Beranda » Nasiional » Membumikan Izzul Islam Wal Muslimin

Kamis, 03 Juni 2021 - 19:42:15 WIB
Membumikan Izzul Islam Wal Muslimin
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasiional - Dibaca: 101 kali

MEMBUMIKAN IZZUL ISLAM WAL MUSLIMIN

Oleh DR Masud HMN*)

Masa remaja penulis waktu mengaji di masjid dikenalkan dengan 
kata Izzul Islam wal Muslimin Masih terngiang ngiang hingga kini. Maknanya, Kejayaan Islam dan kaum Muslimin. Kemudian unagkapan itu setelah dewasa dengan membaca beberapa sumber maknanya makin saya dalami maksudnya ternyata adalah cita cita perjuangan umat Islam. Bagi bangsa Indonesia ini ditorehkan para pahlawan dan pendiri bangsa sebelum proklamasi. Sangat bermakna.
 
Seorang teman anggota DPR RI dalam satu diskusi bependapat sama dengan saya Yaitu bahwa sesungguhnya itu adalah cita cita umat Islam. Dia tambahkan, seperti itu adalah ideal. Hanya ia 
membayangkan mudah diungkapkan tapi Sulit di aplikasikan. Kata dia, lihatlah Partai politik Islam ada beberapa, sama berazas Islam, namun bila ada tantangan yang memerlukan sikap bersama, 
sulit diperbuat. Persatuan semakin rumit saja. Yang terjadi bukan 
persatuan, tapi ber satu satu alias bercerai berai. Bagaimana kejayaan dicapai dengan bercerai berai.
 
Katanya Dalam pandangan dia harapan itu memang belum sesuai dengan kenyataan dalam arti banyak harapan, tapi sedikit yang dicapai. Karena minimalnya yang dicapai, maka harapan jauh dari kenyataan, Harapan dan Kejayaan mirip mimpi belaka.

Lantas, jika seperti itu apa yang bisa dilakukan agar ada solusi mengatasi masalah yang dimaksud. Penulis berpendapat tidak mudah untuk menjawabnya. Namun setidaknya Jawaban dapat dilakukan secara manajemen yaitu:
Pertama, memastikan bahwa Kejayaan atau Islam berkemajuan
tersandung oleh beberapa halangan dan hambatan.

Kedua, Diantara sekian masalah yang significant adalah masalah 
Akhlak dan Ukhuwah Islamiyah.
 
Kedua masalah diatas yaitu akhlak dan Ukhuwah Islaimyah harus 
diselesaikan terlebih dahulu. Tidak mungkin kejayaan Islam tanpa akhlak dan ukhuwah Islamiyah. Dua factor ini adalah kunci masalah dan merupakan factor dominan. Secara narasi penelitian kejayaan adalah tujuan factor terikat, Sementara Akhlak dan ukhuwah Islaimiyah adalah factor yang menentukan. Ini sejalan dengan pendapat Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Adnan Harahap. Singkat kata, dengan demikian Kejayaan Islam ditentukan oleh faktor ukhuwah Islamiyah dan Akhlak.

Menurut dia, semakin positif sumbangan factor akhlak dan ukhuwah semakin maksimal tercapai tujuan. Sebaliknya,  jika 
negative atau gagal sumbangan akhlak dan ukhuwah maka semakin gagal pencapaian kejayaan Islam, tandas mantan Kepala Kantor (Kakanwil) Departemen Agama Provinsi Sumatera itu.
Selebihnya terkait soal aplikasi manajemen. Yaitu: apa focus, apa 
target dan apa scope pelaksanaannya. Persoalan diatas bisa dibentangkan sebagai berikut:

Pertama, yaitu adanya ketidak berhasilan bidang akhlak. Akhlak 
adalah perilaku yang baik, jujur, amanah, Sebutlah bidang siyasah 
atau politik, mencerminkan perpecahan, sikut menyikut antar sesama. Jauh dari istiqamah dan lupa diri. Padahal agama memberi arah agar istiqamah, persatuan diwujudkan.

Kedua, ketidak berhasilan dalam ukhuwah. Kita gagal membangun 
ta'aruf, kita membiarkan hoaks berita bohong dan fitnah. Padahal kita diajarkan ta'arruf, saling tegur sapa, saling cek dan ricek tentang suatu kebenaran informasi dan saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Dua sisi ini ibarat satu mata uang coin yang tidak bisa dipisahkan. Disitu Kita mengalami persoalan berat yang harus diselesaikan agar tujuan untuk mewujudkan Kejayaan Islam wal muslimin tercapai. Yang lain boleh diurus belakangan,
Ini membawa kesimpulan bahwa ada dua factor penentu umat 
Islam dalam menuju masa dapannya, Tanpa itu kita akan gagal dan 
hina dihadapan mahkamah sejarah.
 
Pertanyannya, bagaimana upaya yang harus dilakukan. Aplikasi itu adalah focus dengan diutamakan pada angkatan muda usia, Lalu untuk target sasaran adalah ketersediaannya  media atau fatwa 
tuntunan. Selanjutnya, untuk luasan segmentasi diarahkan pada 
pendekatan public , umum dan sasaran luas. Ini memenuhi fungsi manajemen ( target,focus, segementasi) tidak hanya pada strategi keinginan dan pikiran, melainlan juga mengejawantahnya Secara nyata.
 
Membumikan cita cira Izzul Islam wal  muslimin menurut Hemat penulis, para intelektual dan organisasi Islam tiba masanya 
untuk hadir maksimal dalam mengimplementasikan ukhuwah dan 
akhlak mulia dimaksud. Satu paket kemasan yaitu menegakkan 
ahklak mulia dan memasyrakatkan ukhuwah Islamiyah. Kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada masyarakat tanpa akhlak dan tanpa ukhuwah. Mungkin ini dapat menjadi Pesan cendekiawan terhadap umat dan bangsa, Semoga!

Jakarta 4 May 2021
 
*) DR Masud HMN adalah Dosen Pascasarjana Universitas 
Muhammdiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)