya.Saat ini mashurlah konseplah pikiranitu bahwa politik itu identic dengan politik wani piro berani berapa.Yang sama dengan politik ekonomi dan politik kekuasaan. Yang ekonomi berorientasi uang dan yang beroientasi jabatan adalah kekuasan. Atau berjalan seiring ekonomi dan kekuasaan sekaligus.
 
Demikianlah kondisinya terhadap kita . Kata politik sering dipakai dalam dunia partai dan kekuasan. Kita mengartikan kekuasaan..Hingga hampir tidak mungkin bicara program atau rencana partai tanpa bicara politik. Itulah melekat nama orang politik kepada seseorang yang aktif dalam  partai poilitik.
 
Menarik yang disebutkan dan apa yang dikatakan oleh Profesor Yusril Ihza 
Mahendra yang mengatakan dengan politik kita berbuat kebaikan.; Sebab dalam politik terkandung kekuatan. Apabila politik dimotivasi oleh niat baik maka hasilnya pun baik.Kecuali jika dilakukan dengan jahat atau buruk.
 
Alasan demikian dibenarkan juga oleh banyak pihak,bahwa politik itu baik. Sehingga banyak yang bergiat dilapangan poltik. Seperti partai politik dan semacamnya. Maka dibuat semacam pemandu, yang dinamakan bingkai politik sebagai batas yang mana politik yang baik dan mana yang buruk. Agar politik yang baik itu disarankan dan dikerjakan sementara politik yang 
tidak baik itu dijauhi.
 
Moral politik sebagai timbangan yang baik dan buruk disebut dengan bahasa moral politik. Agar jangan politik sembarangan.Moral memberi 
arah .Sehingga mudah dipahami kata bingkai moral politik. Sesungguhnya
berasal dari ungkapan Syafii Marif sebagai respon dari seorang ahli sejarah politik Indonesia yang cukup terkenal; Bahkan dalam program partai ia sering mengingatkan selalu  memakai dan memegang prinsip moral politik Agar tidak terjadi partai politik no dan kegiatan politik yes.
 
Maksudnya, politik partai itu tidak dan kegiatan poitik setuju atau ya.Intinya memisahkan kosep politik dari partai politik. Inilah respon dari 

Syafii Maarif.Dari megambil faham dari kondisi sekarang ini yang sarat dengan politik itu kekuasan dan uang dengan pendapat Yusril Mahendra dam Syafii Maarif dapat kita simpulkan bahwa politik di Indonesia kini. Hingga perlu dipahami konsep politik seungguhnya.
 
Kesimpulannya,  jalan Indonesia berkemajuaan dalam politik khususnya
Kini tiba masanya kita menggunakan konsep moral politik. Yang terbaik bagi bangsa yaitu terbaik untuk kita. Politik kearah berkemajuan. Semoga ! 
 
Jakarta 7 April 2022
 
Penulis adalah dosen Pascasarjana Univ. Muhammadiyah Prof Dr hamka 
(UHAMKA) Jakarta. Email masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)