Beranda » Opini » Jangan Berhenti Tangan Berkayuh

Rabu, 07 Juli 2021 - 12:56:34 WIB
Jangan Berhenti Tangan Berkayuh
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 92 kali
Opini: Jangan Berhenti Tangan Berkayuh
 
Oleh Masud HMN*)
 
Jangan  berhenti tangan berkayuh dimaksud  judul tulisan ini  adalah  menghubungkan  musibah  dan  ikhtiar menghadapi pandhemi covid 19.. Dihadapan mata  musibah telah terjadi, lantas  yang diperlukan  bagaimana mengatasinya . Harapannya  yaitu kita  berhasil dengan  selamat mengatasinya. 
 
Memang telah terjadi  peningkatan Pandemi di Indonesia dari   2,5 juta orang empat hari  lalu kini telah  mencapai 3, 2 juta orang (5/7/21)   Lonjakan  belum pernah terjadi sebelumnya   Rumah sakit penuh tenaga medis tidak cukup. Kini meningkat terus.Tidak berhenti  sampai disitu, persoalan  itu melahirkan masalah ekonomi, dan  ekonomi membuat  merebaknya  pandehemi. Ibarat sebuah lingkaran.Masalah ekonomi menjadi Covid atau  covid  jadi masalalah ekonomi.  Mana yang  diselesaikan  duluan. Covid atau  ekonomi ?
 
Pemerintah kini nampaknya  melakukan ikhtiar  menyessaikan Covid lebih dahulu. Yaitu dengan Perlakuan Pembatasan Kegiatan  Masysarakat (PPKM). Untuk wilayah Sumatera, jawa dan mulai 1 sampai  20 Juli 2021.Kemudian  dilanjutkan dengan pemulihan ekonomi. Kita beri penghargaan yang
tinggi. Kita menyadari sekarang  cobaaan, musibah, berakibat  ganda.  Kesulitan menerpa silih  berganti  menjadi ujian yang tak bisa kita tolak. Namun  mutlak  ada ikhtiar  kerja sungguh. Hasilnya  kita  kembalikan  kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Apapun  ikhtiar  harus  kita  lakukan, yaitu satu  tekad   jangan berhenti tangan berkayuh. Ibarat  ditngah arus dan gelombang.
 
Dengan meminjam istilah Mohammmad Natsir dalam hal kapal ditengah arus hempasan gelombang   menorehkan sebuah  artikel.  Tokoh yang menjadi Perdana  Menteri pertama Republik Indonesia itu  bicara  tentang musibah, Hal itu ditulis dalam  peringatan  6 tahun kemerdekaaan  Republik Indomesia  17 agustus 1960 penting tentang  tangan berkayuh menghadapi gelombang. 
 
Masyarakat menghadapi tantangan segala bidang. Dahulu  kita sama ikhla berkorban, tapi sekarang  keihlasan kita berkurang. Sementara  Negara  masih memerlukan pengorbanana  perjuangan rakyat, demikian tulisnya terbitan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia  (admin  16 agustus 2020).
 
Pesan Natsir  tentang  ikhtiar dan kerja  berkesungguhan dengan prasa  jangan berhaneti tangan berkayuh, dalam mengahadapi keadaan musibah  amat jelas.Pesan itu esensi  besesuaian dengan kondisi khusus   melawan musibah covid 19 kini. Umat  harus berikitiar.
 
Dalam  hal ini  pesan  Natsir amat sejalan  dengan Muhamad Mutawaly asy Syah’rawi .Seperti  terdapat dalam ungkapan pada  kitabnya Akhbarul Yaum 1991, jilid 3 hal 1752 menjelaskan  ikhtiar 
Esensi  pikiran  Muhammad Murtawally as  Syahrawi   itu tidak semata  hasil hari ini namun juga  hari esok Dia  mengutip hadist yang penggalan  kata bekerjalah untuk dunia mu seakan akan  engkau  akan hidup selamanya. Yaitu memenuhi keperluan untuk hidup .
 
Rasulullah Muhamad  SAW  dalam  sebuah Hadis yang diriwiyatkan Ibnu Umar Bekerjauntu kamu untuk duniamu seolaholah akan hidup selamanya dan bermalalah untk akhiratmu seolah olah kamu akan mati esok.
 
Dua penggal  hadis ini adalah bekerja  untuk dunia dan  akhirat. Pesannya  sebagai ikhtiar bekerja  sungguh sungguh untuk meraih dunia dan  akhirat.,persoalan urusan  musibah  dan  persfektini ikhtiar ini mungkin di sampaikan seperti berikut
Pertama, takrif  msusibah  adalah ujian  bagi kita sebagai msulim.. Kita tak mungkin melarikan diri dari  kondisi ini.
Kedua  musibah  harus dihadapi dengan  (1)  ikhtiar harus  diberlansungkan dalam dalam usaha dan (2)  doa harus diwujudkan dengan  menyampaikan permohonan  .Sekali lagi, musibah mesti dihadapa dengan dua cara yaitu ikhtiar dan doa.  Tiada  musibah  dapat diatasi denga berdiam diri. Musibah hanya dapat diatasi dengan  ikhtiar (berusaha) dan  melakukan doa  atau permohonan  kepa Allah Subhanahu wa taala.
Kekuatan doa adalah kekuatan  khusus  orang yang beriman. Allah akan mengabulkan doa  hamba yang dilakukan  dengan memohon kepadanya seperti firmaNya dalam  al Quran 
Apa bila ada hambaku bertanya tentang Aku katakanlah  bahwa Aku dekat.  Aku akan mengabulkna doa  hamba yang memohon kepada  Kami ( Al Baqarah 186).
 
Sebagai penutup kita  ambil faham bahwa musibah dalam persfektif keberadaan kita  sebagai  umat Islam yang beriman. adalah ujian.  Musibah dihadapi   dengan   ikhtiar dan doa.
 
*)Dr. Masud HMN adalah Doktor Dosen Pascasarjana  Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta.

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)