Beranda » Nasiional » Oposisi Malaysia dengan Rencana Baru

Senin, 21 Desember 2020 - 21:40:59 WIB
Oposisi Malaysia dengan Rencana Baru
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Nasiional - Dibaca: 154 kali

Oposisi Malaysia Dengan Rencana Baru
 
Oleh Masud HMN*)
 
Upaya  menyatukan sikap bagi Kumpulan  oposisi  Malaysia atau  kelompok Pembangkang  merancang  rencana baru untuk menjatuhkan  Kerajaan dibawah Perdana Menteri Muhyidin Yassin yang kini berkuasa belum lagi mulus  Dengn kata  lain ada  perikaian intern  Akan kah  Kelompok Pembangkang  mampu menyatuklan  langkah atau tidak, terus ditunggu. Yang  pasti suasana politik di Malaysia  dirundung spekulasi.
 
Dirundung  spekulasi ? Ya.Karena Kondisi demikian  diindikasikan oleh kemarahan Presiden Pakatan Rakyat  (PKR) Anwar Ibrahim kepada rekan  nya  Setia  Usaha  partai DAP Guam Eng  dan Mat Sabu partai Amanah lantaran pernyataannya  bahwa Anwar Ibrahim melakukan langkah senyap dengan ahIi perlemen  partai UMNO ( Malaysianow,18/12/20 ).Guan Eng  dan Mat Sabu meragukan keberhasilannya merujuk  kepada kegagalan sidang Dewan Rakyat akhir November  lalu.
 
Pihak  partai pembangkang sejatinya  memang ada berusaha keras  mencari  koalisi sejati. Harus berusaha   melawan Kerajaan yang berkuasa dengan  hanya  perbedaan tipis,  Yaitu  Kerajaan  dengan 111 kursi perlemen  dan pembangkang 92  kursi.
 
Sampai disini tampaknya ada muncul silang pendapat, kepihak mana kerjasama  harus dilakukan. Apakah kepihak  partai UMNO dengan dengn dukungan Zahid Hamidi dan  Najib Razak yang  ditempuh Anwar Ibrahim sekarang ini.
 
Atau pendekatan pihak yang  lain yaitu kerjasama dengan  partai Warisan Serawak dan Partai Bersatu seperti yang  digagas oleh Mat Sabu dan Eng Guan. Jika saja salah satu dari pilihan itu tercapai dalam arti terjadi kesepakatan, maka partai Pembangkang dapat  berkuasa secara mayority  mengganti  Muhyidin Yassin.
 
Jika salah satu atau dua duanya koalisi diambil sesungguhnya dapat saja dilakukan. Sebab dukungan itu akan  mengkuat  kuasakan Pakatan Harapan  dalam mencapai tujuannya,Namun demikian ada terdapat  sedikit  problem  yang menjadi sengketa  intern PKR hari ini yang dapat diuraikan  seperti berikut.
 
Pertama,faktor Anwar Ibrahim  lebih  percaya  kepada kelompok UMNO yang dipengaruhi oleh  mantan Perdana Menteri Najib Razak dan  Zahid Hamidi  ketua UMNO sekarang. Yang  pada dasarnya amat familiar dengan  Anwar Ibrahim. Sementara itu kurang yakin dengan Partai Warisan Serawak dan Partai Amanah dimana kedua  parti itu  amat dipengaruhi  Dr Mahathir Mohammad.Sebagaimana diketahui Anwar Ibrahim  punya trauma masa  lalu  dengan Dr Mahathir Muhammad termasuk kaitan perkembangan naiknya  Muhyidin Yassin   menjadi  Perdana Menteri sekarang ini.
 
Kedua, hambatan  yang tidak memungkinkan kerjasama dengan parti Warisan Serawak dan Amanah karena  parti kecil dan internnya tidak atau belum stabil, Ini  menjadi  alasan bagaimana mungkin untuk  bekerjasama dengan  kondisi yang intern partai tidak stabil  itu. Sebagai  parti oposisi atau  partai Pembangkang  tentu teman koalisi yang diinginkan adalah kuat dan punya dukungan luas dikalangan  akar umbi.
 
Dengan dua  penjelasan  tersebut, PKR tiba dalam satu  masa  yang  memerlukan kepiawaian  politik menentukan masa depannya. Dapat dipahami mengapa  Anwar Ibrahim menunda  muyawarat kelompok oposisi sementara waktu Seperti  dinyatakan oleh setia usaha   Pakatan  Harapan, Xavier  Jayakumar  kita  harus mendukung Anwar Ibrahim karena  figurnya yang tegar  dan  kuat sebagai Presiden  Gerakan Oposisi Malaysia saat ini.
 
Diatas  itu semua, kita berpendapat Oposissi  meski berpeluang memamafaatkan   UMNO yang dilanda  masalah intern  Antara mau ke oposisi atau tetap kompak  dalam mendukung  Kerajaan sekarang. Semua ini bersifat  spekulasi Termasuk juga bekerja sama dengan partai Amanah dan  Partai Warisan  Serawak itu juga kurang jelas. Lalu mengapa repot amat  harus  berspekulasi, bukankah  lebih baik hentikan itu semua dan dukung  saja PM Muhyidin Yassin sekarang, sambil menunggu pemilihan raya yang akan datang tidak lama lagi.Wallahu aklam bissawab.
 
Jakarta 18 Desember 2020
 
*)Penulis  adalah Doktor Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta,
Email  masud.riau@gmail.com

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)