Beranda » Nasiional » Akankah Saudi Rujuk dengan Iran?

Rabu, 19 Mei 2021 - 14:08:03 WIB
Akankah Saudi Rujuk dengan Iran?
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasiional - Dibaca: 48 kali

Akankah Saudi Arabia Rujuk Dengan Iran ?
 
Oleh Dr Masud HMN*) 
 
Satu  kejutan  informasi terjadi saat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad Bin Salman (MBS)   mengumunkan niatnya  untuk membuka hubungan  diplomatic dengan Republik Islam   Iran  yang terputus sejak  tahun 2016. Niat rujuk Saudi Arabia dengan Republik Islam Iran   dikemukakan  pada  awak media April 26, 2021 merupakan informasi  popular menjadi perhatian banyak pihak.
 
Perhatian itu mengingat  stabilitas  politik dan keamanan kawasan  amat tergantung  pada  dua Negara ini. Bila terjadi rujuk  yakni peredaan  ketegangan Riyadh dan Teheran pasti membawa  akibat positif bagi kawasan, Termasuk dampak  positive  ekonomi, pembangunan kawasan  dan pariwisata.   Seperti  dinyatakan  Pangeran MBS  hal itu menjadi   harapan  dari Pemerintahan Saudi Arabia. “Iran adalah Negara tetangga dan semua yang kami cita citakan adalah hubungan baik dan special dengan Iran,” kata Pangeran MBS 26 April lalu.
 
Boleh di dibilang  statement  penguasa nomor dua di  Kerajaan Saudi Arabia  negeri kaya minyak  ini luar biasa dan  serius. Karena ia melepas gugurkan isu negative  terhadap Teheran  selama ini seperti isu Teheran Teroris, isu Yaman dan  Suriah  dan Lebanon. Kesemua  isu  tersebut menegatifkan peran Republik Islam Iran  dikawasan Timur Tengah. “Kami tidak ingin  mempersulit  peranan  Iran selama ini” katanya.
 
Perubahan sikap MBS ingin rujuk dengan  Iran memang  ada muncul sebelumnya. Terungkap dari Financial Times  tanggal 9 April 2021  yang menberitakan pertemuan delegasi Saudi Arabia  dan Iran , Pertemuan itu dibawah inisiatif Peranan Menteri (PM) Irak Mustafa Khaddimi. Diadakan di Bagdad. Termasuk  pertemuan delegasi Iran dan Saudi di satu kota utara Saudi  sebelumnya.  
 
Sebagaimana diketahui  PM Irak mempunyai hubungan  dekat dengan Saudi dan Iran, Sang PM Irak secara briliyant membuat gagasan penengah  antara dua  negara itu. Saudi dan Iran tidak punya hubungan diplomatik sejak 5 tahun  yang lalu, terputus dipicu akibat pertikaian atas  peristiwa terbunuhnya seorang ulama Syiah di Arab Saudi. Sejauh ini PM Irak Mustafa Khadimi suskses  menjembatani  Arab Saudi dan Iran.
 
Terhadap  kesediaan rujuk Kerajaan Saudi  dengan  Iran seperti dungkap diatas  mungkin kita  dapat melihat  lebih  focus dalam dua perspektif yaitu :
 
Pertama, perspektif konflik Saudi dan Yaman . Yang selama ini Iran mendukung perjuangan Yaman , Saudi tentu menginginkan peran besar Teheran  menekan Yaman sehingga konflik tidak berlarut  larut.
 
Kedua , perspektif  Visi 2030 Arab Saudi yang ingin sukses  mestabilkan keamanan kawasan, Ini  guna memudahkan aplikasi  program Visi 2030  karya  besar Pangeran MBS dalam pembangunan  besar besar Saudi Arbia.
 
Dilihat dari sudut  pandang kepentingan Indonesia, keinginan rujuk dari  gagasan pangeran MBS ini penting dan  berguna. Terhadap dunia Islam bisa memberi mamfaat untuk berkontribusi  ekonomi ketimbang biaya  untuk konflik dan perang. Kedua Negara itu  adalah sahabat bagi Indonesia. Rujuk diplomatic tentu kita tunggu . Semoga!
 
Jakarta 17 May 2021
 
*) DR Mas'ud HMN adlah Dosen Pascadsarjana Universitas Muhammdiyah Prpf Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta. Email  masud.riau@gmail.com,
 
Foto: ROL. ( Republikaonline
com) 

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)