Beranda » Olahraga » Opini: Hilangnya Nalar Kritis Aktifis Mahasiswa dan Godaan Duniawi

Sabtu, 09 Januari 2021 - 18:12:54 WIB
Opini: Hilangnya Nalar Kritis Aktifis Mahasiswa dan Godaan Duniawi
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Olahraga - Dibaca: 324 kali

Hilangnya Nalar Kritis Mahasiswa dan Godaan Duniawi 

Oleh: M. Harun*)

Pernyataan Pak Busyro Muqaddas, sebagai salah seorang Ketua PP Muhammadiyah cukup mencerahkan bagi kita semua. Tak pelak agi, bagi para aktifis Islam, khususon lagi bagi kader Muhammadiyah.

"Hanya diberi jabatan komisaris saja, aktifis mahasiswa ini sudah kehilangan nalar kritisnya," tegas mantan Ketua KPK ini yang diberitakan salah satu media online.

Menyimak dan merenungkan statemen Pak Busyro diatas, penulis teringat saat dilatih di basic training di ormas pelajar islam dan saat darul arqam tk dasar di ormas mahasiswa tahun 80-an. Sebagai calon pemimpin, kata instruktur yang saya ingat dari kedua ormas itu, hendaknya kita perkuat keimanan ( aqidah), cakap dalam berorganisasi, bermoral yang terpuji ( berakhlaqul karimah) dan harus peka terhadap masalah di sekelilingnya ( punya nalar kritis) dll.

Dari bekal ilmu yang diberikan oleh para instruktur tersebut, rupanya sangat tepat dan bermanfaat ketika saya melihat, memantau serta merasakan perilaku para aktifis yang memimpin organisasi saat ini. Seolah menjadi filter bagi saya menyaksikan betapa idealisme para.aktifis apa yang disorot oleh Pak Busyro benar benar berada dititik nadir. Artinya, idealisme sudah ditukar dengan pragmatisme. 

Nalar kritis, terutama dari kaum mudanya, itu bagi para aktifis merupakan gizi yang sehat untuk tumbuh kembangnya bagi kemaslahatan suatu bangsa. Tanpa daya kritik dan nalar kritis dari warganya, maka sebuah bangsa akan cepat hacur. Banyak sekali contoh contoh di masa lalu, kaum kaum atau umat para Nabi dan Rasul dihancurkan dan dibinasakan oleh Allah, karena menollak ajakan dan ajaran para Nabi dan Rasul. Mereka malah meng- agung agungkan jabatan duniawi dan harta benda dengan penuh kesombongan. Lihatlah kaum ' Ad, Tsamud dan Fir' aun, semuanya hancur binasa karena sombong, tidak mau menyembah Allah dan terperosok godaan duniawi.

Saya kira tantangan pragmatisme semu bagi bangsa ini kedepan cukup berat. Generasi muda kita bahkan tantangannya lebih dahsyat lagi. Karena zaman mereka hidup berada di alam milenial yakni dalam komunitas global, kita berhadapan dengan lingkungan distrupsi informasi yang cukup drastis dalam ekosistem global.

Godaan duniawi di era online dan medsos hari ini perkembangannya cukup pesat. Ia terus bertumbuh kembang serta bertumpu pada kekuatan capital dan finansial yang tidak bisa dianggap sepele. Para aktifis milenial, termasuk aktifis Islam berada dalam pusaran distrupsi global ini. Sehingga, jika tidak matang dalam keilmuan serta dangkal akidahnya, pasti akan hanyut tergiur dengan godaan duniawi, terperangkap dengan pragmatisme semu, kosong idealisme, kering narasi kritis, dan sangat berbahaya bagi masa depan.

*) M. Harun, Penulis, adalah Ketua Umum Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia ( IJMI).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)