Beranda » Pendidikan » Kajian Parenting dan Remaja: Gaul Tapi Tetap Syari

Sabtu, 22 Januari 2022 - 21:08:10 WIB
Kajian Parenting dan Remaja: Gaul Tapi Tetap Syari
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 138 kali

Kajian Parenting dan Remaja: Generasi Gaul Tapi Tetap Syari

Jakarta, Melayutoday.com - ,- Parenting Islam kini makin ngetrend. Banyak komunitas sekarang mulai mengkampanyekan pentingnya parenting dikalangan kaum muslimin. Menyahuti hal ini  Yayasan Cipinang Ceria bersama Yayasan Wihdatul Muslimat menggelarnya sebuah Kajian Parenting dan Remaja bertajuk:'  Gaul tetap Syar'i berlangsung , Sabtu (22/1)2022) di Aula Gedung Wihdatul Muslimat Jl. Pedati, Jatinegara Jakarta timur.

Sebagai Pembicara antara lain: Kak Sinyo Egi   Beliau biasa jadi pembicara ahli parenting dan anak baik PAUD sampai remaja bahkan menjadi konsultan menulis.

Pembicara lain adalah 
*Qibtiyah Khoiru Salsabilla* atau *Kak Salsa* (Mahasiswi UNJ, Penulis, Alumni Yayasan Yatim Cipinang Ceria).

Kerap disapa Kak Salsa, ia akan memberikan motivasi dan tips bagaimana bisa  berkarya walau  nyambi kuliah dan aktivitas lainnya, bagaimana memanfaatkan waktu luang, bagaimana perjalanan  bisa menghasilkan tulisan ditengah pandemi dan tips tips lainnya.

Dalam presentasinya Kak Sinyo memberi tips belajar parenting. " Orang tua mestinya menjadi sahabat bagi anak anaknya, sebenarnya orang tua itu tujuannya baik mendidik anak anaknya dengan keras , namun karena belum paham caranya sehingga terkesan keras dan marah marah,  " ungkap sinyo.

Padahal, kata Sinyo, parenting Islam itu tidak memberatkan semua pihak baik orang tua maupun anaknya. " Kedua Orang mendorong berbuat baik ( sesuai syariah) Islam apalagi saat ini era digital, tantangan bagi anak anak cukup berat di era medsos saat ini," kata Sinyo.

Sinyo selaku konsultan menulis dan aktifis parenting bagi anak usia dini dan remaja. memberi contoh parenting Rasulullah Saw kepada keluarga dan anak anaknya. Rasulullah Saw mengajari anak untuk shalst pada usia 7 tahun dan memukulnya pada usia 10 tahun dengan penuh kasih sayang   jika anak tidak menenuhinya. " Rasulullah selama hidupnya tidak pernah membentak keluarga dan anak anaknya, Rasulullah Saw selalu mengedepankan cinta dan kasih sayang," jelas sinyo.

Parenting dalam Islam itu cukup luas dan sesuai dengan ilmu pengetahuan. Jadi kalau ilmu pengetahuan bertentangan dengan syariat maka yang kita pegang syariatnya.  misalnya:  anak anak dikenalkan dengan anatomi tubuh sebagai proses edukasi seksual sehingga pengenalan pendidikan seksual adalah bagian dari parenting.

" Pendidikan bagaimana bersuci dari haid bagi anak perempuan yang dilakukan oleh orang tua juga bagian dari parenting Islam " ungkap Sinyo.

Sementara ditempat yang sama pembicara lain, Qibtiyah Khairu Salsabila, menekankan adanya kanpanye dan sosialisasi parenting Islam ditengah masyarakat.

Oleh karenanya. Salsabila, mengajak kita semua untuk mensosialisasikan parenting Islam dengan cara kampanye di medsos. lewat lembaga pendidikan di daerah daerah, menggalakkan kegiatan parenting di kalangan remaja lewat pendekatan kepribadian serta mengajak secara perlahan lahan remaja kemudian menyebar ke teman temannya. " Diperkirakan sosialisasi lewat forum akademik serta melakukan sinergi dengan membentuk relasi terhadap lembaga lembaga pendidikan Islam dan ormas Islam yang ada," tambah Salsabila.

" Semoga workshop hati ini dapat bermanfaat untuk pemahaman parenting baik bagi orang tua maupun para remaja,' pungkas mahasiswi jurusan pendidikan Agama Islam semester 6 Universitas Negeri Jakarta ini. (  Harun)

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)