Beranda » Opini » Kerisauan Buya Anwar Abbas

Kamis, 30 Desember 2021 - 06:59:20 WIB
Kerisauan Buya Anwar Abbas
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Opini - Dibaca: 79 kali
Kerisaun  Buya Anwar Abbas

Oleh Masud HMN*)
 
Jika menjelang tutup tahun di samakan dengan tutup buku  bisnis akhir tahun maka  lazim ada  evaluasi. Esensinya adalah menemukan  apa  titik lemah bisnis  tahun berjalan yang merisaukan.Kemudian mengatasi kelemahan yang terjadi 
 
Judul  tulisan ini  mengangkat  Kerisauan  Buya Anwar Abbas yang tidak lain hal jadi kepikiran yang terkaandung dari besaran problem  umat. kini.Kita mengenal  Buya Anwar Abbas wakil ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang malang melintang di lembaga tesebut  selama  lebih sepuluh tahun

Anwar Abbas’s Anxiety agaknya dapat juga dipakai menterjemahkan”kepikiran” yang melanda ketua pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.Ini menyisihkan  kata  comportable (ke  sesuain) concern ( prihatin) dan restlessness (gangguan). 
 
Serupa  halnya masa Presidem BJ Habibie juga  mengidap kegelisahan tekhnologi  yaitu menyadari bangsa Indonesia  yang kaya bahan  baku yang tak belum  diolah.Sehingga harganya murah. Tapi  bila diolah sekilo besi mentah, harganya murah  kalau  bila  diolah jadi pesawat terbang, mahal.
Singkat kata ada kegilsahan ekonomi. Ada kegelisahan teknologi. Yang jadi kepikiran.
 
Ya, samalah.. Saat  Buya Anwar  Abbas   mengangkat kerisauanya  terk ait dengan   kesenjangan terjal ekonomi  umat. Dengan  menyertai ratio gini  lewat akurasi data dihadapan Kongres  Ekonomi Umat  Islam yang diadakan MUI kita tersentak.  Terkejut terhadap  gambaran  fenomena  menyedihkan hati itu.
 
Bukan tanpa alasan Buya Anwar  Abbas  membeberkan kerisauan nya.  Doktor Ekonomi alumni  Universitas Islam negeri Ciputat Jakarta beberapa kal I pada tempat dan waktu berbeda i menyampaikan pikiran yang  serupa  berwawasan keumatan tersebut., Ia menunjukkan  pembelaanya. 
Sepanjang catatan kita, ada tiga kerisauan yaitu
Pertama kerisauan , soal  kesenjangan ekonomi yang terjal. Dimana  penduduk yang kaya  menguasai lahan  sumber  ekonomi ketimbang  orang miskin yang jumlahnya besar.
 
Kedua, kerisauan soal terorisme   dengan mengangkat   penyitaan  kotak amal  sebagai sumber  pendanaan terorisme, dibandingkan  terorisme KKB  di Papua.
 
Ketiga.kerisauan  Soal  radilkalisme  aparatur Negara  ketimbang  Kolusi,korupsi dan  nepotisme (KKN)
 
Semua   unsur diatas yaitu ketimpanagan  ekonomi, kerisauan  penanganan terorisme  dan  soal  radiaklisme aparatur sipil dan KKN, temuan yang membuat risaunya  Anwar Abbas amat logis.Kita  salut .
Kerisauan dan  logika  ketimpangan, radikalisme proporsional dan KKN  daei Wakil Ketua umum MUI mestilah kita   dukung. Mengabaikan, atau  membiarkan adalah keteledoran besar.  Karena cukup beralasan  dengan  kebenaran yang logik 
 
Rasa rasanya kita sampai kepada  simpulan umat harus  dibela dengan berdasarkan kebenaran yang logic Bukanya  memanipulasi dengan alasan yang  mengada ada..Tetapi dalam resah  inteletual   jadi kepikiran serius . Semoga !
 
Jakarta 17 Desember 2021 
 
*) Masud HMN adalah Lektor Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta. email  masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)