Beranda » Opini » Pengabdian Umat ( Bermitra) dengan Pemerintah

Kamis, 31 Desember 2020 - 01:03:54 WIB
Pengabdian Umat ( Bermitra) dengan Pemerintah
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 333 kali

Pengabdian Umat (bermitra ) dengan Pemerintah

Oleh Masud HMN*)

Menselaraskan hubungan antara kerja bermitra bersama pemerintah atau Shadiqul hukumah dengan kerja pengkhidmatan pada umat atau Khadimul Ummah bukanlah kerja kecil. Lagi pula unik dengan keterlibatan aneka pihak, Tepatlah untuk dikatakan sebuah kerja besar. Hubungan dua bentuk kerja tersebut setelah dibahas lalu menjadi rokemendasi rapat kerja Komisi Uhkuwah Islmiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertengahan November 2020 Raker di adakan dua hari Park Hotel Jakarta saya hadir sebagai anggota dengan semua anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah (KUI).

Acara tersebut mendapat pengarahan dari unsur ketua harian MUI tentang apa dan kepastian peran independent MUI kedepan. Karena ketika itu waktu menjelang Munas MUI. Lagi hangatnya polemic radikalisme politik hukum berat sebelah soal Habib Rizieq serta ditembaknya enam orang  pemuda dari Front pembela Islam (FPI). 

Disitulah ada pendapat kuat agar MUI berupaya untuk mempertegas landasan dan fungsi yang dirujuk oleh umat untuk tercapainya izzul Islam wal muslimin .Landasan nya yaitu berkaitan pelayanan umat, kerukunan intern umat Islam, dan kerukunan antar umat beragama dan kerjasama dengan pemerintah.

Kita perlu mencari bagaimana posisi Majelis Ulama urgent saat ini. Ada dua hal . Pertama, untuk bekerjasama dengan semua pihak dan faktor kedua, hubungannya dengan penghidmatan kepada umat atau khadimul ummah Ini Sesutu yang penting dan mendesak.

Karena dengan bekerja sama berkhidmad dapat maksimal dilaksanakan. Intinya, dua factor harus berjalan berkelindan dan terukur, Khadimul ummah tidak mungkin dilaksanakan terpisah dari shadiqul hukumah atau kerjasama dengan pemerintah.

Sementara Tanpa shadiqul hukumah itu sulit untuk merealisasikan program. Maka hal itu kemudian bisa menjadi sebagai kunci untuk menjelaskan setting apa fungsi MUI yang sesungguhnya, Baik dalam konteks shadiquk hukumah dan atau konteks khadimul ummah,Tak ada shadiqul hukumah kalau lepas dari khadimul ummah, Apa artinya kerjasama jika tidak untuk kepentingan manfaat pada umat, Juga apa manfaatnya mengabdi umat tapi ulama bertikai dan konflik dengan pemerintah,

Konteks ini, menarik dan relevant dengan ajaran Islam.Yaitu khairunnas tanfauun nass yang terbaik itu adalah yang memberi sebesar manfaat untuk yang lain. Ajaran lain tentang itsar yaitu mampu mengendalikan Ego sektoral dalam istilah popular mau menang, mau hebat sendiri. Tidak melihat kelebihan orang lain, atau kelompok yang bukan kelompoknya, Yaitu takjub binafsik.

Inilah kemudian meniadakan kepentingan orang lain lalu hanya mengutamakan kepentingn diri sendiri.Ringkasnya ada kontra konsep itsar beorientasi mamfaat untuk masyrakat dan lonsep takjub binafsik yang berorientasi individual.

Point diatas membawa pokok perkara menjadi apakah dengan sadiqul hukumiah dan khadimul ummah dapat mengatasi atau mengurangi persoalan, Jawabnya dapat asalkan diberi landasan dan matlamat yang jelas, Hal itu dapat dibentangkan sebagai berikut: Pertama, asas kejujuran.Jujur pada diri sendiri dan orang lain, itulah faktor membentuk ukhuwah yang kuat, Asas ini melahirkan kesatuan,

Kedua, azas mendahulukan kepentingan pihak lain. Dengan merujuk isi dalam bukunya Sanirul Mukminin yang dikarang oleh Muhammad Hajar ia mengatakan hanya dengan asas itu manusia memperoleh kualitas tinggi.

Ketiga, sikap mengandakan kebaikan. Mengandakan kebaikan dunia dan kemakmuran bertambah baik, Banyak fakta yang menjelaskan hal itu. Bahkan Abrahm Lincoln presiden Amerika pernah menyatakan bahwa dunia bukanlah rusak oleh orang jahat saja tapi terlebih lagi karena banyaknya orang baik yang berdiam diri dengan tidak bebuat baik.

Simpulan dari tiga asas ini yakni kejujuran mendahulukan kepentingan bersama ketimbang diri sendiri serta mengandakan perbuatan kebaikan dapat menjawab fenomena terlaksannya itsar, didunia kini.

Dengan demikian, bekerja selaras melaksanakan shadiqul hukumah dan khadimul ummah yang dipikul Majelis Ulama Indonesia sebagai amanah insya Allah akan berhasil. Keberhasilan atau sukses tentu menjadi harapan kita Semua berdoa semoga tercapai.

Jakarta, 28 Desember 2020

Penulis, adalah dosen.di.UHAMKA 


BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)