Beranda » Opini » Gagal Faham tentang Habib Rizieq

Sabtu, 14 November 2020 - 21:16:47 WIB
Gagal Faham tentang Habib Rizieq
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Opini - Dibaca: 68 kali

Gagal Faham Tentang  Habib Rizieq 
 
Oleh DR  Mas ud HMN*)
 
Persoalan  Habib Rizieq  memasuki babak baru/Kini  Habib Rizieq  Shihab (HR)  sudah di Jakarta sejak  10 Nopember 2020, Ketika datang  ia  disambut  puluhan ribu masa umat Islam . Lalu  ia bertemu dengan Gubernur  Jakarta Anies  Baswedan malamnya. Bagaimanapun kepulangannya  sebagai fenomena baru umat Islam kata  Jimly Asshadiqi, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) (Detik Com 10/11/20)
Lebih dua tahun ia tinggal di Arab Saudi. Selama itu pula  persoalan dirinya jadi polemik.Kegagalan faham tentang kepulangan HR ke Indonesia berakibat kekacaaun pikir bag; para  intelektual yang berkepanjangan.Pada  satu sisi menganggap  hanya  membawa  beban masaalah karena semakin  menambah rusuh disertai  timbulnya  demontrasi. Demontrasi  dengan gerakan  kaum radikalisme sehingga harus diturunkan kekuasaan pemerintah untuk menhadapnya, Bahkan  perlu menyikat para demonsrans  tersebut,
Sementara  sisi yang lain kepulangan H R adalah hak azazi seseorang untuk kembali ketanah airnya sendiri Harus dibela dan dilindungi.Kemana saja  ia  mau pergi

Ya itulah dua sisi sikap masyrakat.Mungkin  ada yang  membayangkan  Habib Rizeiq Shihab identic dengan kepulangan Ayatullah  Khumaini dari pengasingannya di Perancis kemudian  pulang ke Iran. Kepulangannya  yang menorehkan sejarah penting yaitu  melahirkan Revolusi  Islam Iran tahun  tujuh puluhan yang selanjutnya  menjatuhkan Sah Iran  Reza Pahlevi, apa iya  sama  seperti itu ?  Jelas tidak tepat. Gagal faham.
Berbeda sekali .Apatah pula    persoalam Ayatullah Khumaini, ada peranan  unsur  Savak biro intelijen yang kerja yang kejam. Arti  pokoknya  adalah menyikat  atau  menghabiskan mereka  lawan  politik penguasa. Selain itu ada unsur  kekuasaan monopoli otoriter seumur hidup.Yang  dilawan  oleh Revolusi  yang dipimpin  Khumeini
Unsur itu  berbeda  dengan persoalan HRi. Negara kita  sejatinya tidak  membentuk biro intelijen  sama dengan Savak. Tidak  ada  orang berkuasa  yang boleh berkuasa semaunya seumur hidup. Jadi sekali lagi telah terjadi gagam faham menterjemahkan realitas  yang  ada.
H R  Amat beda dengan Mahfud  MD Menko Polkam dalam pernyataannya  akan  menghalangi demontrans   pendukung HR
HR biasa biasa  saja sebagai  warga Negara. Dia   suka bertemu  banyak  orang  iya,benar. dan banyak orang  yang menemuinya, Ia  orang baik baik saja.Karena itu  orang  menghargai dan mencintainya
Keberadaan  HR mengapa begitu  dipermasalahkan. Kita berpendapat disitu   ada unsur kebencian yang menyertai  pada orang yang  menentangnya yang  anti HR. Nampaknya  muansa  kekuasaan dan  politik berkelindan amat kental dalam permasalahan
Pertama, kebencian karena  HR banyak  yang mendukungnya.. Ada   iri hati,ketidak sukaan.rasa  anti, menyertainya. Semua orang tahu  sikap itulah  yang disosilisasikan dengan tema  radical yang  harus di lawan.
Sayangnya  lagi. Lapis  kaum yang anti ini di dukung  penguasa. Penguasa  sealalu menstigmakan  HR pemimpin  yang  radikal, intoleransi., Sehimgga  setiap gerak langkah HR dihalangi
Kedua,  ada penentang yang kuat  padanya. HR dengan demikiam  mengharuskan ia mencari  pelindung atau banteng  Bentengnya  hati umat karena ia mencintai umat  dan umat mencintainya. Ini lah kenyataannya

Penjelasan  dua  poin diatas tidak  atau belum  ada  komprominya,Dua duanya  masih  berdiri sendiri menurut  fahamnya. Ada spilit understanding. Ada gagal faham  yang disusupi kebencian 
Pada akhirnya memang  ada yang salah faham dan gagal raham.Sejauh mereka yang tidak mau mengerti biarlah  jadi urusan masing masing. Figur  HR sudah menjadi simbol pejuang yang  dicintai pengikutnya  dan HR sendiri mencintai pendukungnya. Pemimipin yang berbenteng dan bertahta dihati umat. Wallahu aklam bissawab
 
Jakarta 11 Nopember 2020
 
*) Dr  Masud  HMN adalah Dosen Pascasarjana Univesitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta,

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)