Beranda » Ekonomi » Pusat Kajian Daerah Perbatasan dan Pesisir UMJ Gelar Work Shop tentang Pemberdayaan Rakyat Miskin

Rabu, 31 Maret 2021 - 23:08:25 WIB
Pusat Kajian Daerah Perbatasan dan Pesisir UMJ Gelar Work Shop tentang Pemberdayaan Rakyat Miskin
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 90 kali

Pusat Kajian Daerah Perbatasan dan Pesisir  
UMJ Gelar Work Shop tentang Pemberdayaan Rakyat Miskin

Jakarta, Melayutoday.com,-Peran Pusat Kajian Daerah Perbatasan dan Pesisir sangat dinantikan oleh mereka yang berada di daerah pesisir dan perbatasan, daerah mereka mayoritas berpenduduk miskin. Keberadaan dan peran serta Institusi yang konsen melakukan kajian melalui program pemberdayaan sungguh 
sangat dinantikan oleh penduduk kawasan itu dan mendesak untuk dilaksanakan. 

Kegiatan Pusat Kajian itu terkait dengan program penelitian mencari terobosan yang tepat dan berguna, aplikasinya akan memberdayakan rakyat setempat, mengatasi kesulitan ekonomi yang dihadapi. Karena itu perlu didukung oleh semua pihak, baik pemerintah maupun swasta serta masyarakat luas.

Ungkapan itu disampaikan oleh Prof. DR Rokhmin Dahuri, dalam makalahnya pada work shop Pusat Kajian Daerah Pesisir dan Perbatasan di ruang sidang Fakultas Ilmu sosial (FIS) Universitas 
Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Cireunde, Ciputat Jakarta, Selasa (30/3/2021) yang dihadiri segenap civitas 
akademika Fakultas Ilmu Sosial ( UMJ). Termasuk rombongan tamu dari Universitas Pancasila, serta peserta lainnya.

Menurut Rokhmin yang juga guru besar Kelautan di Insitut Pertanian Bogor (IPB) itu, bahwa wilyah perbatasan terkotegori penduduk miskin, yang mereka hidup sebagai petani dan nelayan. Merteka hidup dalam keadaan kurang mampu atau tak berkecukupan, sementara di seberang sana perbatasan dengan Negara tetangga yang hidup warganya dalam keadaan berkecukupan. Sangat kontras pemandangan dan perbandingannya, kata mantan Menteri Perikanan dan Kelautan era Megawati itu.

Bagi Doktor (PhD) lulusan Universitas Canada dalam ilmu Lingkungan itu mengungkapkan Pusat studi adalah menjadi 
kegiatan riset terapan ( applied research) bukan riset ilmu semata yang menjadi simpanan Perpustakaan belaka. Dalam arti riset menjadi lambang keilmuan, namun tak diaplikasikan, yang 
identic dengan menara gading. Sedangkan Konsep studi yang ideal menurutnya adalah mengahadirkan solusi, menjadikan 
masyarakat berdaya, membangun ethos akhlak dan kerja, religius dalam kesatuan kebangsaan Indonesia.

Dalam pandangannya soal ekonomi adalah tantangan utama. Karena Itu PDPB ini selayaknya bergerak menjadi solusi ekonomi..” pendapatan per income percapita Indonesia masih seputar 4 ribu US dollar..Kita kalah dari Thailand yang sudah 7 ribu US dollar dan Malaysia sudah menyentuh 12 ribu US dollar.” Ujarnya.

Menurutnya ekonomi kita harus dibangun dan dipacu lebih tinggi secara berkelanjutan dan peranan studi ekonomi menjadi sangat penting . Pusar kajian ini harus menjawab tantangan tersebut.

Sementara Dr. Endang Rudiantin dari Pusat kajian PKPP FISIP UMJ ini menyarakan tekadnya untuk mengambil peran yang lebih besar lagi. Perguruan Tinggi Muhammadiyah lainnya diajak untuk ikut bersinergi. “Kita sejak setahun yang lalu sudah punya kantor sebagai pusat kerja di Sebatik Tarakan Kalimantan Utara. Siap melebarkan sayap kewilayah lain,” kata Endang Rudiatin, selaku Dosen FISIP UMJ.

Alumni Jurusan Antropologi dari Universitas Indonesia (UI) itu Mengungkapkan lagi, PKPP dalam masa dekat akan membangun ekonomi umat dengan koperasi Syariah, membangun unit ekonomi kecil dengan produk makanan halal, pemberdayaan petani dan nelayan berupa bantuan modal, serta pelatihan wiraswasta yang bekerjasama dengan Unit Usaha Kecil dan 
Menengah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah temasuk kerjasama dengan Kemendagri, Kementerian Perikanan dan Kelautan serta lembaga Perbanakan Syariah.
 
"Pokoknya kita minta dukungan semua pihak. Mari beri sokongan kepada PKPP demi untuk menjadi solusi bagi masalah umat ini,' ujanya penuh yakin.

Pada kesempatan itu Dekan FISIP UMJ Dr. Makmun Murad  juga menyampaikan sambutannya dan penghargaan pada Pusat Kajian  ini. "Ini merupakan bentuk sumbangan dan pengabdian Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan UMJ  khususnya kepada masyarakat, terutama dalam bidang pencerahan intelektual dan solusi masalah yang dihadap. masyarakat," Demikian Dr. Makmun Murod. (mas).
 
Foto: Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri 

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)