Beranda » Pendidikan » Santri Masuk AKPOL

Selasa, 14 Desember 2021 - 16:34:39 WIB
Santri Masuk AKPOL
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 260 kali
Santri Masuk  AKPOL
 
Oleh Dr Masud HMN*)
 
Gelombang isu radikal,  .intoleransi dihadapkan  pada konsep kebangsaan dan Ideologi Pancasila belum surut. Akibatnya  tidak positif pada  stabilitas nasional.Malahan isu radikal dan  kian merebak liar  kemana mana.
 
Sayangnya isu itu berada pada kisaran perdebatan, pro kontra, saling hujat bahkan  saling membenci, Bukanya  sibuk mencari jalan keluar atau solusi yang paling sesuai.  Seperti jalan tak berujung.
Ketika Buya A. Syafii Maarif mengusulkan  kepada Institusi Polri untuk merekrut  Santri yang berkualitas  untuk bergabung dalam Akademi Kepolisian, (AKPOL) masyrakat  banyak yang menyambut gembira dan memandang saran jempol yang simpatik, Pikiran yang relevant  sebagai  jalan keluar  mengatasi problem
 
Mengapa begitu, mengingat gelombang  radikalisme,intoleransi  antara  umat Islam  Indonesia dan  Kepolisian memerlukan  kerjasama saling  pengertian.Tujuannya  agar  Jurang  masaalah bisa ditimbun dengan   bergabungnya  Santri  yang berkualitas  dengan pihak kepolisian.
 
Seperti dilansir  Detik.Com  30 Nopember  2021 lalu mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menyatakan dengan ini berharap kepada pihak Kepolisian terutama  Kapolri dan jajarannya nerekrut para Santri menjadi Akpol, kata Buya  A. Syafii Maarif
“Tidak perlu banyak, tapi Santri yang masuk Akpol harus  benar benar berkualitas, dan dapat  mempermudah  polisi menghadapi kelompk radikal” tambahnya.
 
Alam pikiran  Buya yang kini sudah berusia 80 tahun itu, nampaknya  ingin sikap  pro aktif polisi mencari santri berkualitas nanti menjadi perwira mereka mengerti  memaaca kitab kuning, kitab agama seperti dipahami  kelompok radikal itu
Tujuannya apa ? Untuk mendampingi polisi menghadapi kelompok kelompok yang menyimpang,anti Pancasila, Radikal. Kalau polisi  mengerti agama mengerti  Bahasa mereka akan lebih mudah, demikian  Buya Syafii Maarif.
 
Soal Radikal dan intoleransi dapat  diambil takrifnya  adalah soal kerukunan.Yang terkait  dengan  tiga   komponen, kerukunan umat dengan pemerintah, kerukunan antar umat beragama, dan  intern umat beragama. Tugas itu dilaksanakn pemerintah dengan saling pengertian kerjasama dengan pemeluk agama.
Jika  radikal dan intoleransi di konstruksikan dengan kerukunan, maka  radikal dan intoleransi dapat diatasi. Sebaliknya tanpa ada kerukunan maka radikal dan intoleransi terus berlanjut. Bahkan akan menjadi tak terkendali..
 
Akhirnya  dengan mengambil esensi usul Buya Syafii Maarif Pendekatan Kepolisian  dengan umat Islam melalui rekruitmen Santri masuk Akpol ,harapanya  saling pengertian umat  Islam akan lebih baik, yaitu  kerukunan umat dan Polisi. Semoga.
Jakarta 12 Desember 2021
 
*)  DR Masud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta.

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)