Beranda » Megapolitan » Memformat Metode Dakwah Ala IKADI

Selasa, 05 April 2022 - 14:48:25 WIB
Memformat Metode Dakwah Ala IKADI
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Megapolitan - Dibaca: 89 kali

Memformat Dakwah Kekinian dan Kedisinian

Jakarta, Melayutoday.com,- Perjalanan dakwah mulai dari zaman para Nabi dan Rasul diturunkan kepada kaumnya, yang kemudian dilanjutkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir, akan terus bergerak hingga kini dan sampai ke Indonesia.

Peranan ormas Islam yang konsen pada gerakan dakwah juga akan terus bergerak membawa risalah Wahyu yang disampaikan kepada seluruh manusia.

Makna dakwah secara umum adalah menyeru atau mengajak kepada Allah SWT. Basic nya dari situ. Setiap organisasi Islam memiliki ciri atau kekhasan sendiri sesuai metode masing masing.

Hal ini diungkapkan Ketua DPD IKADI ( Ikatan Dai seluruh Indonesia) Jakarta Pusat, Itang Rusmana, LC, MH , usai dikukuhkan, akhir Maret 2022 lalu di kawasan Kramat Raya, Jakpus.

Menurutnya, IKADI sebagai ormas yang bergerak dalam dakwah boleh dibilang masih baru dibanding dengan NU, Muhammadiyah atau Dewan Dakwah Islamiyah (DDII).  "Mereka senior Ikadi dan juga guru guru Ikadi. Ikadi mencoba meramu dari metode yang ada lalu dengan kemasan kekinian dan kedisinian Ikadi tampil dengan mengedepankan Islam rahmatan Lil alamin serta washatiyatul Islam ( moderasi Islam) seperti yang ada dalam Al-Qur'an," jelas Itang.

Moderasi Islam, kata Itang, dalam makna Islam rahmatan Lil alamin itu sesungguhnya merupakan universalisme Islam itu sendiri. 

"Karena karakter Islam itu mesti sampai kepada siapapun, Islam mesti merangkul siapa saja. Tujuan risalah Islam tidak hanya untuk etnis tertentu, strata sosial ekonomi tertentu atau tingkat pendidikan tertentu.  Tapi Islam merangkul semua dan Lil alamin bukan hanya untuk manusia namun juga lingkungan hidup, binatang dan seluruh alam, mereka menjadi objek dakwah rahmatan Lil alamin," ungkapnya.
 
Dalam catatan sejarah, lanjutnya, Islam berkuasa 1300 tahun lebih dikarenakan sikapnya yang dinamis, toleran dan menyampaikan dakwah bagi semua kalangan. " Kalau ada yang memberi stigma Islam radikalisme dan terorisme itu kemungkinan salah menganalisa tentang Islam, coba kita lihat sejarah tidak mungkin Islam berjaya 1300 tahun lebih kalau Islam itu tidak dinamis dan merangkul," katanya.

Sementara itu Ketua bidang Humas DPW Ikadi propinsi DKI, Ridwan menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan pola dakwah di ibukota Jakarta. " Ikadi DKI siap berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dalam mengembangkan dakwah misalnya bagaimana membangun wisata religi yang sesuai dengan nilai nilai Islam," jelas Ridwan.

Kata dia, tempat wisata  yang ada di ibukota perlu kemajuan namun perlu ada sentuhan nilai nilai religius agar masyarakat ibukota mendapat berkah dan lindungan dari Allah SWT. ( Harun).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)