Beranda » Nasional » Perpustakaan Nasional: Ikhtiar Memadukan Literasi Peradaban Masa Lalu dan Milenial

Selasa, 25 Mei 2021 - 06:59:32 WIB
Perpustakaan Nasional: Ikhtiar Memadukan Literasi Peradaban Masa Lalu dan Milenial
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasional - Dibaca: 407 kali

Perpustakaan Nasional: Ikhtiar Memadukan Literasi Peradaban Masa Lalu dan Milenial

Jakarta, Melayutoday.com,- Meski minat dan daya baca masyarakat kita rendah. Tapi Perpustakaan Nasional terus bergerak melayani masyarakat demi peningkatan literasi. Usai memberi sambutan pada Launching dan diskusi buku, Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarief Bando mengungkapkan agar berbagai subjek kebutuhan masyarakat bisa ada bukunya sebagai ikhtiar meningkatkan litersi masyarakat.

Lulusan Fakultas Komunikasi ini kerap berbicara apa adanya dan senang bercerita sejarah. Kepada media dia bercerita, "Saya akan cerita sedikit, ketika Max Weber dan para sosiolog lainnya menjelaskan tentang teori- teori sosiologi pada abad ke 20, sebenarnya yang dinamakan kearifan lokal seperti: Ilagaligo, Babad Diponegoro, Negara Kartagama dan Panji itu sudah jauh lebih mendalam menjelaskan tentang hubungan kemasyarakaran di negara kita," jelas pria asal Sulawesi Selatan ini.

Bahkan, kata Syarief, dalam situs Kutai Kertanegara pada abad ke 2 hubungan antara pimpinan atau tokoh masyarakat serta juru bicara para pemimpin itu sudah ada. Namun hanya karena kita kurang mendalami sejarah, kemudian referensi Eropa seolah- olah lebih ideal, padahal di jaman sekarang referensi itu hanya sekadar pembanding saja.

"Kearifan lokal sebagai warisan masa lalu kita sesungguhnya telah menghasilkan filosofi- filosofi hubungan kekerabatan, hubungan sosial serta sistem kemasyarakaran kita yang lebih ideal dibandingkan teori-teori sosiologi saat ini," tuturnya di Perpusnas, Salemba, Senin ( 24/5/2021).

Terkait dengan distrupsi informasi dan kemajuan digital erat dikaitkan dengan era milenial. Meskipun begitu kaum Milenial tidak boleh meninggalkan literasi peradaban masa lalu sebagai khazanah literasi yang harus diketahui.

"Oleh sebab itu perlu ada titik temu bagi para Milinial untuk melangkah secara ideal dan komprehensif. Ini sebagai tantangan kita semua untuk terus berikhtiar. Karena semua peradaban masa lalu dan manuskrip harus di digital- kan," ungkap Syarief. 

Menurutnya, Satu- satunya perpustakaan Nasional yang punya perpustakaan Nasional digital adalah negara kita. Semua penerbitan yang halal dan baik kita harus isi dengan konten- konten penerbit yang baik pula dalam.gawai kaum Milenial. Sehingga ada pilihan bagi kaum Milenial, mau pilih main game atau mau membaca buku. 

"Saya selalu beranggapan bahwa Android atau Handphone ini fasilitas sarana teknologi informasi yang seratus persen halal dan seratus persen juga haram, tergantung bagaimana memanfatkannya. Tugas kita, tidak bisa kita melarang hp dari tangan kaum Milenial , karena ini melanggar HAM. Maka selaku Kepala Perpusnas dan jajaran memastikan konten- konten baik yang ada di mobile phone sudah bisa diakses dan dibaca oleh kita semua, khususnya kaum Milenial. Ada lebih satu juta buku yang sudah bisa diakses," tutup Syarief. ( harun )


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)