Beranda » Hukum » Parpol Mulai Saling Merapat

Rabu, 01 September 2021 - 10:06:15 WIB
Parpol Mulai Saling Merapat
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Hukum - Dibaca: 55 kali
Parpol Mulai  Saling  Merapat 
 
Oleh Masud HMN*)
 
Bukan tanpa alasan jika  Partai partai  yang ada  mulai menyinsingkan lengan baju untuk berbenah diri..Sebab  ada banyak partai baru yang  lahir untuk ikut berkompetisi  pada tahun 2024 nanti. Memikul dana  partai, alat kelengkapan  sarana dan prasarana  Jika  tidak siap bisa terjadi  partai lama akan melorot  pendukungnya dan partai baru  naik menggeser posisi mereka ditengah masyarakat.
 
Tentu  saja  lebih terarah  pada partai  yang  masih  belum stabil, bukan pada  partai besar yang  telah stabil. Mengingat berbeda dengan   partai yang  stabil sudah memiliki loyalis yang tidak mudah  beralih merubah pilihannya,.Termasuk modal financial  yang telah diperoleh untuk  pembiyaan  operasional partai 
Tinggal lagi bagaimana  mereka lebih baik dari masa sebelumnya. Seperti penggalangan dana, atau sumber yang dapat mengalirkan   dana  yang baru. Juga  usaha melakukan loby tokoh.
 
Tantangan partai  besar yang sudah stabil persoalannya  adalah pada menjaga sukses  yang telah  didapat serta upaya  tetap  berkuasa. Sebab menang saja tidak cukup . Tapi tidak bisa  berkuasa apa artinya. Jadi sekali lagi harus menang dan sebisanya  menang  mayoritas agar berkuasa.
 
Bagaimana  menang tidak mayoritas, sama  nasibnya dengan  partai kecil. Sama  tidak dapat  berkuasa. Sebagai contoh  ambilah  kemenangan  dari  PDIP pada pemilihan umum tahun 1999. Logikanya  lansung jadi Presiden adalah  Megawati Soekarnoputeri  ketua umum PDIP. Lantaran menang, tapi tidak mayoritas mutlak. Namun tidak terjadi yang  dipilih  jadi Presiden malah Abdurahman Wahid atau Gus Dur berasal   dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB )
Sebuah ironi memang.Partai  PDIP menang  tapi tak   dapat jadi Presiden hanya Wakil Presiden . Soalnya menag tidak  mayoritas.  Untunglah  belakangan    Megawati  Soekarno puteri jadi Presiden juga menjabat sisa  waktu Presiden  Gus Dur , Yaitu setelah  Abdurahman Wahid  di  turunkan  karena  ada kasus Bulog Gate dan  karena mengeluarkan  Dekrit pembubaran perlemen.
 
Dari titik tolak ini, persoalan atau tantangan  partai besar  adalah  untuk menang  mayoritas  mutlak dan  tantangan partai  kecil bertahan dan merapat pada kekuasaan. Maka dapatlah dipahami  tiap partai itu harus berkerja ektra keras. Tanpa itu partai akan biasa biasa saja tanpa agregat, atau malahan  gagal.
 
Pengalaman  partai politik, terutama  masa  reformasi   adalah  hubungan  Partai dan Presiden. Tiap partai  mentargetkan  menjadi  orangnya  jadi Presiden. Presiden  berbasis  kemenangan mayoritas mutlak. Maka  partai dan rakyat pemilih calon  harus  menyatu.
Selama  23 tahun   ada lima  Presiden. Dari jumlah itu hanya dua orang yang hanya menjabat  Presiden  penuh yaitu  Bambang Siusilo Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi)
Sementara yang lain Presiden sisa jabatan Presiden sebelumnya.. Jusuf Habibi  Presden pengganti  Presiden Soeharto, Gus Dur Presiden  setengah periode karena kasus. Megawati  jadi Prsiden  dari periode  pangganti sisa jabatan  Presiden Gus Dur.
Alangkah beratnya untuk meraih kursi Presiden. Tidak hanya  dicalon partai tapi calon itu haruslah dipilih rakyat lansung. Karena bagaimanapun dalam hal ini SBY dan Jokowi presiden  luar biasa. Kedunya Presiden menjabat penuh dua periode. Sementara  yang  tiga lainnya  BJ Habibie, Gus Dur dan Megawati Soekarno Puteri  Cuma Presiden setengah periode.
 
Dalam pandangan penulis, usaha partai mencapai  kursi presiden  memang sangat berat. Tidak cukup besarnya  dukungan pemilih legislative untuk DPR, tetapi juga  dukungan pemilih pada calon Presiden yang diusung  partai. Partai menang dan  calon yang diusung harus menang juga.
 
Yang demikian hanya  bisa  jika diberlakukan Yang terbaik untuk rakyat terbaik untuk partai. Karena itu perlu saling merapat dan bekerjasama. Semoga .
 
Jakarta 31 Agustus 2021
 
*) DR masud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta. Email   masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)