Beranda » Nasiional » Semalam di Malaya

Minggu, 03 April 2022 - 13:49:34 WIB
Semalam di Malaya
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Nasiional - Dibaca: 98 kali

Semalam di Malaya

Oleh Masud HMN*)
 
Ungkapan diatas masih bernama Malaya yang sekrang telah beragmti 
dengsan Malaysia. Beartti sebelum merdeka tahun 1957. Sebab 
Malasia merdeka 31 Agustus l957. Ya berarti 65 tahun yang lalu 
Judul lagu yang populer di era itu.Pembawa lagu itu kalau tidak salah 
adalah bintang F. Ramlee. Penynyi yang dilahirkan di Sumatera Utara 
Meninggal di Malaysa belum merdeka. Sangat syahdu dan bagus sekali, 
Membawa penampilan liriknya nostalgia dua jiran Negara 
bertetangga.
 
Misalnnya kata itulah kisahku semalam di Malaya ( untuk menyetebut 
Malaysia) yang sekarang. Kawan lama yang sama berjuang. Sudahlah 
nasib. Demikianlah lirik nyanyi itu antara lain.Sesungguhnya penyanyi ingin mengatakan betapa dua negeri jiran itu berjuang bersama. Sama senasib sama menderita dan masih mempertanyakan hari depan mereka seperti apa. Risau yang tersembunyi dibalik sanubari

Terhadap itu semua ada temuan hati yang risau tentang nasib yang akan 
menimpa mereka Termasuk anak cucu mereka Yang oleh liirki kata dalam nyanyian itu sudahlah nasib. Sudah pasrah dan menyerah, Syukurlah Malaysia sudah merdeka 65 tahun yang lalu. Sekarang dibawah kendali Perdana Menteri (PM) Ismail Sabri Jakob, Ia merupakan PM yang ke 7 (tujuh). Setelah merdeka lepas dari Inggris tahun 1957, Indonesia merdeka tahun 1945 Sekarang dibawah koodinator Presiden ke 7 tujuh juga Sejak Sukarno,Syafrudin Perwiranegara. Sukarno, Suharto, Habibi, Abdurahman Wahid, Megawati, Susilo Banbang Yudhoyono dan Joko Widodo. Kini Malaysia bertengger pada income percapita lebih tinggi dari Indonesia yang hanya 800 US $. Sama terpuruk oleh karena Covid 1919 dan ekonomi Yang lesu; Kedua negeri jiran itu sama berjuang mengatasi persoalan tersebut.
 
Dalam bidang politik Indonesia dan Malaysia menghadapi masaalah 
pimpinan Negara yang akan datang. Indonesia pemilihan presiden 2O24 dan Malaysia lebih dulu.Demikianlah gambaran umum. Lebih dari itu tergantug kepada kedua Pemimpin tersebut dalam mensejahterakannegara mereka masing masing. Sedangkan ideologi yang dipikul negaranya.Inginya tidak bergantung kepada negara lain.
 
Terakhir, ideology melayu ialah tidak hilang melayu dibumi. Kini masanya.Untuk benar melaksanakan. Ketimbang hanya omdo alias omong doang Inilah yang menjadi respon yang positive sebagai harus diberikan jawab kepada kata sudahlah nasib apakan daya. Berjuang . Karena dilarang menyerah, Itulah yang harus dipertegas. Mudah mudahan !
 
Jakarta 2 Apri 2024
 
*) Masud HMN Dosen Univ. Muhamadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) 
Jakarta.Email masud.riau@gmai.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)