Beranda » Opini » Dua Tokoh Ideal Malaysia pada Pilihan Raya 15

Jumat, 30 April 2021 - 20:25:40 WIB
Dua Tokoh Ideal Malaysia pada Pilihan Raya 15
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 22 kali
Dua Tokoh Ideal Pilihan Raya Umum  (PRU)  15 
 
Oleh Masud HMN*)
 
Suasana panas  Kerajaan Malaysia terkait  pertarungan  politik memunculkan kisaran  permasalahan siapa tokoh ideal  yan g diusung  menjadai Perdana Menteri  berikutnya.Siapakah yang ideal mengisi  jabatan 4 tahun yang akan  datang. Yang didahului pemilihan  ahli perlemen.
 
Apakah Pemerintah sekarang dengan Perdana Menteri Muhyiddin Yasin  dapat bertahan lalu memenangkan pilihan raya  atau PRU ke 15. Dapat juga orang baru  atau  figure  lain yang dipilih rakyat Malaysia. Kita  harus menunggu.
 
Pelaksanaan PRU 15 belum lagi dimulai,   Namun dijangkakan pada bulan Agustus 2021 yang  akan  datang. Berarti  empat bulan lagi. Sudah  amat dekat  memang Isunya  sudah  meluas dan menyita perhatian  banyak pihak. Karena itu petinggi partai politik  mulai meresponi perkembangan ini. Seperti dilansir  Bernama news 28 Maret 2021  memberitakan  Wakil Presiden  Mohammad Hasan mengingatkan  partai UMNO supaya tak sibuk dengan  mengurus kursi perlemen. Ini diarahkan  pada partai PAS yang bergabung  dalam  Permufakatan Nasional (PN) sebagai koalisi  yang berkuasa.

Bagi Mohammad Hasan semua pihak  koalisi  harus ikut  pada  anjuran bersama yang  diputuskan. Tokoh yang belakangan ini  sangat popular dari partai UMNO tersebut  berharap semua bentuk peragihan kursi yang akan ditandingi berjalan sukses.
 
Hal itu diputuskan Presiden UMNO dan  partai  PAS, Jangan  cerita cepat sangat  fatal kursi yang hendak ditandingi. Soal kursi  pandailah Presiden kita (UMNO dan PAS) bersepakat dengan elok”  katanya. (Bernama  News.16 April 2021).
 
Nampaknya  UMHO yang sepakat  dengan PAS. merupakan  sukses awal Zahid Hamidy  dari Presiden UMNO. Tinggal lagi menghitumg kekuatan  kompetitornya  yaitu Anwar Ibrahim  dari Pakatan Harapan yaitu gabungan  berintikan dua partai, Partai Keadilan , partai DAP, Dua  kekuatan dengan  dua figure yang andal  ideal. Mengingat Muhydin Yassin unsur  etnis Melayu dan Anwar Ibrahim juga dari etnis Malayu.
 
Tidak salah  untuk menyimpulkan dua inilah yang merupakan  tokoh ideal Malaysia saat ini. Masing  masing dengan  keunggulannya, baik pribadi maupun kelompok  partai yang mendukung. Keduanya  punya  pendukung  loyalis  pada akar umbi dalam masyarakat Malaysia, Melayu  pada khusunya.
 
Kita  akan melihat  kampanye  nanti akan  berlangsung  seru. Muhyiddin Yassin dan Anwar Ibrahim merupakan  bintang di cakrawala  Malaysia  kini. Dibawah  payung partai UMNO dan PAS ditambah serpihan dukungan dari  partai  Warisan  Syabah yang kini pecah, Muhyiddin Yassin dapat  melenggang senang  memegang  kuasa  Perdana Menteri yang akan datang.
 
Pada sisi Muhyidin Yassin kini sedang memegang  kuasa kerajaan yang artinya dia  lebih siap dan  berada  selangkah didepan. Memiliki  kemampuan meyakinkan dalam kerjasama selama ini termasuk diplomasi memproleh dukungan  dunia luar.
 
Belakangan ini  secara cemerlang  sukses  berdiplomasi dengan Arab Saudi, Ini ditandai  oleh undangan khusus Raja  Salman untuk bertemu. Topik pembicaraan Antara lain masalah Haji tahun ini dan  masalah linnya dengan petinggi kerajaan pengawal dua tamah suci itu.
 
Dalam kerajaan terkenal ulet  dan sangat  dekat dan diterima serta disukai oleh Yang Raja  Dipertuan Agung Malaysia. Sebutlah direstuinya Darurat pemerintahan Malaysia  menghadapi pandemi Covid 19. Padahal oleh ahli parlemen  banyak ditentang karena dianggap argument  mengada ada. Untuk memperkokoh  politiknya belaka. Namun Muhyiddin Yassin dapat menepis alasan itu disertai  dukungan restu penuh dari Raja Yang Dipertuan Agung.Tokoh ulet  serta briliyant memimpin  Kerajaan.
 
Bagaimanan dengan  posisi Anwar Ibrahim, Tokoh yang  satu ini adalah figure yang amat terkenal  melampaui  negaranya. Anwar Ibrahim sosok yang pandai dan punya cita cita besar untuk negerinya Malaysia. Seorang  Menteri Keuangan yang terkemuka  ketika  duduk dalam  pemerintahan masa lalu. Hanya saja ia sudah  lama absen  alias   tidak duduk dalam  pemerintahan. Juga tidak atau  belum berhasil  dalam persaingan  politik  . Namun ia menjadi tokoh  sabar menanti kesempatan PRU 15 ini  peluang bagi Anwar Ibrahim untuk tampil.
 
Akhirnya dalam perspektif  hubungan  dengan Indonesia penulis  berpendapat , kedua tokoh  ini adalah ideal. Memiliki perhatian dan  idealisme  rantau Melayu yang sama. Tak Melayu hilang dibumi. Yang terbaik bagi Malaysia dan itu pula yang tebaik bagi Indonesia.

 
Jakarta 18 April 2021
 
*) Penulis adalah Doktor Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah  Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta
.

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)