Beranda » Warta Daerah » Gubernur Tak Mau Tandatangani Tuntutan Aliansi Masyarakat Babel Menolak UU Omnibus Law

Kamis, 15 Oktober 2020 - 08:26:18 WIB
Gubernur Tak Mau Tandatangani Tuntutan Aliansi Masyarakat Babel Menolak UU Omnibus Law
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Warta Daerah - Dibaca: 66 kali

Gubernur Tak Mau Tandatangani Kesepakatan Aliansi Masyarakat Bangka Belitung Menolak UU Omnibus Law

Bangka Belitung, Melayutoday.com,-Rabu 14 Oktober 2020 menjadi saksi nyata perjuangan mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya penolakan terhadap Omnibus Law di kantor gubernur provinsi kepulauan Bangka Belitung. 

Masa yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Masyarakat Sipil Bangka Belitung tersebut tergabung dari berbagai organisasi dari berbagai kalangan: BEM se Bangka Belitung, organisasi mahasiswa eksternal se Bangka Belitung, OKP dan perwakilan masyarakat. 

Hal ini merupakan langkah menindaklanjuti aksi penolakan Omnibus Law yang dilakukannya Minggu lalu di titik nol kilometer Bangka Belitung. 

Aksi dilakukan mulai pukul 10.00 Wib bertitik kumpul di nol kilometer pangkal pinang, lalu dilanjutkan longmarch ke kantor gubernur sebagai titik aksi. 

Aliansi Masyarakat Sipil Bangka Belitung tersebut menggelar aksi di kantor gubernur mulai pukul 13.00 wib hingga menginap dan Sampai tuntutan di terima. 

Peristiwa ini terjadi lantaran pada tanggal 5 Oktober 2020 Omnibus Law ini sudah di sahkan oleh DPR RI bersama pemerintah pusat. 

Namun hingga saat ini paska di sahkannya Omnibus Law muncul 3 versi draf yang beredar dikalangan masyarakat, hal ini yang membuat membingungkan, serta membuat kegaduhan atau carut marut di tengah-tengah kondisi masyarakat yang lagi waspada soal covid 19 dan resesi ekonomi. 

Hal itu diungkapkan Adhy Yos Perdana, Formateur/Ketua Umum HMI MPO Cabang Persiapan Bangka Belitung Raya dalam Rilisnya.

"Seyogyanya dari siang hari pukul 13.30 wib Gubernur dan DPRD Babel sudah datang ke titik aksi untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan masa aksi yang tergabung dalam Aliansi ini, namun sayangnya hingga pukul 17.00 wib Gubernur dan pimpinan DPRD Babel tidak mau menandatangani kesepakatan  menolak Omnibus Law sebagaimana tuntutan masa aksi," jelasnya.

Dia menambahkan, Gubernur malah membuat naskah versi baru yang isinya adalah hanya meneruskan aspirasi masa aksi saja. "Mereka Selaku elite Bangka Belitung justru tidak berani bersikap untuk menolak. Artinya gubernur dan pimpinan DPRD Babel belum berada di pihak rakyat atau pro rakyat. Justru berada di bagian oligarki," Lanjutnya.

Massa aksi menyesalkan sikap Gubernur Bangka Belitung dan Pimpinan DPRD yang tidak mengindahkan aspirasi utama gerakan tersebut, meskipun upaya permintaan terus dilakukan, pihak pemerintah setempat justru meninggalkan massa aksi. Massa menuding sikap tersebut tidak pantas ditengah kesulitan masyarakat menghadapi dampak Covid 19.

"Gubernur dan pimpinan DPRD justru kabur meninggalkan titik aksi dimana masyarakat (masa aksi) masih terus berteriak untuk memintanya agar turut bersikap menolak Omnibus Law dari negeri serumpun sebalai provinsi kepulauan Bangka Belitung," tandasnya lagi.

Hal ini sangatlah tidak pantas dilakukan oleh orang nomor 1 di pihak eksekutif dan legislatif di Bangka Belitung mengingat ditengah-tengah kondisi pandemi Covid 19 saat masyarakat sedang kesulitan untuk mendapatkan kesehatan dan membangkitkan ekonomi keluarga justru dibenturkan dengan Omnibus Law. 

Menurut rilis tersebut, Ady Yos mengungkapjan, aksi penolakan pun justru tidak di respon positif oleh Gubernur dan pimpinan DPRD Babel. 

Pernyataan sikap tegas HMI MPO Cabang Persiapan Bangka Belitung Raya, yaitu :

1. Mengecam tindakan gubernur dan pimpinan DPRD Babel yang menolak Bersepakat (menandatangani) tuntutan dari masa aksi. 

2. Meminta dengan segera agar gubernur dan pimpinan DPRD Babel agar  menyatakan sikap menolak Omnibus Law sebagai bentuk sikap dari negeri serumpun sebalai.

3. Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar turut serta dalam membersamai perjuangan dengan ikut aksi lanjutan. ( redaksi ).

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)