Beranda » Pendidikan » Kedermawanan Sosial di Masa Pandemi

Senin, 05 Juli 2021 - 06:01:42 WIB
Kedermawanan Sosial di Masa Pandemi
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 138 kali

Kedermawanan Sosial Masa Pandhemi
 
Oleh: Masud HMN*)
 
Banyak ekses  dari  pandemic yang menimpa  bangsa kita. Soal pendiddikan sekolah, soal hubungan kedermawanan sosial, tenaga kerja, dan masalah ekonomi.Inilah ujian  yang harus kita hadapi.
Tidak ada jalan lain kecuali kesedaran atau kekompakan.  Apapun usaha dan doa kebersamaan  harus kita lakukan. Agar kita selamat dari ujian dan cobaan ini Yaitu  berusaha dan berdoa.
 
Agama kita mengajarkan tentang Kedermawanan sebagai sikap adalah  vilar keiklasan  kebersamaan, keadilan  terdapat dalam  Al Akraf ayat 26
“Katakanlah  hai Muhammad  Tuhan meyuruh  berbuat adil dengan sepenuh hati setiap kali  sholat dan beribadahlah  dengan mengikhlaskan amal amalmu hanya kepadaNya sebagai mana Ia telah menjadikan kamu pada mulanya dan akan kembali  kepadaNya” Ayat ini  sejalan dengan arti pesan  kedermawanan yakni keikhlasan, sesungguh hati amal sesuai  dengan perintahNya.Tiada karena yang  nawaitu lain  tersembunyi.. Sebagai contoh ada kerja  sesuatu  karena pencitraan  ingin dipuji dan sebagainya.
 
Esensi kedermawanan itu adalah  memberi dengan  hati yang bersih membantu sesama, individu ataupun kelompok.Karena itu sikap memberi kepada sesama  seperti  demikianlah  harus di kembangkan. Prilaku sikap mau   membantu  antar sesama  nampaknya belum terlaksana   dengan baik  dalam masyarakat kita, Sebuah data sederhana  ditampilkan oleh  harian Kompas  mengutip Jala Kerja  bahwa membantu sesama masih belum seperti yang diharapkan .Yang terjadi bukan membantu sesama yang berlaku, tetapi saling mengekploitasi antar sesama yang terjadi.
Apalagi masa  ekonomi sulit  karena pahandemi covid 19, kekerasan pada pekerja, paksaan, tidak dibayar  gaji dan PHK, Terdapat kenaikan paksaan pekerja 467  kasus di Jakarta tahun 2020, meningkat menjadi 897  kasus dalam tahun 2021.
Kita melihat inti pati   keadilan  sesama itu , terpokus  keadilan ekonomi. Singkat kata  semakin seret ekonomi semakin tinggi ekploitasi dan ketidak adilan. Jadi pokok perkaranya adalah ketidak adilan ekonomi.Sebuah ironi dari bangsa ini, yang  disimbolkan   suka bekerjasama dan   tolong menolong.
 
Founding  father kita Mohamad Hatta sangat menekankan  praktek  kita menyebut keadilan  ekonomi kita sebagai ekonomi kekeluargaan yang  tiada  ekploitasi didalamnya temasuk pengelolaan  sumber daya  alam dan tata ruang  bumi dan  yang ada diatas dan didalamnya.
Hal yang  sama digagas oleh  Presiden Soekarno dengan menjodorkan inti konsepnya sebagai  berikut
“Sesunguhnya keadilan  sosial yang didalamnya  tiada  ekploitasi manusia oleh Negara tiada  kapitalisme, tiada kekekrasan tiada  perbudakan  menyengsarakan karena beban yang berat” demikian kata Soekarno.Menempatkan menjadi realitas, itulah yang menjadi beban berat, Sementara Impilkasinya  sudah merembet kemana mana, Rusak  kegotong royongan  prinsip kekeluargaan,
Soekarno memandang   gotong royong soko guru yang  dapat membangun rasa  senasib. sepenangungan.Bangsa yang besar  harus bertumpu prinsip ini, Tanpa rasa senasib sepenenggungan  bangsa  akan  kerdil’ Apa lagi menghadapi masa berat pandhemi seperti sekarang ini,
 
Akhirnya, kita  harus menjadari  pandhemi adalah ujian, yang  kita terima dengan ikhtiar bersama. Dengan  tolong menolong, menebar  kedermawanan.Seberapapun yang mampu kita berikan   Selalu berdoa kepada Allah agar  kita dilndungi dan selamat dari bahaya pandehmi. Semoga.
 
Jakarta 29 Juni 2021
*) Penulis adalah Doktor Dosen Pascasarjana Universitas Muhamammdiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) jakarta

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)