Beranda » Megapolitan » Koperasi Syariah Sebagai Wujud Usaha Mencari Ridha Allah Swt.

Kamis, 26 Agustus 2021 - 04:10:37 WIB
Koperasi Syariah Sebagai Wujud Usaha Mencari Ridha Allah Swt.
Diposting oleh : Harun AR
Kategori: Megapolitan - Dibaca: 103 kali

Koperasi Syariah sebagai Wujud Usaha Yang Di Ridhoi Oleh Allah,SWT

Tangerang, Melayutoday.com,-Dalam Rangka pelaksanaan Dak Non Fisik Tahun Anggaran 2021 Dinas Perindustrian Perdagangan, dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Tangerang  mengadakan pendidikan dan latihan perkoperasian angkatan 3 bagi pelaku UMKM.

Acara yang berlangsung Tiga hari ini di ikuti Oleh Para Pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Ciledug dan Kecamatan Karang tengah dengan menerapkan Protokol Kesehatan.

Pada Hari Kedua, Selasa 24/8 di ruang Rapat Dinkop, Pendidikan Perkoperasian membahas masalah koperasi Syariah yang di bawakan oleh Mentor yang Berpengalaman di bidang Koperasi.

Wahyu Hidayat,SE,I,ME,SY Selaku Manajer di BMT BISMA Tangerang, menjelaskan Bahwa Koperasi syariah di atur dalam Unang Undang (UU) No.25 Tahun 1992.

Permenkop Standar Operasional Manajemen Koperasi Jasa Keuangan syariah (KSKS) dan Unit Jasa Keuangan Syariah (UJKas).

Permenkop No.16 Tahun 2015 tentang pelaksanaan kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah oleh Koperasi yang disempurnakan dengan Permenkop No.11 Tahun 2017.(Menghapus Permenkop 35.2/2007.

Dalam Undang-Undang No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja bab V yang berbunyi, kemudahan, Perlindunagn, dan Pemberdayaan Koperasi, Usaha Mikro, kecil dan Menengah).

Pasal 44A bahwa Koperasi dapat menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip Syariah

Dalam menyusun koperasi harus jelas Anggaran Dasa (AD), dan Anggaran Rumah Tangganya (RT), serta memiliki Setruktur organisasi yg solid jelas Wahyu.

Dalam Syariah dikenal dengan adanya Akad Kerjasama dan investasi, akad kerjasama usaha antara dua pihak, dimana pihak pertama (Shohibul mahal) menyediakan seluruh modal (100%), Sedangkan pihak lainnya adalah pengusaha/pengelola (mudharib). 

Keuntungan Usaha dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. Apabila terjadi kerugian, maka ditanggung oleh shahibul mahal ( selama kerugian itu bukan karena kalalaian mudharib).

Apabila kelalaian mudharib, maka yang bersangkutan harus menanggung kerugian tersebut.

Wahyu Yang juga sebagai Pengawas Koperasi syariah (DPS) menjelaskan mengenai Al-Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana atau amal.

Expertise dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.

Ada juga Akad Jual Beli ( Al Bai) yang karakteristiknya penjual harus memberitahukan harga pokok yang dibelinya dan menentukan suatu tingkat keuntungan sebagai tambahannya.

Akad Jasa/Sewa (Al-Ijarah) adalah kontrak yang melibatkan suatu barang (sebagai harga) dengan jasa atau manfaat atas barang lainnya.

Penyewa dapat juga diberi opsi untuk memiliki barang yang disewakan tersebut pada saat sewa selesai, kontrak ini disebut al-Ijarah wa Iqtina.

" Marilah kita giatkan usaha kita  lewat koperasi syariah. Karena ykoperasi dengan sistem syariah adalah usaha yang di ridhoi oleh Allah,SWT karena ayat dan hadisnya jelas seperti perjalanan Rosullullah yang hidupnya itu Berniaga,"ajak Wahyu menutup wawancara. (Guruh)

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)