Beranda » Budaya » Mengenang Jenderal Ghazali bin Che Mat Mantan Menteri Pertahanan Malaysia

Kamis, 26 Agustus 2021 - 17:08:05 WIB
Mengenang Jenderal Ghazali bin Che Mat Mantan Menteri Pertahanan Malaysia
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Budaya - Dibaca: 222 kali

Mengenang  Jenderal  Ghazali bin Che Mat Mantan Menteri Pertahanan Malaysia 
 
Oleh  Dr Masud HMN*)
 
Ibu Wan Portia melalui  lewat hand phone mengabarkan  bahwa mantan Menteri Pertahanan Malaysia 1981-1985  yaitu  bapak Jenderal Mohammad Ghazali bin Haji Che Mat  wafat  dalam  usia  90 tahun karena sakit  Beliau wafat  pada tanggal  7 Juli 2021 lalu dan dimakamkan esok harinya  .
 
Panglima  Tentara Malaysia  Tan Sri Datuk Sri Haji Affendi bin Buang  dan seluruh  warga Angkatan Tentara Malaysia (ATM) menyatakan  innalilahi wainna ilaihi rajiun . Diringi ucapan ikut berduka cita disertai  Takziyah  kepada keluarga almarhum “Semoga Allah menerima  roh almarhum dan ditempatkan   dalam surga” kata Panglima Tan Sri  Datuk Sr Haji Affendi  bin Buang  dalam pernyataan tertulisnya .
   
Saya  ikut  berduka cita  karena  mengenal beliau dalam beberapa kali pertemuan di Kuala Lumpur masa tiga tahun belakangan ini. Lalu  lanjut komunikasi  lewat  WA. Awalnya  atas  kebaikan hati  bu Wan Portia  lantaran  Bapak jenderal Ghazali adalah paman Bu Wan Portia .
 
Panggilan akrab saya Bu Wan yang saya   kenal  sebagai anggota ahli dari   Pusat Kajian Strategis Malaysia, sebuah  lembaga  pemikir  kerajaan.Komunikasi  kami  berawal  acara kunjungan  seminggu saya ikut  dalam rombongan  12 wartawan Indonesia  atas undangan Kerajaan Malaysia tahun 2007. Inilah yang kesempatan saya untuk  dapat   hubungfan dengan  bapak Jenderal  Mohammad Ghazali bin Che Mat.
 
Jenderal Tan Sri Panglima  Ghazali  bin Haji  Che  Mat, adalah pemikir  pertahanaan  kewilayahan beliau  bagaikan bintang  dilangit  zaman . Konsep   cemerlang pemikirannya menjadi acuan militer  Malaysia kini dengan wujud Universitas Pertahanan Malaysia. Beliau sendiri membidani  terwuhjudnya  perguruan tinggi tersebut dan turut menjadi  pengajar disana.
Selain itu  Jenderal kelahiran Lenggong Perak 15 Desember 1931  amat terkenal dikalangan tentara Malaysia, Dia seorang  Jenderal yang amat disegani dan  pemberani Sehingga diberikan julukan Jenderal pangkat  Panglima   Gagah Berani, satu tingkat  militer level tinggi di Malaysia.
 
Saya mengenal beliau mulanya  silaturahmi   minum kopi pagi di   ruang  restaurant KLCC  Kuala Lumpur. Kemudian berulang kapan  saya ke  Kuala Lumpur beliau ada waktu untuk bertemu. Pengalaman panjang di ketentaraan  maka  pikiran militernya  kental sekali.
 
Pemkiran  ketahanan yang berbasis  kewilayahan  teritorial menurutnya  cocok untuk  Indonesia dan Malaysia.Hal ini sudah menjadi  style lama  yang dikembangkan kedua Negara. ”komponen  penduduk, geografi alam, serta yang tersedia didalamnya menjadi penting” katamya  (id. berita, Yahoo,com. 7 /7/21))
Saya  gembira  almarhum  Jenderal Ghazali mau berbicara  tentang  masalah  berkaitan dengan  pertahanan  kemanaan  kewilyahan. Ia menyebut hubungan  baik militer Malaysia dan  Indonesia seperti  Jenderal Yusuf dan Beny Murdani. Ia  mengingat  hubungan positif  diera  dia  menjabat Panglima Angkatan tentara Malaysia (ATM). ”Satu bentuk saling pengertian dan kerjasama” kenangnya. 
Esensi kenagnannya itu  dimungkinkan karena latar belakakng saya pernah ikut  sebagai wartawan  bidang  Pertahanan dan Keamanan dapat  membuat saya memahami  ucapannya. Konsep  itu betul, ada relevansi  terhadap apa yang dihadapi Indonesia  dan yang dihadapi Malaysia . Yaitu   Persoalan Malaysia  dengan Singapura dan persoalan Indonesia dengan  Papua New Guiniae dan Australia
Mengenang  figur Mohamad Ghazali  sebagai seorang pemimpin dan pejuang, maka  tak pelak lagi  beliau  adalah teladan. Masa  tua beliau saat  sudah  pension masih berpikir tentang  apa yang harus  disumbangkan untuk  kedua Negara Indonesia dan Malaysia dalam  konsep kewilayahan. Yaitu  membangun rantau yang  stabil  dan  berdaulat.
 
Selamat jalan  pak Jenderal Mohammad Ghazali kami mengiringi dengan doa,  beristrahatlah dengan tenamg. Kami semua menjadi saksi Bapak  datang dengan sebaik baik kedatangan dan pergi dengan sebaik baik kepergian.
 
Jakarta 25 Agustus 2021
 
*) DR Masud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta, Email  masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)