Beranda » Warta Daerah » Ketua Pemuda Muhammadiyah Cabang Socah: Meneladani Kisah Ibrahim dan Ismail

Selasa, 20 Juli 2021 - 21:08:11 WIB
Ketua Pemuda Muhammadiyah Cabang Socah: Meneladani Kisah Ibrahim dan Ismail
Diposting oleh : MelayuToday.com
Kategori: Warta Daerah - Dibaca: 203 kali

Marilah Meneladani Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

Socah, Bangkalan Madura,  Melayutoday.com, -Dalam Khutbahnya yang singkat tersebut kader Muhammadiyah ini menguraikan betapa pentingnya kita meneladani seorang ayah. Menurutnya ada dua ayah yang harus diteladani di dalam hidup kita. Pertama,  ayah biologis, ialah ayah kita sendiri dan kedua, adalah ayah spiritual kita ialah Nabi Ibrahim alaihissalam. 

Di masa pandemi ini kalau kita tidak memperbanyak mensyukuri nikmat apa saja yang diberikan Allah Swt,  maka kita mudah lupa. 

"Dalam momen Idul Qurban ini mari kita selalu mendekatkan diri kepada Allah. Karena kata Qurban berasal dari bahasa arab qoroba yang artinya mendekatkan diri. Bicara pendekatan diri kita selain kepada Allah juga tidak boleh renggang pendekatan kita dengan sesama. Apa lagi dimasa pandemi ini marilah kita saling tolong menolong sesama, jangan hidup berjauhan. Saling memberi dan melindungi," jelas mahasiswa Jurusan Ushuluddin di Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

Jangan sampai dengan alasan karena corona, kata dwi Jaka, suami istri terkadang terjadi perceraian yang diakibatkan oleh masalah ekonomi keluarga.

"Oleh karena itu marilah Kita meneladani kesabaran Siti Hajar yang sabar menjaga dan membesarkan Ismail yang ditinggal Ayah kandungnya Nabi Ibrahim dari sejak masih ada digendongan ibunya siti hajar hingga berusia remaja. Hal ini contoh bukti nyata seorang anak yang shaleh itu sesungguhnya tergantung bagaimana cara ibunya menjaga dan mendidik anaknya. Siti Hajar sosok ibu yang mampu mendidik anaknya sehingga menjadi anak yang shaleh,"ungkap Ustad Dwi Jaka begitu kerap dia disapa. 

Ditambahkan Ustad Dwi Jaka,  bahwa Begitu berbaktinya Ismail kepada sang Ayah Ibrahim sehingga saat berdialog, Ismail yang baru saja dijumpai dalam usia sudah remaja. Karena Ismail hanya bersama sang ibu berada di kota Makkah sedangkan sang ayah menjalankan tugas dakwah di Palestina. 

Menurut Dwi Jaka, Bukti kesalehan Ismail tampak dalam dialog Fragmentasi kisah Ibrahim yang bermimpi diperintah oleh Allah untuk menyembelih Ismail  anak kesayangannya. ( Ash- Shaffat ayat 102). Namun setelah  Ibrahim menawarkan perintah Allah tersebut ternyata Ismail tanpa sedikitpun rasa takut menerima tawaran untuk disembelih.

"Silahkan ayahku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Isya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang orang yang sabar," jawab Ismail. Saat mau disembelih dan pisau sudah berada dibatang leher Ismail,  ternyata Allah Swt menggantinya dengan domba. Hal ini menjadi syariat penyembelihanan hewan Qurban hingga saat ini. 

Dari kisah yang cukup dramatis ini, tambah Dwi Jaka,  mengandung makna bahwa keteguhan,  keikhlasan dan kesabaran menjadikan manusia lulus dari ujian. 

" Marilah kita teladani kesalehan,  keikhlasan, serta keteguhan Ibrahim,  Ismail dan Siti Hajar dalam menjalani ujian dan Perjuangan menyampaikan dakwah sebagai tugas kenabian, "pungkas Dwi Jaka.

BERITA TERKAIT

Home | Headline| Nasional| Megapolitan| Nusantara| Ekonomi| Teknologi| Profil| Lipsus| Hiburan| Sususunan Redaksi
© 2013 www.MelayuToday.com - All rights reserved | Diterbitkan oleh Pusat Kajian Peradaban Melayu (PKPM)