Beranda » Pendidikan » Sajadah Panjang

Rabu, 02 Februari 2022 - 21:19:00 WIB
Sajadah Panjang
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 146 kali

Sajadah Panjang

Oleh Masud HMN*)
 
Sajadah panjang adalah sebuah tempat .Tempat berhidmad, tempat bersujud dan tempat menjembah.Dimana seorang mahluk menghadap Sang Chaliknya, Susahkah hamba mencari tempat dimana ia harus mengabdi . Kalau susah dimana tempatnya.. Tempat yang khas dan 
special. Meminjam istilah Penyair Taufiq Ismail , asal Sumatera 
Barat, yang amat terkenal itu , menyebutnya sajadah panjang menbentang.
 
Sebenarmya sajadah itu tempat bersembahyang ( Shalat), tempat orang bersujud. Dalam arti luas tempat penghidmatan umum, bagi mereka 
yang mau mengurbankan baktinya.Baik kepada Tuhan, kepada Negara atau sesama manusia. Pokoknya kepada siapa saja, termasuk kepada lingkungan.
 
Tetapi tokoh pujangga Muslim ini sebelum Taufiq membatasi diri dengan 
menyebut “kata pengabdian” mengidentikkan dengan 
“mengetuk”. Katanya dipintuMu aku ”mengetuk” dan aku tak bisa berpaling. Kata mengetuk sama dengan mengabdi final.Kepada satu tidak kepada yang lain.Bagi Chairil Anwar, pengbdian dengan mengetuk pintu. Bila 
pintu terbuka. Mereka tak bisa berpaling . Itulah Chairil Anwar, Sang pujangga legendaris Jakarta asal Medan.

Mafhumnya kalau Taufik Ismail dengan makna yang luas. Tetapi pada makna Chairil Anwar terdapat makna sempit terbatas.Pokoknya ada pemahaman arti yang sama.Pandangan tentang Islam terkait makna 
penghidmatan mengandung dua makna terebut. Arti yang luas dan sempit itu. Seperti yang dikatakan Al-Qur'an, surat Ali Imran ayat 104 dimana ayat ini mengatakan: "Waltakum minkum ummatun yad'una ilal Khair Ya' muruna  bil makruf wayanhauna 'anil munkar.wa ulaaika humul Muflihuun"Artinya: ..Hendaklah ada diantara kamu umat yang mengajak  kepada kebajikan. Dan menyuruh yang makruf dan mencegah yang mungkar, Merekalah yang memperoleh keuntungan.
 
Sedangkan ayat 110 dalam surat Al Imran juga menegaskan bahwa serorang mukmin sebagai khairah ummah ( Sebaik baik ummat atau ummat terbaik) yakni orang  yang menyeru kebaikan dan melarang kemugkaran. Artinya ayat ini menggariskan perilaku, berbuat kebaikan
seperti membuang duri dari jalan yang dapat menghalangi orang  
siapapun orangnya. Muslimkah dia, kakfirkah, tidak peduli, 
Pokok perbuatannya agar semua terhidar dari bahaya duri.

Yang lain. berbuat baik untuk sesama. Menghalangi maksiyat. Karena dapat merusak tatanan sosial. Dan merusak diri sendiri. Terkecuali itu diharapakan bebuat baik antar sesama. Seperti: Tolong menolong, suka memberi sebelum diminta dengan ikhlas .Semua itu kuncinya iman kepada Allah . ltu hidup dan perilaku umat Islam, Kembali je sajadah panjang, adalah untuk lahan tempat pengabdian umat islam dipelbagai bidang kehidupan, baik Ekonomi dan Sosial. Terkhir bidang politik, keamanan dan lain sebagainya. Berbuatlah dengan perilaku yang sesuai dengan kehendak 
perlaku islam.
 
Terahkir, Marilah kita sambut seruan Allama Mohamad Iqbal 
yang menyatakan:"Gubahlah dunia dengan amalmu. Arinya 
kita harus mengejawantahkan perilaku Islam dalam individu, masyarakat 
dan Negara. Semoga !
 
Jakarta 31 Januari 2022
 
*) Penulis adalah Doktor Dosen Pasaca Sarjana Universitas  Muammadiyah Prof Dr Hakma (UHAMKA) Jakarta. Emaii: masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)